
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi ini muka Langit terlihat sangat lesu, bahan terlihat jelas kantung mata di bawah kedua kata elangnya yang menandakan jika pria itu kurang tidur, bahkan bisa di bilang tak tidur alis gak bisa tidur karena tak ada istri yang selalu di peluknya.
Beda lagi dengan Bintang yang terlihat jauh lebih fresh, karena waktu tidurnya yang cukup...tak ada yang mengganggu.
''Kenapa muka kakak kayak gitu? sudah kayak zombie tau gak.'' cibir Lana saat melihat kakak laki-laki satu-satunya turun ke ruang makan.
''Gak punya makanan di rumah kamu, sampai harus numpang sarapan di sini.'' ketus Langit tanpa menjawab pertanyaan sang adik.
''Ck, masalah buat kakak...toh di sini juga rumah orangtua aku.'' sahut Lana.
''Sudah-sudah kalian ini kok malah seperti anak kecil, gak baik ribut-ribut di depan makanan.'' lerai mami Selin.
Pandangan Langit terus saja tertuju pada sang istri, namun Bintang hanya cuek tanpa melihat ke arah Langit.
''Sayang, kamu gak ambilin makanan buat aku.'' kata Langit yang melihat piringnya masih kosong.
''Punya tangankan?'' tanya Bintang. ''Bisa ambil sendirikan.'' sambungnya lagi.
Sedangkan semua yang ada di sana hanya diam saja tanpa menyahut ataupun menimpali, karena mereka semua sudah tau akan akar permasalahan pasangan suami istri itu.
__ADS_1
Bahkan sang mami juga Lana yang telah memberi ide untuk Bintang agar cuek pada Langit. Sedikit pelajaranlah buat pak dosen yang selalu perfect itu.
''Hah...'' Langit hanya bisa menghela nafasnya dalam melihat istrinya seperti itu.
Mau tak mau dirinya pun harus mengambil makanannya sendiri.
''Mam, pap, Bintang sudah selesai.'' kata Bintang seusai meneguk minumannya. ''Bintang berangkat dulu ya...takut telat, soalnya dosennya killer.'' sambungnya sambil melirik ke arah Langit.
''Sayang, bareng sama aku aja.'' kata Langit yang juga hendak berdiri mengikuti Bintang.
''Oh gak usah, aku sudah di antar supir.'' tolak Bintang dan langsung berlalu dari sana.
Lagi dan lagi Langit hanya bisa menghela nafasnya dalam.
''Aku berangkat mam, pap.'' pamit Langit tanpa menanggapi ucapan sang mami.
🌟
Karena memang di kampus tak ada yang tau hubungan keduanya kecuali orang-orang tertentu jadi Bintang bebas bersikap cuek pada Langit.
''Bintang, kumpulkan semua tugas teman-teman kamu dan bawa ke ruangan saya.'' perintah Langit di akhir mata kuliahnya.
__ADS_1
''Iya...pak.'' jawab Bintang.
Sepeninggal Langit, Bintang langsung mengumpulkan semua tugas para teman-temannya.
''Res, tolong bawain ke ruangan pak Langit ya...'' pinta Bintang pada Resa.
''Lah kamu ngapa?'' tanya Resa.
''Males aku sama dia...tolongin ya...please.'' mohon Bintang.
''Ih ogah, tik kalau doi marah gimana? bisa-bisa aku yang kena semprot.'' kata Resa.
''Kalau berani dia marahin kamu, nanti biar aku yang bales kalau di rumah.'' sahut Bintang. ''Ya...please...'' pintanya lagi. ''Habis ini kita jalan...aku yang teraktir.'' bujuk Bintang.
''Huh baiklah, tapi kalau doi tanya kamu dimana aku harus jawab apa?'' tanya Resa.
''Bilang aja gak tau.'' kata Bintang.
''Ayo Hen temenin aku, serem juga ngadepin tuh cogan sendirian.'' kata Resa mengajak Heni.
''Yuk lah...aku kan setia kawan.'' sahut Heni.
__ADS_1
''Terimakasih...kalian memang sahabat terbaik aku.'' kata Bintang sambil merangkul kedua sahabatnya.
Benar saja dugaan Resa, sesampainya di ruangan dosennya itu langsung menanyakan keberadaan sang istri, tapi mereka mengatakan tidak tau sesuai apa yang dikatakan oleh Bintang.