
Salam teman-teman semuanya...maaf aku baru bisa up kembali...karena hari Jum'at kemarin kepala sakit jadi harus minum obat yang akhirnya bikin mata pengennya merem terus, di tambah lagi hari Sabtu malam niatnya mau up tapi apa mau di kata lingkungan tempat aku tinggal kena angin ****** beliung...banyak rumah yang rusak sama pohon yang tumbang, kejadiannya tepat setelah sholat isya...begitu bikin ngeri dan meninggalkan trauma, lihat langit sore mendung aja udah bawaannya takut. Dan karena kejadian itu WiFi jadi susah sinyal...kadang ada kadang enggak sampai hari ini jadi mohon di maklumi ya bestie dan sekali lagi maaf...gak bermaksud buat gantung🙏
❤️ Happy Reading ❤️
Sepasang suami yang sedang melakukan bulan madunya saat ini sedang duduk di teras di samping kamar.
Penginapan yang di sewa bukan penginapan dengan kelas yang main-main, makanya sangat privasi dan memang cocok untuk pasangan berbulan madu seperti mereka.
Keduanya tengah duduk berdampingan di atas sofa dengan camilan plus minuman dingin yang mereka pesan tadi.
''Udaranya masih seger ya mas? sejuk.'' kata Bintang.
''Iya.'' jawab Langit seadanya.
''Pemandangannya juga indah apalagi pantainya...cantik.'' kata Bintang lagi dengan pandangan matanya yang lurus kedepan.
''Banget.'' sahut Langit dengan arah pandang yang berbeda.
Bintang menolehkan pandangannya ke arah sang suami dan ternyata oh ternyata...suaminya itu bukan memandang ke depan melainkan ke arah dirinya.
''Apanya yang cantik...banget?'' tanya Bintang dengan usilnya.
__ADS_1
''Kamu.'' sahut Langit.
Nah kan nah kan...suaminya ini.
''Ish mas, aku tadi itu ngomongin pemandangannya loh.'' kata Bintang yang mengajukan protes namun dengan wajah yang bersemu merah.
''Tapi aku lagi ngomongin kecantikan istri aku.'' sahut Langit dengan usilnya.
''Khem...kalau gak cantik gak mungkin kamu mau sama aku mas.'' kata Bintang yang sedikit salah tingkah namun tetap ingin menunjukkan sisi percaya dirinya.
''Cantik itu bonus sayang, karena cinta itu tak semata memandang dari rupa fisiknya sebab hati lebih tau di mana dia akan di labuhkan.'' sahut Langit.
''Uh jadi makin cinta...'' kata Bintang yang langsung merentangkan kedua tangannya di hadapan Langit.
''Mau bikin baby sekarang...fiuh...'' bisik Langit tepat di telinga Bintang, dan tak lupa dia memberikan sedikit tiupan di sana sehingga tubuh Bintang meremang di buatnya.
Bintang yang bingung harus menjawab apa pun memilih untuk diam saja tanpa mengatakan sepatah katapun dalam pelukan sang suami.
Seolah mengerti kebingungan sang istri, Langit lebih memilih langsung membawa Bintang dalam gendongannya...bukan ala bridal style karena posisi Bintang di depannya...jadi Langit menggendong bak bayi koala.
Langit terus berjalan menuju ke dalam kamar mereka, kamar yang akan menjadi saksi bisu aksi mereka...saksi dari mereka lepas perawan dan keperjakaan tentunya.
__ADS_1
Langit menurunkan dengan pelan tubuh Bintang di atas ranjang, bak sebuah porselen yang mudah pecah...Langit melakukannya dengan sangat hati-hati.
Langit memang belum berpengalaman, tapi sebagai seorang pria dewasa...dia memiliki intinya yang kuat untuk melakukan semuanya guna memenuhi kebutuhan biologis mereka berdua.
Melakukan foreplay selembut mungkin hingga mereka berdua merasa rileks dan tentu saja terbawa suasana.
''Mas...'' kata Bintang dengan tangan yang sudah menahan dada bidang Langit yang sedangan menc***unya. ''A...aku takut...'' cicitnya.
Cup
Cup
Di kecupnya kedua mata Bintang.
''Aku akan melakukannya secara pelan sayang.'' kata Langit yang kembali melakukan aksinya agar istrinya itu rileks kembali.
''Aku mulai ya...'' bisik Langit.
Hah, jadilah malam pertama...eh salah sore pertama mereka berdua di hati pertama mereka berbulan madu.
Di sana hanya terdengar suara *******, ******, serta deru nafas yang memburu dari keduanya.
__ADS_1
Mereka sama-sama menikmati kegiatan baru mereka pada sore hari ini, kegiatan yang menguras keringat, berbagi peluh serta mereguk indahnya surga dunia.