Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 70


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"Sayang...siap-siap gih." kata Langit begitu baru saja masuk kedalam kamar mereka setelah pulang kerja.


Tadi setelah dari kampus, Langit pergi ke perusahaan sebentar karena ada seseorang yang harus dia urus, alhasil dirinya sampai di rumah ketika waktu sudah menjelang petang.


"Siap-siap apa?" tanya Bintang. "Peluk istrinya dulu kek, apa cium dulu atau kasih selamat kek...ini kok malah pulang-pulang langsung nyuruh siap-siap." ujar Bintang yang membuat Langit menarik bibirnya melengkung ke atas.


Pria itu lantas langsung melangkahkan kakinya menghampiri sang istri yang sedang berdiri di dekat ranjang mereka.


Karena saat Langit baru masuk, Bintang sedang duduk santai di tepi ranjang sambil memainkan gawainya.


Grep


"Jadi istriku tercinta ingin di peluk begini rupanya." kata Langit yang menarik tubuh Bintang kedalam pelukannya, tak lupa beberapa juga dia berikan kecupan di puncak kepala sang istri. "Aku pilihin dress untuk kamu kenakan." kata Langit yang melepas pelukannya


Langit beralih berjalan ke arah ruang ganti untuk memilihkan pakaian yang akan di kenakan sang istri.

__ADS_1


Begitu mendapatkan pakaian yang dia inginkan, Langit pun beralih ke lemarinya sendiri untuk memilih pakaian yang ia kenakan.


💕


Kini keduanya sudah terlihat sangat rapi, Bintang mengenakan sebuah dress selutut lengan pendek dengan warna putih dan corak bunga besar warna biru, sedangkan Langit juga sudah selesai dengan stelan kasualnya...celana berbahan chinos warna hitam dengan kemeja pres body lengan panjang berwarna putih.


Keduanya turun secara beriringan dengan kebahagiaan yang terpancar dari keduanya.


"Kok sepi?" tanya Bintang yang hendak berpamitan pada kedua mertuanya.


"Maaf nyonya muda...tuan dan nyonya besar sedang menghadiri jamuan makan, sedangkan non Lintang ke ruang nyonya Lana." jawab salah satu art yang ada di dekat mereka.


Keduanya kemudian keluar menuju ke arah mobil yang memang sudah di siapkan untuk mereka bawa pergi.


Selama di perjalanan hanya ada obrolan-obrolan kecil yang juga di iringi dengan pertanyaan Bintang tentang kemana sang suami akan membawanya pergi, namun lagi dan lagi dia tak mendapatkan jawaban yang memuaskan.


"Kita itu sebenarnya mau kemana sih mas?" tanya Bintang. "Kamu dari tadi gak jawab pertanyaan aku loh." protesnya dengan bibir yang sudah mengerucut kedepan saat ini, dan hal itu justru membuat Langit tersenyum karena begitu dengan ekspresi yang di tunjukkan Bintang saat ini.

__ADS_1


"Nanti kamu juga akan tau sendiri sayang." jawab Langit dengan tangan yang sudah terulur untuk mengelus puncak kepala Bintang.


"Dari itu terus jawabannya, bikin aku tambah penasaran tau gak.'' kata Bintang dengan kesal.


Setalah itu tak ada lagi pembicaraan di antara mereka, Bintang lebih memilih diam dari pada dirinya nantinya malah bertambah kesal.


"Loh...loh...kok berhenti di sini mas?" tanya Bintang dengan bingung saat Langit dengan tiba-tiba menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kamu pakai ini dulu ya sayang..." kata Langit yang justru mengeluarkan sebuah kain dari dalam dasbor mobilnya.


"Ini..." tunjuk Bintang. "Buat apa mas?" tanyanya lagi.


Bukannya menjawab, tapi Langit justru mendekatkan tubuhnya dan langsung menutup mata Bintang dengan kain tersebut.


"Kamu diam dulu ya...nurut aja, gak lama kok cuma sebentar." kata Langit. "Jangan di buka ya sayang sebelum aku yang memintanya." sambungnya lagi sehingga membuat Bintang mendesah dengan kasar.


Langit pun menjalankan kembali kendaraannya sampai ketempat yang dia tuju.

__ADS_1


Dituntunnya dengan pelan sang istri agar tak sampai terjatuh nantinya jika berjalan dengan mata yang masih tertutup.


__ADS_2