Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 66


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Pagi hari tiba, mereka melakukan aktivitas seperti biasa.


Tak ada yang berubah dari kemarin...Bintang kembali melayani suaminya namun tanpa ada senyum atau adegan romantis seperti biasanya. Tanpa ciuman ataupun pelukan...datar.


"Berangkat bareng aku ya sayang." tawar Langit saat mereka hendak turun untuk sarapan.


"Gak usah, aku bisa dan mau berangkat sendiri." kata Bintang. "Lagian ada supir yang bisa mengantar aku kemana pun." sambungnya lagi.


Hari ini memang bukan jadwal Langit ke kampus melainkan waktunya dia ke perusahaan, namun karena ingin hubungannya dengan sang istri membaik...Langit pun menawarkan gak itu.


Setelah mengatakan hal itu, Bintang langsung melenggang begitu saja keluar dari kamar, tak lupa dengan tas serta laptop yang ada di tangannya saat ini.


Semua keluarga ternyata sudah berkumpul di ruang makan jadi mereka langsung saja sarapan saat Langit dan Bintang turun.

__ADS_1


"Bintang sudah selesai, aku berangkat dulu ya mam, pap." pamit Bintang seraya berdiri dari duduknya dan menyalami kedua mertuanya. "Aku berangkat." pamit Bintang pada Langit yang juga tak lupa menyalaminya pria itu. "Bye Lintang." katanya pada sang adik iparnya seusai menyalami sang suami dan Langit yang hendak mengecup kening sang istri pun menjadi gagal.


Bintang seakan menghindar untuk di ciumnya tadi.


"Kalian masih belum akur?" tanya mami Selin yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Langit.


"Lintang juga pergi mam." pamit Lintang pada orangtua serta kakaknya.


"Kak, coba sedikit aja kamu ngertiin istri kamu." kata mami Selin. "Mami gak minta kamu buat bantu Bintang seratus persen...enggak, tapi apa salahnya kamu bantu dia sedikit saja." katanya lagi. "Anak seusia Bintang harusnya masih menikmati masa remajanya, namun dia menikah denganmu...bayangkan betapa capeknya dia, bangun pagi nyiapin segala keperluan kamu, terus kuliah dengan seabrek tugas belum lagi kalau malam harus melayani kamu...entah sampai jam berapa karena mami rasa kamu lebih tau, pagi melakukan rutinitas yang sama lagi...waktu istirahat pun sangat berkurang, waktu untuk sekedar menyenangkan dirinya sendiri pun tak ada." papar mami Selin.


Perasan Langit jadi semakin merasa bersalah jika mengingat hal itu, apakah dirinya terlalu keterlaluan pada istrinya.


"Peran Bintang tak hanya menjadi seorang istri tapi dia juga seorang mahasiswa." kata papi Ardi. "Jadi istri aja atau mahasiswa saja sudah bisa membuat lelah apalagi ini peranannya ganda." sambungnya lagi. "Papi dan mami harap kamu cepat bisa memperbaiki hubungan kalian berdua agar tak semakin berlarut-larut." imbuhnya.


"Iya pap, akan Langit usahakan." kata Langit yang tak bisa berjanji namun akan berusaha untuk itu. "Langit berangkat." pamitnya.

__ADS_1


💕


Langit pulang lebih cepat hari ini, dia akan mengajak sang istri untuk pergi keluar walupun hanya sekedar jalan-jalan atau jajan saja.


"Istri saya sudah pulang bi?" tanya Langit pada salah satu art yang berpapasan dengannya.


"Sudah tuan muda, sepertinya ada di kamar." jawabnya karena memang tak melihat Bintang keluar setelah pulang tadi.


Langit langsung bergegas menuju ke kamarnya.


Cklek


Langit langsung bisa melihat sosok Bintang yang tengah tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya di atas meja juga tangan yang memegang kertas serta laptop yang masih menyala.


"Kamu pasti capek ya sayang." lirih langit memindahkan salur rambut Bintang yang menutupi wajahnya. "Maafkan aku yang terlalu egois." ucapnya dengan rasa penuh bersalah.

__ADS_1


__ADS_2