Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 48


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Seperti yang di katakan sang suami tadi pagi, selepas sarapan Bintang dan Langit langsung di antar oleh keluarga mereka menuju ke bandara.


Mereka akan melakukan honeymoon untuk satu Minggu kedepan.


Hem maunya sih lama-lama ya, namun aktivitas mereka yang tak memungkinkan untuk di tinggal terlalu lama. Bintang yang masih sibuk dengan kuliahnya, sedangkan Langit yang sibuk dengan mengajar serta memimpin perusahaan keluarganya.


''Hati-hati di sana ya kak.'' pesan ibu Nanda saat sang putri memeluk dirinya untuk berpamitan.


''Iya bu'.'' sahut Bintang.


''Selamat bersenang-senang ya sayang.'' kata mami Selin saat memeluk sang menantu.


''Iya mam.'' sahut Bintang.


''Jagain Bintang ya kak dan selamat bersenang-senang.'' kata mami Selin pada sang putra.


''Iya mam.'' sahut Langit.


''Sama satu lagi...oleh-oleh untuk kami jangan lupa.'' kata mami Selin lagi.


''Beres mam, mami dan yang lainnya mau apa...tinggal kirim pesan aja, nanti kita cariin di sana.'' kata Bintang namun mami Selin menggelengkan kepalanya.


''Bukan itu yang mami mau sayang, dan oleh-oleh yang kami inginkan gak bisa di beli dengan uang.'' sahut mami Selin.

__ADS_1


''Gak bisa di beli dengan uang?'' beo Bintang dengan raut wajah bingung. ''Apa mam?'' tanyanya.


''Kami ingin cucu dari kalian...'' kata mami Selin yang membuat pipi Bintang jadi bersemburat merah.


''Akan kami usahakan mam.'' sahut Langit.


''Maaf tuan muda...semuanya sudah siap?'' kata seseorang yang datang menghampiri Langit.


''He'em.'' sahut Langit. ''Mam, pap, ayah, ibu dan yang lainnya...kami berangkat ya.'' pamit Langit.


''Iya.'' sahut mami Selin. ''Jangan lupa pesanan kami tadi.'' sambungnya.


''Sip mam.'' sahut Langit.


''Kita berangkat pakai ini mas?'' tanya Bintang saat berjalan ke arah di mana pesawat yang mereka gunakan berada. ''Ini pesawat pribadikan?'' tanyanya lagi.


''Iya.'' jawab Langit. ''Ini pesawat keluarga Cakrabuana.'' sambungnya dengan tatapan yang meraih mengarah ke depan.


''Aku jadi penasaran, sebenarnya seberapa kaya kamu dan keluarga kamu mas.'' kata Bintang.


''Aku gak kaya sayang, tapi cukuplah untuk memenuhi kebutuhan kamu dan anak-anak kita nanti.'' sahut Langit. ''O iya yank ada yang belum kita bicarakan.'' kata Langit yang tiba-tiba teringat sesuatu.


''Apa mas?'' tanya Bintang.


''Nanti saja setelah kita naik ke pesawat.'' sahut Langit.

__ADS_1


💕


Bintang benar-benar terpana dengan interior serta fasilitas yang ada di dalam pesawat yang kini di tumpanginya.


Tak pernah terlintas dalam pikirannya kalau dirinya bisa menaiki pesawat pribadi yang jangankan punya, untuk dewa saja perlu uang yang begitu banyak.


''O iya mas, tadi apa maksud kamu dengan ada yang belum kita bicarakan?'' tanya Bintang saat mereka berdua sudah duduk manis serta tinggal landas beberapa waktu yang lalu.


''Ini mengenai masalah anak.'' jawab Langit.


''Anak?'' beo Bintang.


''Hem.'' sahut Langit. ''Kamu ingin punya anak langsung atau di tunda dulu yank?'' tanyanya.


''Kalau kamu mas?'' bukannya menjawab Bintang malah balik tanya.


''Aku terserah kamu, aku ngikut aja.'' jawab Langit.


''Aku tak ingin menundanya mas.'' kata Bintang. ''Apa kamu lupa bagaimana keluarga kita begitu menginginkan anak dari kita.'' sambungnya lagi.


''Aku gak mau ucapan dari mereka menjadi beban untuk kamu yank.'' kata Langit. ''Ini hidup kita...rumah tangga kita, jadi kita yang menentukan.'' sambungnya lagi. ''Lagian aku juga gak mau kalau sampai kamu kecapekan nantinya mengingat aktivitas kamu yang masih padat.'' imbuhnya.


''Huh...aku gak apa-apa mas.'' kata Bintang. ''Hem kayaknya bakal seru juga kalau jadi ibu muda.'' sambungnya lagi.


''Baiklah kalau memang itu keputusan kamu sayang...aku ngikut aja.'' kata Langit.

__ADS_1


__ADS_2