Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 42


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Sama halnya dengan di keluarga Bintang, Langit dan keluarganya pun begitu.


Saat Langit sedang bersiap, sang papi masuk ke dalam kamarnya untuk menemui putranya...putra satu-satunya yang ia miliki.

__ADS_1


''Putra papi...apa kamu sudah siap nak?'' tanyanya. ''Bagaimana perasaanmu saat ini?'' tanyanya lagi.


''Rasanya sulit di ucapkan dengan kata-kata pap, karena menurutku terlalu complicated.'' jawab Langit.


Papi Ardi menghela nafasnya sebentar sebelum memulai perkataannya kembali.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan mereka berdua, sudah ada wanita paling berharga dalam hidup mereka berada di sana.


''Jadilah laki-laki yang bisa menyayangi seorang istri selayaknya ketulusanmu pada mami nak.'' sahut mami Selin yang membuat kedua pria beda generasi itu langsung menatap ke arahnya yang sedang berjalan masuk. ''Putraku, istrimu adalah tulang rusukmu yang telah kamu temukan, sebagai mana tulang yang membangun badanmu, maka lindungilah dia dengan darah dan dagingmu.'' kata mami Selin dan terdiam sejenak. ''Ketahuilah bahwasanya istrimu adalah penyeimbang dalam kehidupanmu, maka dengarkanlah dia, berikan perhatian kepadanya setiap saat sehingga dia akan selalu merasa dihargai olehmu...suaminya.'' jeda mami Selin. ''Seperti mamimu ini, dia juga akan mengandung buah cinta kalian nantinya, dia akan merasakan cobaan yang besar selama mengandung, maka jagalah dia, sayangi, kuatkan, supaya dia menjaga buah hatimu selama mengandung nanti.'' sambungnya dengan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya. ''Putra kecil mami...jagoan mami...kamu adalah pemimpin bagi keluarga kecilmu kelak, jadilah imam yang arif, bijaksana serta pintar, maka niscaya keluarga kecilmu akan merasakan kedamaian yang luar biasa, kamu juga adalah tulang punggung keluargamu, jadi janganlah kamu sekali-kali mengeluh, karena keluhanmu hanya akan membuat istrimu sedih, karena seorang ayah harus siap menderita untuk keluarganya.'' imbuhnya. ''Dari dulu sampai hingga kini, mami tak pernah menuntut atau meminta padamu...tapi pada hari ini mami hanya berharap kamu bisa memperlakukan istrimu sebagaimana kamu memperlakukan ibumu, karena istrimu juga nantinya adalah seorang ibu dari anak-anakmu.'' lanjutnya.


''Iya mam, Langit akan ingat semua nasehat dari mami juga papi.'' kata Langit yang langsung memeluk sang mami. ''Langit sayang mami sama papi.'' ucapnya.

__ADS_1


''Begitu pula dengan kami nak, kami juga sangat menyayangimu.'' kata mami Selin.


__ADS_2