
❤️ Happy Reading ❤️
"Selamat malam nyonya." sapa sang perawat yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Bintang. "Waktunya menyusui baby." sambungnya lagi dengan tangan yang sudah meletakan baby boy secara hati-hati di pangkuan sang ibu.
Langit dan papi Ardi memilih untuk keluar, sementara Bintang di temani oleh perawat dan juga mami Selin untuk menyusui sang pewaris keluarga Cakrabuana selanjutnya.
"Ih lucu banget cucu Oma." kata mami Selin dengan gemas.
❤️
"Kamu sudah mengabari mertua kamu belum Kak?" tanya papi Ardi yang saat ini duduk berdua dengan Langit di kursi tunggu yang ada di luar ruangan.
"Oh iya pap, Langit lupa...untung papi ingetin." kata Langit sambil menepuk keningnya sendiri. "Terimakasih ya pap sudah di ingetin." ucap Langit.
Langit langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi sang mertua.
Jelas sangat terdengar di sebrang sana jika ibu mertuanya begitu panik, maka Langit langsung mengatakan jika sang cucu sudah lahir dengan sehat, selamat serta tanpa kekurangan suatu apapun termasuk sang mommy.
"Gimana?" tanya papi Ardi.
"Mereka akan segera ke kesini pap." jawab Langit dan menghela nafasnya sebentar. "Biasalah pap, ibu langsung panik dan khawatir." sambungnya lagi.
__ADS_1
''Namanya juga orang tua kak, apalagi seorang ibu." kata papi Ardi. "Dan ini merupakan perjuangan antara hidup dan mati." sambungnya lagi.
Cklek
Begitu melihat perawat keluar dari ruangan, papi Ardi dan Langit langsung masuk ke dalam ruangan.
"Cucu opa...uh gemes banget sih, persis banget kayak kamu waktu bayi." kata papi Ardi dengan mata yang terus menatap ke arah sang cucu. "Mam, papi mau gendong dong." kata papi Ardi yang memang cukup mahir menggendong bayi mengingat dulu dirinya juga mengurus Langit tanpa adanya seorang istri.
Mami Selin pun dengan setengah hati memberikan baby boy pada sang suami.
"Padahal mami masih belum puas gendongnya." gerutu mami Selin.
"Uluh uluh cucu tampan opa." kata papi Ardi sambil menimbang baby boy.
Cklek
"Sayang." kata ibu Nanda yang langsung menerobos masuk ke ruang rawat Bintang bersama sang suami.
"Ayah, ibu." kata Bintang.
Ibu Nanda dan ayah Boby langsung memeluk tubuh sang putri, bahkan ibu Nanda pun meneteskan air matanya...begitu pula ayah Boby.
__ADS_1
"Selamat ya nak, kini putri kecil ayah sudah menjadi seorang ibu." kata ayah Boby sambil mengelus puncak kepala Bintang.
"Selamat sayang." ucap ibu Nanda.
"Lihatlah Bob, cucu kita...sangat tampankan?" kata papi Ardi yang masih mengendong baby boy.
Ayah Boby pun menyetujui apa kata besannya itu.
"Persis kayak Langit waktu kecil." kata ayah Boby.
"Iya, padahal aku yang mengandungnya selama sembilan bulan, aku juga yang berjuang untuk melahirkannya...tapi mana ada yang mirip dengan aku." kata Bintang dengan mengerucutkan bibirnya.
"Tapikan aku yang bekerja keras membuatnya sayang...kamu cuma terima beres." sahut Langit yang sedikit frontal.
"Mana ada kayak gitu." bantah Bintang merasa tak terima.
"Sudah-sudah, kalian ini." lerai ibu Nanda sambil menggelengkan kepalanya.
"Cucu opa di kasih nama siapa ini?" tanya papi Ardi.
"Gamma Cakrabuana." jawab Langit. "Gamma yang berarti cahaya, bintang." sambungnya lagi.
__ADS_1
"Bagus, papi suka." kata papi Ardi. "Hai cucu opa...baby Gama." sapa papi Ardi pada sang cucu.