
❤️ Happy Reading ❤️
''Jadi jalan-jalan gak?'' tanya Langit seusai mereka sarapan pagi ini.
''Gimana mau jalan-jalan...orang aku aja jalan masih susah.'' kata Bintang dengan bersungut-sungut.
Bagaimana tidak sakit, ini merupakan pertama buat dirinya...eh langsung di gempur beberapa kali...entah berapa ronde yang mereka mainkan dari kemarin sore hingga badannya pun terasa pegal-pegal semuanya. Rasanya seluruh tulangnya mau rontok satu persatu.
Langit yang mendengar perkataan Bintang pun terkekeh jadinya.
''Eh malah ketawa lagi...gak ngerasa bersalah gitu.'' kata Bintang dengan mata yang sedikit melotot tanda dirinya marah.
''Walaupun sakit...tapi kamu menikmatinyakan sayang.'' goda Langit sambil menarik turunkan alisnya.
''Tau ah.'' sewot Bintang.
''Mau aku panggilkan layanan spa buat pijat kamu biar lebih rileks?'' tawar Langit.
''Eh gak...gak.'' tolak Bintang langsung. ''Gak ada ya panggil-panggil tukang spa segala.'' sambungnya.
__ADS_1
''Lah memangnya kenapa? buat tubuh kamu lebih enakan.'' sahut Langit.
''Kamu pikir aku gak malu apa mas.'' kata Bintang. ''Kamu gak lihat tubuh aku...sudah kaya macam tutul akibat ulah kamu.'' sambungnya lagi mengingat begitu banyak kissmark bertebaran di seluruh tubuhnya.
Dirinya saja tadi sampai kaget waktu melihat penampakan tubuhnya dari cermin saat akan mandi.
''Ya udah kalau gitu sini biar aku aja yang pijat kamu.'' tawar Langit.
''Enggak usah...terimakasih.'' kata Bintang. ''Kamu itu pasti cuma modus...gak mungkin kalau cuma mijit doang.'' sambungnya yang membuat Langit cengengesan, istrinya itu tau saja juga dirinya ingin memijat sambil *****-***** tubuh wanita halalnya itu. ''Aku mau tidur, jadi tolong jangan ganggu aku.'' pintanya sambil memposisikan diri untuk rebahan.
''Hem baiklah aku tak akan ganggu.'' kata Langit yang merasa kasihan juga pada Bintang.
Gini ni kalau nikah sama orang yang gila kerja dengan kedudukan pemimpin perusahan serta dosen pula...saingannya bukan lagi para wanita yang bertebaran menggoda dirinya, melainkan segala pekerjaan yang menjadi saingan utamanya.
Bahkan saat bulan madu seperti ini pun masih saja memikirkan serta mengerjakan segala pekerjaannya.
Setelah segala pekerjaannya selesai, Langit memutuskan untuk naik ke ranjang dan menyusul sang istri ke alam mimpi.
''Capek banget kayaknya.'' gumam Langit sambil memandang wajah ayu sang istri, bahkan saat dirinya memindahkan rambut yang menutupi wajah Bintang pun...wanita itu sama sekali tak terusik. ''Apa aku sudah keterlaluan ya...karena melakukannya berkali-kali.'' gumam Langit lagi dengan perasan bersalah. ''Ah taulah...salah sendiri kenapa tubuh dan segala yang ada padamu sudah menjadi candu untukku.'' kata Langit lagi dan langsung merebahkan tubuhnya, tak lupa sebelum itu dirinya mengecup kening sang istri dan membawa tubuh Bintang untuk tidur di dalam pelukannya.
__ADS_1
💕
Bintang dan Langit benar-benar tertidur pulas hingga menjelang sore.
Pukul tiga sore mereka baru saja membuka matanya, bahkan kembali lagi mereka melewatkan waktu makan.
''Laper banget.'' gumaman Bintang dengan tangan mengelus perut ratanya.
''Biar aku pesenin makanan.'' sahut Langit. ''Kamu mandi aja dulu sambil nunggu makanannya datang.'' sambungnya lagi.
''Terimakasih suamiku...kamu memang pengertian.'' kata Bintang.
Cup
Bintang kemudian mengecup bibir Langit sekilas sebelum wanita itu berlari kearah kamar mandi untuk memberikan tubuhnya.
''Eh sudah berani ya sekarang!'' seru Langit yang tersadar dari rasa keterkejutannya
Wah ini adalah sebuah kemajuan, karena istrinya itu mau dan berinisiatif menciumnya terlebih dahulu.
__ADS_1