
❤️ Happy Reading ❤️
Seusai dengan semua kelasnya, Langit langsung bergegas meninggalkan area kampus.
Dia sudah tak sabar ingin segera kembali ke remah sakit dan melihat kondisi terkini sang kekasih.
Maklum sela ini belum pernah punya pacar, jadi sekalinya punya ya bucin..hehehe.
''Buru-buru amat.'' tegur Marsel yang tak sengaja ketemu dengan Langit di lorong kampus.
''Mau beliin pesenan nyonya, terus balik lagi ke rumah sakit.'' jawab Langit apa adanya tanpa ada yang di tutupi lagi.
''Boleh ikut kan?'' tanya Marsel.
''Tentu saja.'' jawab Langit. ''Aku duluan ya...'' katanya lagi.
''Oke, aku ikutin kamu dari belakang.'' sahut Marsel saat mereka sudah sampai di area parkir yang di peruntukkan khusus untuk para dosen dan staf pengurus.
Langit mengendarai kereta besinya dengan laju sedang, menyelusuri padatnya jalanan kota dengan mata yang terus melihat sekeliling jalan.
Si nyonya sedang menginginkan siomay khas Bandung saat ini dan atas saran dari mami Selin akhirnya Bintang tadi menghubungi Langit dan meminta untuk membawakannya nanti.
''Itu dia.'' gumam Langit saat melihat pedagang yang sedang mangkal di pojok taman.
__ADS_1
💕
''Bareng bro.'' seru Marsel yang juga baru tiba di parkiran rumah sakit.
''Loh kok bisa barengan sama Dio juga?'' tanya Langit.
''Ya iya lah, orang dia hubungi aku tadi.'' sahut Dio.
Tiga laki-laki tampan nan mapan itu pun langsung berjalan menuju di mana ruang rawat Bintang berada.
Cklek
''Kamu sudah pulang Lang.'' kata ibu Nanda melihat Langit yang baru saja masuk.
''Siang tante.'' sapa Marsel dan Dio bersamaan.
''Selamat siang.'' sahut keduanya.
''Bagaimana keadaan kamu sayang? apa masih ada yang sakit?'' tanya Langit yang menghampiri ranjang sang kekasih.
''Sudah jauh lebih baik.'' jawab Bintang.
''Besok di ulangi lagi ya...'' kelakar Langit, yang entah kenapa setiap mengingat kecelakaan yang menimpa Bintang kemarin...membuatnya merasa...ah entahlah bingung mau ngejabarinnya.
__ADS_1
Mendapat perkataan seperti itu sontak saja langsung membuat Bintang mengerucutkan bibirnya.
''Nih pesanan kamu.'' kata Langit lagi yang meletakkan pesanan Bintang di atas nakas.
''Sini biar ibu siapin.'' sahut sang ibu yang mendengar perkataan Langit.
''Kalian sudah dari tadi?'' tanya Langit.
''Kami belum lama sampai kok pak.'' sahut Heni.
''Hai Bi, semoga cepat sehat ya...'' kata Dio.
''Terimakasih Dio.'' ucap Bintang. ''Pak Marsel...'' gumam Bintang yang melihat salah satu dosennya ada di sana juga.
''Oh jadi kamu to Bi calon tunangannya Langit.'' seru Marsel. ''Ternyata sosok kekasih Langit yang bikin aku penasaran selama ini adalah mahasiswa aku sendiri.'' sambungnya lagi yang membuat semuanya terkekeh.
''Tapi awas jangan bilang-bilang sama yang lainnya loh pak...ini Ra...ha...si...a.'' kata Bintang.
''Tenang aja, aku tau kok...gini-gini aku itu juga sahabatnya Langit, sama seperti Dio juga Aris.'' sahut Marsel.
Di saat semua orang sedang bercengkrama bersama Bintang, justru Dio dan Resa malah asik sendiri.
Hubungan kedua orang itu jauh lebih dekat sejak perkenalan mereka berdua kemarin di pantai.
__ADS_1
Resa yang punya trauma dengan sebuah hubungan percintaan, nyatanya bisa menerima kehadiran Dio yang notabene terkenal sebagai seorang casanova.