Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 74


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"Bagaimana dok? Istri saya kenapa?" tanya Langit.


Terlihat raut wajah semua anggota keluarga Cakrabuana, jelas sekali jika mereka begitu mengkhawatirkan keadaan menantu keluarga itu.


"Kapan terakhir kali nyonya muda mendapatkan siklus bulanan?" tanya dokter Heru yang mengabaikan pertanyaan Langit, karena fokusnya saat ini pada sang nyonya muda.


"Em..." gumam Bintang mengingat kapan dirinya mendapatkan tamu bukannya.


Langit jadi teringat jika dirinya hampir tak ada hari libur, jika ada hanya satu hingga dua hari saja tidak sampai satu Minggu seperti biasanya.


"Kayaknya dari bulan kemaren kamu gak dapet deh yank." kata Langit pada sang istri.


"Eh iya sudah hampir dua bulan ini." sahut Bintang.


"Menurut analisa saya saat ini nyonya muda sedang berbadan dua, jadi untuk lebih memastikannya lagi tuan muda bisa mengajak nyonya muda untuk periksa ke dokter obgyn.

__ADS_1


"Baik dok terimakasih." ucap Langit.


Setelah dokter Heru berpamitan, semua anggota keluarga langsung mengucapkan selamat pada Bintang dan Langit.


Satu per satu anggota keluarga pun keluar dari kamar untuk membiarkan Bintang beristirahat.


"Terimakasih sayang." ucap Langit.


"Dari tadi kamu sudah ngucapin terimakasih terus loh mas." kata Bintang yang entah sudah berapa kali suaminya itu mengucapkan terimakasih dan tak hentinya mengecupi wajahnya sampai membuat Bintang terkekeh.


"Aku benar-benar sangat bahagia.'' kata Langit dengan wajah berseri. "Terimakasih sayang sudah hadir di perut mommy, daddy sudah gak sabar buat ketemu kamu...jangan nakal-nakal ya di perut mommy." ucap Langit mengecupi perut sang istri yang masih datar.


"Besok kita ke dokter ya..." kata Langit, karena gak mungkin mereka ke dokter saat ini sebab hari sudah sore hari...kasihan juga sama sang istri yang baru saja sadar dari pingsannya.


💕


Keesokan pagi, Bintang langsung pergi ke rumah sakit bersama dengan Langit. Mereka ke dokter kandungan yang telah di direkomendasikan oleh mami Selin dan juga Lana.

__ADS_1


Sesampainya di sana sudah banyak sekali ini hamil yang sedang duduk mengantri dengan di dampingi oleh suami mereka.


Tapi tenang saja, Langit dan Bintang tak perlu mengantri karena sang mami sudah membuat janji sebelumnya.


"Nyonya Bintang Cakrabuana?" tanya sang perawat ketika melihat Bintang dan Langit.


"Iya saya." sahut Bintang.


"Mari silahkan masuk." ucap sang perawat yang di angguki oleh Bintang.


Langit dan Bintang kemudian langsung masuk ke ruangan dokter.


"Ck, dasar orang kaya."


"Iya baru datang langsung masuk aja, padahal kita sudah nunggu dari tadi."


"Sus, kok mereka tak mengantri dulu...baru datang langsung masuk sedangkan kamu yang sudah datang dari tadi belum di panggil juga." protes salah satu ibu.

__ADS_1


"Jangan pilih kasih dong sus, mentang-mentang orang kaya terus di istimewakan." celetuk yang lainnya.


"Maaf ibu-ibu bukannya di istimewakan namun mereka sudah membuat janji dari kemarin." jawab sang perawat. "Kalau menurut nomor antrian mereka ada di nomor antrian pertama." sambungnya lagi. "Kalau ibu-ibu ingin di dahulukan...silahkan buat janji temu dokter dari satu hari sebelumnya." imbuhnya lagi yang langsung berhasil membungkam mulut ibu-ibu di sana. "Khem satu lagi ibu-ibu...mereka adalah yang punya rumah sakit ini." kata suster memberi tahu dan langsung pergi meninggalkan para ibu-ibu hamil untuk kembali masuk ke ruangan dokter.


__ADS_2