Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 39


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari demi hari telah terlewati, tak terasa sudah semakin dekat kedua insan yang merajut jalinan asmara naik ke tingkat selanjutnya yang lebih tinggi.


''Fitting baju sudah, milih konsep pernikahan sudah, milih desain undangan juga sudah.'' gumam Bintang.


''Yang belum itu milih cincin pernikahan kalian.'' sahut Lana yang mendengar gumaman calon kakak iparnya itu.


''Iya bener tuh.'' kata mami Selin menimpali. ''Kak, ajak Bintang buat milih cincin gih.'' perintah mami Selin pada putra semata wayangnya.


''Kalau besok aja gimana?'' tawar Langit yang enggan beranjak dari duduknya.


''Kalau bisa sekarang, sekarang ajalah mas...lagian besok kita juga ada jadwal buat prewed.'' kata Bintang.


''Ya udah ayok.'' Langit hanya bisa pasrah saat sang pujaan hati yang ikut bicara.


Bagai kerbau yang di cucuk hidungnya, Langit langsung pergi mengekor di belakang Bintang setelah berpamitan.


''Huahahaha...'' tawa Lana dan Lintang langsung pecah ketika kakak tertua mereka sudah tak ada di sana.


''Kakak lucu banget sih.'' kata Lana yang masih terbahak. ''Langsung nurut gitu saat kakak ipar yang ngomong.'' sambungnya.


''Bener banget...ini mah fix kakak kita benar-benar sudah ada pawangnya yang pas.'' sahut Lintang.

__ADS_1


''Hus kalian ini, sudah jangan ngomongin kakak kalian terus.'' kata mami Selin.


💕


''Mau pilih yang mana yank?'' tanya Langit saat salah satu karyawan toko yang di temani sang manajer mengeluarkan beberapa koleksi terbaru merek yang tentu saja limited edition.


''Em...coba yang itu mas.'' tunjuk Bintang pada salah satu cincin couple.


''Yang ini?'' tanya Langit memastikan.


''He'em.'' jawab Bintang


Bintang mulai mencobanya, begitu pula dengan Langit yang ternyata ukurannya sangat pas di jari manis tangan kanan mereka.


''Kami ambil yang ini.'' kata Langit. ''Tapi saya ingin ada ukiran nama kali di dalamnya.'' pintanya.


''Baik tuan.'' jawab sang karyawan.


''Jadi berapa semuanya?'' tanya Langit.


''Totalnya Rp145.350.000 tuan.'' jawab sang manager. ''Tuan bisa mengambilnya esok hari.'' sambungnya.


Langit pun dengan santainya langsung mengeluarkan salah satu kartu sakti miliknya untuk membayar.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Bintang, gadis itu sampai terperangah, nyatanya cincin yang dia pikir paling sederhana ternyata memiliki harga yang sangat fantastis.


Tak tau saja dirinya, jika cincin yang dia pilih adalah cincin terbaik dan hanya ada satu saja, di tambah dengan berlian yang tak besar namun mempunyai kualitas terbaik.


💕


''Mau kemana lagi sayang?'' tanya Langit saat mereka sudah keluar dari toko perhiasan.


''Pulang aja ya?'' kata Bintang yang menjawab namun ada kata tanya juga di dalamnya.


''Iya, tapi mampir ke toko kue dulu ya.'' sahut Langit yang di angguki Bintang.


Setelah membeli kue, mereka berdua langsung meluncur ke rumah Bintang.


''Ayah, ibu, adek...kakak pulang!'' seru Bintang yang membuat Langit geleng-geleng kepala melihat kelakuan calon istrinya itu.


''Kakak...kebiasaan deh.'' tegur ibu yang langsung keluar. ''Gak malu sama calon suami apa teriak-teriak gitu.'' katanya lagi.


''Ini bu'.'' kata Langit setelah menyalami calon ibu mertuanya.


''Apa ini? kok jadi repot-repot segala.'' kata ibu.


''Gak repot kok bu', cuma kue aja.'' sahut Langit.

__ADS_1


''Terimakasih calon mantu.'' ucap ibu. ''Kalian duduk dulu, ibu panggilin ayah di kamar.'' kata ibu lalu berjalan ke arah di mana kamar utama berada.


__ADS_2