
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi ini seperti biasa Bintang terbangun dalam dekapan sang suami yang membuatnya begitu hangat juga nyaman.
"Morning." sapa Langit dengan suara seraknya namun masih dengan menutup matanya, oh satu lagi jangan pula lupakan tangannya yang masih seti mendekap tubuh polos sang istri.
"Selamat pagi." sahut Bintang.
"Mau kemana sayang?" tanya Langit yang kali ini sudah membuka matanya karena pergerakan sang istri.
"Mau mandi mas, gerah." sahut Bintang.
"Mau mandi bareng?" tawar Langit dengan menaik turunkan alisnya menatap ke arah Bintang.
"Oh enggk...enggak...terimakasih, aku mandi sendiri aja." tolak Bintang dengan cepat.
Bukannya mandi tapi nanti malah jadinya mandi plus plus, ini saja tubuhnya masih begitu terasa sangat sakit...seperti tulangnya remuk semua karena ulah sang suami yang benar-benar mengeksekusinya semalaman dan baru tidur menjelang pagi.
"Cuma mandi, gak ada yang lain.'' kata Langit yang masih kekeh berusaha.
"No...big no." tolak Bintang yang kemudian meraih jubah tidurnya yang teronggok begitu saja di lantai dan mengenakannya.
__ADS_1
Bintang kemudian buru-buru ke kamar mandi dan tak lupa mengunci sebelum sang suami benar-benar menerkamnya lagi pagi ini.
Jauh berbeda dengan Bintang yang merasakan remuk serta lelah, berbanding terbalik dengan apa yang ditengah Langit rasakan.
Pria itu justru merasa lebih bugar dan bahagia sampai senyuman pun tak luntur dari bibirnya karena mendapatkan nutrisi dari sang istri.
💕
"Bahagia bener." kata Bintang yang melihat wajah cerah sang suami.
"Oh tentu saja kan sudah dapat vitamin full dari sang istri." sahut Langit sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Mau aku pijit..." tawar Langit.
"Enggak usah, terimakasih." sahut Bintang dengan cepat. "Aku cuma butuh istirahat sebentar." sambungnya lagi.
"Ya udah kalau begitu aku mau mandi dulu, nanti kalau ada yang datang buka saja karena tadi aku sudah pesan makanan untuk kita sarapan." kata Langit memberi tahu.
"Hem." sahut Bintang dan langsung merebahkan kembali tubuhnya di ranjang yang tentunya sudah bersih.
Tak begitu membutuhkan waktu yang lama untuk Langit membersihkan tubuhnya...karena hanya dia butuh mandi saja tak perlu berendam seperti Bintang.
__ADS_1
"Mas, makan dulu yuk...aku sudah laper banget." ajak Bintang dengan tangan yang memegang perutnya.
"Kenapa gak makan duluan kalau sudah laper?" tanya Langit sambil mengusap kepala Bintang.
"Ya kan aku nunggu kamu, lagian gak enak juga kalau sarapan sendiri." jawab Bintang.
"Ayo kita makan, biar aku suapi." kata Langit.
Mereka benar-benar makan dengan menggunakan sau piring satu sendok karena Langit benar-benar menyuapinya hingga semua makanan habis tak tersisa.
"Semoga saja si kecil cepat hadir di sini.'' kata Langit sambil mengelus perut rata Bintang. "Rasanya sudah tak sabar melihat hasil kerja keras kita selama ini.'' sambungnya lagi.
"Amin." sahut Bintang.
"Sepertinya usaha kita kurang keras lagi." kata Langit.
"Hah...kurang keras apanya?" tanya Bintang. "Kamu itu hampir gak pernah absen buat gempur aku mas, apalagi gak cukup kalau hanya sekali saja...masih bisa bilang usahanya kurang keras." cerocos Bintang. "Kamu mau bikin tulang aku patah semua apa..." katanya lagi dengan kesal.
"Hahaha bercanda sayang...jangan cemberut gitu dong, bikin tambah gemes tau." bujuk Langit saat melihat wajah Bintang yang cemberut.
Dia tak ingin kalau sang istri sampai marah, bisa-bisa katanya bakal di stop oleh Bintang.
__ADS_1