
❤️ Happy Reading ❤️
Kondisi tak begitu mengenakkan, Langit sama sekali tak bisa berkonsentrasi saat bekerja karena masalahnya dengan Bintang.
Seharian ini dirinya sama sekali tak bertegur sapa dengan sang istri, sungguh membuat moodnya bertambah buruk.
"Sore mam, pap." sapa Langit begitu masuk ke dalam rumah.
"Sore sayang." sahut mami Selin.
"Bintang mana mam?" tanyanya sambil celingak-celinguk melihat sekeliling mencari keberadaan sang istri.
"Belum pulang, katanya pulang agak telat." jawab mami Selin. "Memang dia gak bilang sama kamu?" tanya mami Selin yang seolah-olah tak tau permasalahan anak dan menantunya.
"Ponsel aku habis batre mam." jawab Langit.
"Kamu lagi gak ada masalah sama istri kamukan kak?" tanya papi Ardi yang juga hanya berbasa-basi sebentarnya. "Kalau ada masalah itu di bicarakan baik-baik kak." katanya lagi karena tak ada sahutan dari sang putra. "Satu lagi...usia kamu itu jauh lebih tua dari Bintang dan apalagi kamu itu seorang suami, jadi kmu harus bisa membimbing istri kamu, meredam amarah kamu, kamu harus bersikap lebih dewasa." nasehat papi Ardi.
"Iya pap." jawab Langit. "Aku ke kamar dulu." pamitnya.
__ADS_1
💕
"Huh..." Elang hanya mampu menghembus nafasnya secara kasar.
Baru satu malam sang istri tak tidur di sana, suasana bahan sudah terasa begitu berbeda.
Biasanya kalau dirinya pulang, akan ada Bintang yang menyambutnya di kamar dengan senyum merekahnya, tapi ini tak ada, biasanya kalau dia selesai mandi tinggal memakai pakaiannya karena sang istri pasti sudah menyiapkannya tanpa di minta, tapi ini tidak, kalau mau berangkat kerja ada yang membantunya bersiap...makan di layani tapi ini harus dia lakukan sendiri.
Langit langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi, dirinya akan menyegarkan tubuh serta otaknya terlebih dahulu.
Cklek
Begitu Langit ingin mendekat ke arahnya, Bintang langsung saja berdiri dan handak beranjak dari sana.
"Bi." panggil Langit dengan tangan yang sudah mencekal tangan Bintang agar wanita itu tak pergi.
"Aku mau mandi." kata Bintang yang mau tak mau Langit pun melepaskan tangannya.
Sambil menunggu Bintang selesai mandi, Langit memilih untuk memakai pakaiannya terlebih dahulu lalu memeriksa pekerjaannya sebentar.
__ADS_1
💕
"Sayang, aku..." kata Langit ketika melihat Bintang sudah rapi.
"Ayo turun, pasti yang lainnya sudah menunggu untuk makan malam." sela Bintang yang langsung melenggang pergi.
Langit hanya bisa menghela nafasnya dan mengikut Bintang keluar dari kamar.
Dan benar saja di ruang makan seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di sana hanya tinggal menunggu mereka berdua untuk memulai makan malam.
"Ah kalian sudah turun, ayu cepat duduk dan kita mulai makan malamnya." kata mami Selin.
Bintang dan Langit pun duduk di tempat mereka masing-masing dan mulai mengisi piring mereka dengan makanan, tapi kali ini Bintang memilih untuk mengambilkan makanan Langit seperti biasa.
Namun saat makan malam selesai dan mereka duduk di ruang keluarga, Bintang lebih memilih duduk di samping Lintang.
Dua orang itu begitu asik sendiri melihat ponsel yang ada di tangan Bintang tanpa menghiraukan Langit yang sedari tadi menatap ke arah mereka padahal sang papi sedang mengajaknya bicara mengenai perusahaan.
"Kalian kembalilah ke kamar, hari sudah malam...waktunya beristirahat." kata papi Ardi yang langsung berdiri dan pergi dari sana bersama mami Selin.
__ADS_1