
❤️ Happy Reading ❤️
Makan malam di keluarga Cakrabuana bertambah rame dengan hadirnya Langit juga Bintang di sana.
Seperti biasa seusai makan malam mereka akan bercengkrama sejenak di ruang keluarga ataupun di teras belakang, selain untuk lebih akrab dengan sesama anggota keluarga juga supaya makanan yang mereka makan dapat tercerna dengan baik...sebab seusai maka tak boleh langsung tidur.
''Kak, kamu sama Bintang tinggal di sinikan?'' tanya mami Selin yang membuat Langit serta Bintang seketika saling tatap. ''Masa kamu mau ajak Bintang buat tinggal di apartemen, kasihan Bintangnya...nanti kalau kamu kerja jadi sendirian di sana.'' kata mami Selin lagi yang berusaha membujuk putranya.
''Huft jujur kami sama sekali belum membicarakan hal ini mam.'' jawab Langit apa adanya.
''Bintang, kamu maukan tinggal di sini sayang? sama papi, mami juga Lintang?'' tanya mami Selin pada menantu perempuan satu-satunya di keluarga mereka dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
''Bintang terserah mas Langit saja mam, dimana suami Bintang tinggal, Bintang ikut.'' jawab Bintang dengan kata-kata cari aman.
Dari pada dia salah bicara, takut malah berabe jadinya.
''Jadi gimana kak? Bintang terserah kamu tuh katanya.'' kata mami Selin pada putranya lagi.
''Papi tak menuntut kalian untung tinggal di sini, tapi sebagai anak laki-laki satu-satunya dan terlebih paling tua...tentu saja kediaman utama ini akan jadi milik kamu dan istrimu kak.'' kata papi Ardi menimpali kata-kata sang istri. ''Bukannya pilih kasih atau membeda-bedakan, tapi kalau anak perempuan sudah pasti jika menikah maka dia akan ikut keluarga suaminya, seperti Lama dan Lintang pun nanti juga akan begitu.'' papar papa Ardi.
''Akan kami bicarakan berdua dulu pap, baru Langit bisa putuskan.'' sahut Langit yang tak mau egois memaksakan kehendaknya karena saat ini dirinya tak tinggal sendiri, ada Bintang yang pemikiran dan pendapatnya sangat di butuhkan serta perasaan juga kenyamanannya yang perlu dia perhatikan serta prioritaskan saat ini.
''Semuanya sudah beres pap, kantor juga sudah selesai di renovasi dan rencananya besok aku sama Lana mau cari furniture untuk ruangan aku'' jawab Rafka.
__ADS_1
''Eh tunggu-tunggu maksudnya gimana nih?'' tanya Langit yang memang tak tau apa-apa.
''Aku sama bang Rafka juga Lita akan pindah ke sini kak.'' sahut Lana. ''Perusahan bang Rafka akan berpusat di sini.'' sambungnya lagi.
''Wah tiap hari bakal seru dong...rame, apalagi ada Lita yang cantik ini.'' sahut Bintang dengan ceria, dia yang notabene kepengen adik perempuan dari dulu sudah membayangkan akan mengajak gadis kecil itu bermain serta mendandaninya sedemikian rupa...meletakan bermacam-macam jepit rambut dan segala pernak-perniknya yang lucu-lucu dan imut, auw pasti Lita akan lebih terlihat menggemaskan nantinya.
''Besok kami akan pindah di rumah kami sendiri kak.'' kata Lana memberi tahu.
''Yah...'' kata Bintang dengan lesu.
''Tapi kami akan sering-sering berkunjung ke sini dan kakak sama kak Langit juga bisa bergantian berkunjung ke rumah kami.'' kata Lana.
__ADS_1
''Benar kata Lana kak, lagian rumah kami juga tak jauh dari sini hanya beda beberapa blok saja.'' sambung Rafka. ''Kami tinggal di jalan Seroja.'' imbuhnya.
Pembicaraan terus berlanjut hingga satu persatu anggota keluarga berpamitan untuk kembali ke kamar masing-masing karena hari sudah semakin larut.