Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 37


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Seperti yang di katakan sahabatnya tempo hari, malam ini ketiga sahabat itu pergi untuk jalan bareng sama pasangan mereka masing-masing.


Karena sebelumnya para sahabat Langit juga ngajak ketemuan, jadi alhasil sahabat Langit ikut nimbrung aja bareng sama sahabat Bintang.


Malam ini Langit menjemput sang kekasih di rumahnya.


Begitu telah berpamitan dengan ayah Boby serta ibu Nanda, Langit dan Bintang langsung pergi ke tempat mereka janjian sebelumnya.


''Hai girl...'' sapa Bintang pada kedua sahabatnya yang ternyata sudah sampai duluan.


''Oh hai Bi, pak dogan...eh pak Langit maksudnya.'' kata Resa dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Terbiasa dengan sebutan dogan yang pra mahasiswa kampus sematkan untuk Langit, kadang suka membuat mereka keceplosan.


''Hahaha...santai aja kali Res.'' kata Bintang.


''Dogan apaan sih?'' tanya Dio.


''Eh ada Dio juga...'' kata Bintang. ''Khem...nampaknya semakin ada kemajuan nih.'' goda Bintang pada sang sahabat.


''Ish pertanyaan aku belum di jawab loh.'' protes Dio.


''Dogan...dosen ganteng.'' sahut Bintang sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Langit dan membuat pemuda itu tersenyum sambil geleng-geleng kepala sendiri.


''Iya para mahasiswa yang ada di kampus nyebut pak Langit itu dogan.'' kata Heni menimpali.

__ADS_1


''Wah...wah...wah...nampaknya sahabat aku ini banyak di gandrungi para mahasiswinya nih...'' ledek Dio.


''Hem bukan di gandrungi lagi tapi punya banyak fans fanatik.'' kata Bintang.


''Dan itu yang menyebabkan calon istri aku ini belum mau terekspos jika punya calon suami seganteng ini.'' goda Langit dengan narsisnya sambil menjawil hidung mancung Bintang.


''Aku belum siap aja jika sampai mereka aneh-aneh nantinya.'' kata Bintang. ''Masih mau cari aman dan adem ayem aja.'' sambungnya lagi.


''Hai bro.'' sapa Marsel dan Aris yang baru sampai bersama para wanita mereka.


''Ngaret.'' cibir Dio.


''Telat dikit doang.'' kilah Marsel. ''Biasalah malam minggu...jalanan rame...padat merayap.'' katanya memberi alasan.


''Cih, banyak alasan.'' decih Dio.


''Kak Aris, ini siapa?'' tanya Bintang pada sahabat sekaligus asisten sang tunangan.


Kalau dengan Marsel mereka sudah kenal, karena juga salah satu dosen mereka, Lena kekasihnya pun sudah kenal dan pernah bertemu, tapi kalau yang di bawa Aris...sama sekali belum pernah Bintang tau.


''Ini tunangan saya...Lisa.'' perkenal Aris.


''Hai kak Lisa...salam kenal, aku Bintang...'' kata Bintang yang langsung mengulurkan tangannya.


''Lisa.'' jawab Lisa menyambut uluran tangan Bintang.


Aryo, Heni serta Resa pun ikut memperkenalkan diri mereka masing-masing.

__ADS_1


''Sudahkan kenalannya, jadi lebih baik sekarang kita pesan makanan.'' usul Dio. ''Sudah lumayan laper soalnya.'' imbuhnya lagi.


Mereka suka menyetujui apa yang di katakan Dio, karena jam makan malam juga sudah hampir lewat.


''Beb, kamu mau makan apa?'' tanya Dio pada Resa yang mengalihkan atensi mereka semua jadi menatap ke arah Dio, bahkan Bintang dan Heni pun sudah kode-kodean dengan mata mereka seolah bertanya 'apa ada sesuatu yang tak mereka tau? ada hubungan apa antara mereka berdua?'


Bintang juga menatap ke arah Langit, dan seolah mengerti akan maksud sang kekasih...Langit pun menggeleng kecil tanda dirinya tak tau apa-apa.


''Khem.'' dehem Bintang agak sedikit keras sehingga dua orang yang masih sibuk melihat menu makanan dan membuat mereka penasaran, jadi mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Bintang. ''Ada hubungan apa kalian berdua?'' tanya Bintang dengan tatapan mengintimidasinya sehingga membuat Dio dan Resa diam tak berkutik. ''Jawab!'' sentak Bintang.


''Gila nih bu' bos tatapannya...sama persis sama pak bos.'' batin Aris saat melihat tatapan mata Bintang yang begitu tegas tak terbantahkan.


''Ka...kami...'' kata Resa.


''Biar aku yang jawab.'' potong Dio dengan tangan yang menggenggam tangan Resa. ''Jadi gini Bi, kami berdua memutuskan untuk menjalin hubungan.'' jawab Dio.


''Kalian pacaran?'' tanya Bintang sambil menaikkan sebelah alisnya. ''Sejak kapan?'' tanyanya lagi masih dengan ekspresi seriusnya.


''Tadi, saat kami mau kesini...kami baru jadian.'' jawab Dio.


''Akh...selamat ya zayeng...akhirnya gak jomblo lagi.'' seru Bintang yang sudah merubah maut wajahnya menjadi ceria juga bahagia.


''Selamat ya Res.'' ucap Heni. ''Kalau begitu makan malam kali ini kalian yang teraktir...ya anggap aja pajak jadian kalian.'' katanya lagi dengan enteng.


''Gampang, aku yang teraktir.'' kata Dio menyanggupi.


''Tapi ingat...kamu masih punya hutang penjelasan dan cerita sama kami berdua.'' kata Bintang yang langsung di angguki oleh Resa.

__ADS_1


__ADS_2