Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 82


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Mendadak suasana kediaman Cakrabuana menjadi heboh karena nyonya muda mereka hendak melahirkan.


"Bagaimana sayang?" tanya mami Selin yang hendak naik ke lantai dua tapi justru sudah melihat anaknya mengendong sang menantu turun menggunakan lift.


"Perut Bintang sakit mam dan tadi juga sempat ngompol di ranjang." jawab Langit.


"Itu pasti air ketuban." sahut mami Selin. "Ayo sekarang kita bawa Bintang ke rumah sakit, tadi mami sudah minta supir untuk siapin mobil." kata mami Selin.


Mereka berjalan menuju ke arah depan dan mobil juga sudah standby di sana.


"Lintang, dek...kamu gak usah ikut...nanti aja kamu nyusul ke sana." kata mami Selin mengambil tas yang ada pada Lintang.


Tas yang berisi keperluan Bintang juga keperluan baby.


Lintang tadi juga terbangun karena sang kakak pun menelpon dirinya seusai menghubungi sang mami.


"Iya mam." sahut Lintang.

__ADS_1


Papi Ardi duduk di depan samping supir, sedangkan Langit dan mami Selin duduk di belakang bersama dengan Bintang yang duduk di tengah-tengah mereka.


"Sakit mam." keluh Bintang dengan tangan yang terus menggenggam tangan Langit juga mami Selin.


"Iya mami tau sayang, ayo sekarang tarik nafas terus hembuskan perlahan lewat mulut." kata mami Selin.


"Sabar sayang...kamu harus kuat demi baby kita." kata Langit.


Tak tega, benar-benar tak tega melihat istrinya kesakitan seperti ini. Jika boleh meminta...lebih baik dirinya yang merasakan semua ini.


"Aduh mam...kayaknya baby-nya sudah mau keluar mam." seru Bintang yang merasakan kontraksi semakin kuat.


"Sayang...tunggu sebentar lagi ya...sebentar lagi kita sampai." kata Langit sambil mengelus perut sang istri mengajak bicara anaknya. "Daddy tau kamu sudah gak sabar ketemu dengan Daddy juga mommy...tapi tunggu sebentar lagi ya, kasihan mommy sayang." kata Langit lagi.


Begitu sampai di ruang sakit, Bintang langsung di bawa ke ruang persalinan karena pembukaan jalan lahirnya sudah masuk ke pembukaan sembilan saat di periksa dokter..jadi untuk proses melahirkan hanya tinggal menunggu satu pembukaan lagi.


Langit terus mendampingi Bintang hingga proses persalinan berlangsung.


Ucapan semangat disertai do'a tak henti-hentinya Langit guamamkan...hingga terdengar suara tangisan bayi yang sangat nyaring membuat perasan mereka lega juga bahagia.

__ADS_1


"Anak kita sayang...anak kita sudah lahir." kata Langit di sertai dengan tangis haru juga kebahagian. "Kamu wanita hebat...terimakasih sayang...terimakasih untuk segala perjuanganmu...aku mencintaimu." ucap Langit dan langsung mencium seluruh wajah sang istri tanpa terlewat satu inci pun.


Bintang tak bisa berkata apa-apa selain tersenyum dengan air mata yang menetes dari matanya.


Dirinya yang semula merasa sangat kekah juga sakit seakan sirna ketika mendengar suara tangis anak mereka untuk yang pertama kali.


Kini dirinya sudah menjadi seorang wanita yang sempurna dengan gelar baru...yaitu gelar sebagai seorang ibu.


❤️


"Selamat ya sayang." ucap mami Selin yang langsung memeluk tubuh menantunya yang terbaring, tak lupa pula di berikannya beberapa kecupan di pipi juga kening Bintang


Kini Bintang sudah di pindahkan ke ruang perawatan.


"Selamat ya nak." ucap papi Ardi.


"Terimakasih mam, pap." sahut Bintang.


"Eh cucu mami mana ini?" tanya mami Selin saat tak melihat keberadaan sang cucu di sana.

__ADS_1


"Sebentar mam, masih di bersihkan baby-nya." sahut Langit.


"Uh mami sudah gak sabar ingin ketemu sama cucu mami." kata mami Selin dengan wajah penuh kebahagiaan.


__ADS_2