
❤️ Happy Reading ❤️
Walaupun hanya pertunangan namun karena yang bertunangan dari keluarga yang biasa, jadi di buat semewah mungkin.
Apalagi ini adalah pesta seorang pengusaha muda yang sangat berpengaruh di dunia bisnis, dari keluarga yang mempunyai kerajaan bisnis tak main-main.
Yang datang ke sana rata-rata adalah para rekan sesama pengusaha...pejabat juga para staf dan petinggi perusahaan baik dari perusahan Cakrabuana maupun perusahan ayah Boby.
Sahabat Langit dan sahabat Ela pun turut hadir, kecuali para staf universitas yang memang tak diundang oleh Langit.
Alasannya tentu saja karena kalau ada mereka otomatis sosok Bintang sebagai tunangan Langit akan di ketahui semua orang, dan Bintang belum siap untuk itu.
Semua mata terpana saat sosok Bintang muncul bersama kedua orangtuanya ketika MC memanggil calon tunangan tuan muda Cakrabuana.
"Sangat cantik."
"Sangat serasi dengan tuan muda Cakrabuana...yang satu tampan dan satunya sangat cantik."
Dan masih banyak sekali bisik-bisik pujian yang terlontar untuk keduanya.
Karena masih bertunangan, jadi yang memakaikan cincin adalah kedua ibu mereka.
Mami Selin memajukan cincin terlebih dahulu ke jari manis Bintang sebelah kiri.
__ADS_1
"Terimakasih sayang...terimakasih karena telah mau menjadi bagian dari keluarga mami." ucap mami Selin ketika selesai memakaikan cincin.
"Aku yang berterimakasih mi." ucap Bintang.
Kini giliran untuk ibu Nanda yang memakainya cincin di jari tangan Langit sama seperti yang di lakukan mami Selin tadi.
"Selamat nak...semoga kamu bisa menjadi calon suami yang baik untuk putri bunda." ucap ibu Nanda.
"Terimakasih ibu." ucap Langit.
Mami Selin kembali maju untuk memberikan sesuatu pada Selin.
"Ini adalah gelang turun temurun dari keluarga papi...keluarga Cakrabuana...ini khusu untuk menantu perempuan tertua keluarga kami." kata mama Selin. " Gelang ini sekarang mami serahkan sama kamu sayang...karena kamu adalah calon nyonya Cakrabuana selanjutnya." imbuhnya lagi sambil memegang tangan kiri Bintang dan memakaikan gelang tersebut. "Mami harap kamu bisa menjaganya baik-baik." sambungnya lagi.
"Iya mi, Bintang akan menjaganya sebaik mungkin." sahut Bintang. "Terimakasih." ucapnya lagi.
Bebas dalam artian, bisa makan-makan...mengobrol.
"Wah kami tak menyangka ternyata calon besan tuan Ardi adalah tuan Boby yang notabene dulu mantan asisten tuan." kata salah satu kolega bisnis papi Ardi saat beliau menemuinya bersama Boby.
"Benar tuan, kami juga tak menyangka kalau ternyata anak-anak kami berjodoh." timpal ayah Boby.
"Ya dan saya cukup senang akan hal itu, dari pada sama yang lain yang kami tak kenal dengan baik keluarganya...mendingan sama yang sudah kenal dari awal." sambung Ardi. "Lagian istri Boby ini adalah sahabat istri saya tuan." imbuhnya.
__ADS_1
'Wah jangan-jangan ada perjodohan di sini..." seloroh salah satu dari mereka.
"Tadinya...tapi ternyata mereka telah menjalin hubungan duluan sebelum kami menjodohkannya...hahaha." kelakar Ardi.
"Bahkan kami sebagai orangtua cukup terkejut saat mereka mengatakan kau mereka berdua adalah sepasang kekasih." sambung Boby.
"Jadi ceritanya sebelum orangtua yang berkehendak...Tuhanlah yang lebih dulu melakukan kehendakNya." kata pengusaha lain.
"Berarti memang benar-benar berjodoh." sahut yang lain.
💕
"Apa kamu bahagia sayang?" tanya Langit.
"Tentu saja." jawab Bintang.
"Khem...berdua terus..." kata Dio yang baru saja datang bersama yang lain.
Di sana ada Resa yang tentu saja menjadi pasangan Dio, terus ada Marsel bersama sang tunangan Lena, ada juga Aris sang asisten bersama Lisa sang istri dan yang terakhir Heni dan Aryo.
''Cih ganggu aja.'' decih Langit.
''Mas, gak boleh gitu...mereka ini tamu kita loh.'' tegur Bintang.
__ADS_1
''Sukurin tuh di marahin sama cewek sendiri." cibir Marsel.
"Hahaha...akhirnya bos yang dingin ini ada juga pawangnya..." seloroh Aris yang membuat mereka semua tertawa.