Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 71


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"Mas, ini kita dimana?" tanya Bintang. "Kamu gak lagi berencana buat memutilasi akukan?" tanyanya lagi yang semakin ngawur, karena tempat ini sangat sepi...indra pendengarannya sama sekali tak mendengar apapun.


Ctak


"Auw..." keluh Bintang dengan meringis di sertai tangan yang langsung mengusap keningnya. "Aku itu nanya kok malah di sentil sih." keluh Bintang.


"Habisnya kamu ngomong yang tak masuk akal." jawab Langit.


"Ya kan gitu mas, di film-film itu...sudah gak suka sama istrinya, biar gak ribet urus cerai dan lainnya...malah istrinya di b****." sahut Bintang.


"Kamu itu kebanyakan nonton film." kata Langit. "Mulai besok kamu gak aku ijinin buat nonton yang begituan...pikiran kamu jadi ngelantur kemana-mana." sambungnya dengan kembali menuntun Bintang hingga tiba di tempat yang Langit maksud.


"Sudah sampai ya mas?" tanya Bintang saat Langit dan dirinya tak lagi melangkah.


"Siap ya sayang...dalam hitungan ke tiga aku buka penutup matanya." kata Langit memberi instruksi yang di angguki oleh Bintang.


Satu...Dua...Ti...ga...


SURPRISE...

__ADS_1


"Hah..." Binatang sampai menutup mulutnya...sangat-sangat speechless dengan apa yang di lihatnya saat ini...apa yang ada di hadapannya.


"Congratulation...buah manis dari segala kerja kerasmu sudah siap sekarang dan aku sangat bangga dengan segala pencapaianmu, selamat atas kelulusan sidang skripsimu, sayangku...cup." ucap Langit yang kini tengah memeluk Bintang dari belakang dan tak lupa di kecupnya pipi Bintang yang dekat dengan kepalanya.


Tanpa banyak kata Bintang langsung membalikkan tubuhnya dan memeluk Langit.


"Terimakasih mas...terimakasih untuk semuanya, suami terbaik dan tersayangku." kata Bintang .


"Kehm...di cuekin nih." kata Marsel yang membuat Bintang malu, dan bukannya melepaskan pelukannya dengan sang suami, tapi Bintang justru semakin menenggelamkan wajahnya di dada Langit...karena sudah di pastikan wajahnya tentu sudah seperti udang rebus saat ini.


"Serasa dunia milik berdua pokoknya" sindir Dio.


"Dasar sirik." cibir Langit.


Ibu Nanda dan ayah Bobi langsung mendekat ke arah anak dan menantunya berdiri.


"Kak." panggil ibu Nanda yang membuat Bintang langsung mengurai pelukannya. "Selamat atas kelulusanmu sayang...ibu dan ayah bangga padamu." ucap ibu Nanda yang sudah membawa Bintang ke dalam pelukannya.


"Selamat putri ayah...dan terimakasih karena kamu sudah memberikan kemampuan terbaikmu." kata ayah Bobi yang sudah bergantian memeluk Bintang.


"Terimakasih ayah, ibu, Bintang tak akan bisa seperti ini tanpa dukungan serta cinta dari kalian." ucap Bintang pada kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Selamat untuk kelulusan menantu mami, kami pun bangga dengan usaha serta kerja kerasmu selama ini." ucap mami Selin.


"Selamat ya nak..." ucap papi Ardi yang mengelus puncak kepala Bintang yang saat ini tengah berpelukan dengan sang istri.


"Terimakasih mami, papi atas segala pengertian serta perhatiannya selama ini." ucap Bintang.


Kemudian satu persatu dari yang ada di sana mengucapkan selamat untuk Bintang.


Di sana ada orangtua Bintang dan Langit, adik-adik dari mereka juga sahabat dari keduanya.


"Apa kamu suka sayang?" tanya Langit yang duduk di sofa dengan Bintang, tak lupa tangan pria itu terus mengelus puncak kepala serta sesekali membelai pipi sang istri karena Bintang juga tangan duduk bersandar pada dada bidangnya.


"Terimakasih mas atas kejutannya dan aku benar-benar sangat suka serta bahagia." sahut Bintang.


"Tapi ini semua gak gratis sayang." bisik Langit yang langsung membuat Bintang menegakan tubuhnya dan melihat ke arah Langit.


"Jadi aku harus bayar?" tanya Bintang.


"Iya." jawab Langit. "Dengan semua yang ada di tubuhmu." sambungnya lagi. "Satu malam penuh." imbuhnya dengan mengerlingkan sebelah matanya.


Bintang langsung mendengus kesal...karena sudah dapat di pastikan jika besok dirinya tak akan bisa bangun pagi dan pasti juga bangun dengan tubuh yang terasa remuk semua.

__ADS_1


__ADS_2