Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 26


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Pelan-pelan makannya...'' peringat Langit saat Bintang sangat lahap menikmati makannya.



''Habisnya tuh ini enak banget tau.'' sahut Bintang dengan makanan yang penuh di mulutnya bak seperti seorang anak kecil saja.


''Telan dulu baru ngomong, nanti tersedak.'' tegur Langit.


Uhuk...uhuk...


Baru juga Langit menutup mulutnya, sudah kejadian aja.


''Nah bener kan.'' kata Langit. ''Nih minum dulu.'' sambungnya lagi sambil memberikan satu gelas air mineral pada Bintang.


''Kamu sih do'ain aku keselek.'' kata Bintang setelah minum.


''Ya ampun sayang, siapa juga yang do'ain...aku tuh cuma ngasih tau kamu.'' kata Langit yang tak terima di tuduh begitu oleh sang kekasih.


''Lagian kamu tu Bi, lahap banget makannya...sudah kayak orang yang gak pernah makan aja.'' celetuk Heni.


''Aku itu lagi pengen bangat makan ini.'' kata Bintang.


''Atau jangan-jangan kamu...'' kata Heni lagi.


''Jangan-jangan apa?'' tanya Bintang.


''Jangan-jangan kamu lagi ngidam ya Bi.'' kata Heni yang menyambung kalimatnya tadi.

__ADS_1


''Beneran sayang kamu lagi ngidam...kamu hamil? anak siapa?'' cecar Langit.


''Anak kucing.'' sahut Bintang yang membuat para sahabatnya tertawa, tapi tidak dengan Langit.


''Sayang, aku serius.'' kata Langit dengan di tatapnya Bintang secara intens.


''Ck, kamu ini.'' decak Bintang. ''Aku itu lagi gak hamil...lagian mau hamil sama siapa juga...orang aku gak pernah aneh-aneh.'' kata Bintang.


Untung saja ibunya dan mami Selin sedang ke kantin, kalau sampai dengar bisa berabe jadinya, karena bisa-bisa urusannya jadi tambah panjang.


''Oh kirain beneran.'' kata Langit dengan lega. ''Di habisin ya...biar kenyang.'' kata Langit lagi.


Cklek


''Permisi.''


''Huh satu lagi perusuh datang.'' kata Langit.


''Oey cewek aku nih, enak aja di bilang perusuh.'' sahut Marsel.


''Aw kok aku di cubit.'' protes Langit.


''Gak sopan tau.'' kata Bintang.


''Hai, kenalin aku Lena.'' sapanya memperkenalkan diri pada yang punya kamar perawatan.


''Bintang.'' sahut Bintang.


''Oh iya ini aku bawain cake buat kamu, semoga suka ya...'' kata Lena lagi.

__ADS_1


''Terimakasih.'' ucap Bintang.


Kali ini para pria memilih untuk berbincang dengan duduk di sofa yang ada di pojok ruangan perawatan.


Sedangkan para wanita sendiri berada di sekitar ranjang pasien dan mengobrol bersama.


💕


''Hah, akhirnya pada pulang juga.'' kata Langit setelah semuanya berpamitan dan kini hanya tersisa mereka berdua saja.


''Eh kok gitu?'' kata Bintang.


''Habisnya pada berisik, bikin pusing.'' jawab Langit.


''Gak boleh gitu loh mas, niat mereka kesinikan baik...mereka mau jengukin aku.'' kata Bintang. ''Namanya juga lagi kumpul...jadi wajar saja kalau berisik.'' sambungnya lagi. ''Memangnya kamu...gak ketemu ayah, papi, temen...yang di bahas pasti bisnis melulu, gak capek emang? gak bosen?'' kata Bintang yang suka jengah kalau para pria sudah membicarakan tentang pekerjaan meski sedang dalam waktu santai.


''Sudah bisa protes ya sekarang...'' kata Langit yang bermaksud menggoda Bintang.


''Habisnya kalau ketemu gak ngomongin kerjaan apa gak ada bahasan yang lain gitu?'' kata Bintang. ''Aku yang dengerin aja capek tau.'' sambungnya lagi.


''Huft, itulah pekerjaan kami sayang...jadi aku harap kamu akan terbiasa dengan semua itu.'' sahut Langit dengan menggenggam tangan Bintang.


''Tau lah aku capek, pengen tidur.'' kata Bintang yang kini sudah merebahkan tubuhnya.


''Eh kok gitu...kamu marah sayang?'' tanya Langit kalang kabut.


''Enggak.'' sahut Bintang. ''Aku ngantuk.'' sambungannya.


''Huh.. baiklah, selamat istirahat sayang.'' ucap Langit yang tak lupa memberikan sebuah kecupan di kening Bintang.

__ADS_1


__ADS_2