
❤️ Happy Reading ❤️
Seusai sarapan, Lana beserta keluarga kecilnya langsung berangkat mencari furniture karena besok Rafka sudah harus berangkat untuk ngantor, Lintang pun sudah pergi karena ada janji dengan teman-temannya...biasalah anak muda.
Di rumah hanya tinggal pasangan paruh baya yang masih terlihat gagah, tampan dan cantik juga pasangan suami istri yang bari saja kemarin pulang bulan madu.
''Mam, pap, Langit sama Bintang pamit ya...kami mau ke rumah ayah sama ibu.'' pamit Langit langsung pada kedua orangtuanya.
''Iya, kalian berdua hati-hati dan salam sama keluarga Bintang.'' kata papi Ardi.
''O iya sayang, tolong bilang ke ayah dan ibu juga Bima ya untuk datang ke rumah Lana yang baru nanti malam...karena akan ada tsakuran kecil-kecilan untuk rumah batu mereka.'' kata mami Selin. ''Maaf mami gak bisa kesana buat ngundang mereka langsung.'' imbuhnya yang sebenarnya merasa tak enak hati pada sang besan.
''Gak apa-apa mam, nanti Bintang bilang ke mereka, mereka juga pasti ngerti kok.'' sahut Bintang.
''Terimakasih ya sayang.'' ucap mami Selin.
''Pap, mam, kita berdua langsung berangkat ya...takut kena macet di jalan.'' pamit Langit.
Setelah semua anak-anaknya pergi, mami Selin dan papi Ardi pun langsung bersiap.
__ADS_1
Rencananya mereka berdua akan pergi ke resto untuk memastikan hidangan yang akan di suguhkan nanti malam, juga akan melihat bagaimana persiapan untuk suvenir dan bingkisan untuk para anak yatim yang akan di undang nanti.
Berbagi...itukan yang selalu keluarga Cakrabuana tanamkan di keluarga mereka.
Mereka selalu mengatakan bahwa rezeki yang mereka dapat bukanlah semata milik mereka, tapi ada milik orang lain yang lebih berhak.
Dan jika mereka bahagian...tak ada salahnya mereka membagi kebahagiaan pada orang lain, agar orang lain juga ikut merasakan rasanya sebuah kebahagiaan.
💕
Cklek
Ibu dan ayah yang berada di dapur pun langsung berjalan menghampiri putri serta menantunya.
Pluk
''Auw...kok malah di geplak sih bu', ini anaknya baru datang loh...bukannya di peluk kek.'' protes Bintang dengan tangan yang mengelus salah satu lengannya yang di pukul sang ibu.
''Biarin.'' kata ibu Nanda. ''Sudah jadi istri...ada suaminya juga, masih aja kebiasaan teriak-teriak kayak akan kecil.'' cerocos ibu. ''Kamu ini apa gak malau sama suami kamu.'' sambungnya lagi.
__ADS_1
''Ayo Langit...kita duduk di teras belakang, biarin aja dua orang wanita itu.'' kata ayah Boby yang mengajak menantuya pergi dari sana.
''Ih ayah kok gitu.'' kata ibu Nanda.
''Ibu, dari pada ngomel terus...mendingan ibu sama Bintang bikinin kami minum.'' kata ayah Boby yang terus berjalan semakin menjauh.
''Ish ada apa sih berisik banget.'' protes Bima yang baru saja turun dari lantai atas. ''Huh pantas saja biang ribut datang.'' gerutunya.
''Eh apa kamu bilang, sekate-kate ya kamu ngomong kayak gitu sama kakak sendiri.'' kata Bintang yang tak terima dengan apa ya h di katakan adiknya itu.
''Lah emang gitu kenyatannya.'' kata Bima dengan acuh sambil berjalan menuju dimana ayah sama kakak iparnya berada. ''Heran sama kak Langit...cewek model kayak gini kok di ajak nikah.'' gumamannya lagi namun dengan suara agak keras.
''Kurang ajar ya kamu Bima!'' teriak Bintang yang membuat ibu Nanda langsung menutup kedua telinganya menggunakan tangan.
''Jangan teriak-teriak terus, kayak di hutan.'' omel ibu Nanda.
''Habisnya anak ibu tuh.'' sahut Bintang dengan muka yang cemberut.
Dari pada mendengar teriakan sang putri, ibu Nanda lebih memilih untuk pergi ke dapur membuatkan minuman untuk suami dan anak-anaknya.
__ADS_1
Merasa di cuekin membuat Bintang langsung menghentak-hentakkan kedua kakinya sebelum menyusul kemana ibunya berada.