
❤️ Happy Reading ❤️
Di cinta oleh orang yang kita cinta, di sayangi dan di terima dengan baik oleh kedua mertua serta anggota keluarga yang lain...ah betapa bahagianya hidup Bintang saat ini.
Cklek
''Kamu kok sudah rapi mas?'' tanya Bintang saat baru masuk ke kamar di dapatinya sang suami yang sudah rapi dengan stelan kemeja serta celana dasarnya.
''Aku ada meeting penting pagi ini sayang.'' jawab Langit.
''Jadi hari ini kamu sudah berangkat ke kantor mas? yah aku sendirian dong di rumah.'' keluh Bintang dengan wajahnya yang sudah cemberut.
''Jangan cemberut gini dong sayang.'' kata Langit yang kini sudah berdiri di hadapan Bintang. ''Kan ada mami juga di rumah.'' kata Langit lagi.
''Apa kamu mau ke tempat ayah sama ibu?'' tanya Langit.
''Gak enak mas, masa baru tadi malam dari sana...mau kesana lagi, yang ada aku bisa di beri siraman rohani sama ibu.'' jawab Bintang.
''Atau kamu mau ikut aku ke perusahaan aja?'' tawar Langit lagi.
__ADS_1
''Enggak ah, yang ada aku malah tambah bosen di sana nungguin kamu kerja.'' sahut Bintang dengan cepat karena tak setuju dengan ide suaminya itu.
''Ya udah kalau gitu sekarang lebih baik kamu mandi, biar kita bisa turun bersama buat sarapan sama yang lain.'' kata Langit.
Tanpa banyak kata, Bintang langsung melenggang begitu saja dari hadapan Langit menuju ke kamar mandi.
💕
''Pagi.'' sapa Langit dan Bintang yang baru turun, kebetulan seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di sana dan hanya menunggu mereka berdua untuk memulai sarapan.
''Maaf ya mam dan yang lainnya, kami terlambat turun.'' ucap Bintang yang merasa tak enak hati.
''Gak apa-apa sayang, kami juga baru saja duduk kok.'' sahut mami Selin.
Mereka semua makan dalam diam, hingga seluruh makanan di piring mereka habis tak tersisa.
''Gimana sudah kalian bicarakan mau tinggal di mana?'' tanya mami Selin seusai makan.
''Iya mam, kami akan tetap tinggal di sini.'' kata Langit yang memang semalam sudah di diskusikan dengan Bintang.
__ADS_1
Saat di berkunjung ke rumahnya kemarin pun, Bintang juga sudah meminta pendapat dari sang ibu.
''Wah, mami seneng dengernya.'' kata mami Selin dengan girang. ''Tenang saja sayang...mami sama papi bukan tipe mertua yang arogan, jadi kamu di sini senyamannya kamu saja...tak perlu sungkan pada kami karena di sini juga rumah kamu dan anggap saja kami seperti kedua orangtuamu sendiri.'' kata mami Selin pada Bintang.
''Iya mam.'' jawab Bintang.
''Hah senengnya, aku ada temen ngeghibah sama ngedrakor.'' seru Lintang.
''Eh apaan, gak ada ya...enak saja mau memonopoli istri kakak.'' protes Langit.
''Cih, dasar pelit.'' cibir Lintang.
''Mas, udah...katanya kamu ada meeting penting pagi ini.'' kata Bintang mengingatkan sekaligus melerai kakak dan adik itu.
''O iya aku lupa.'' kata Langit. ''Terimakasih ya sayang udah di ingetin.'' ucapnya. ''Kalau gitu aku berangkat dulu...'' pamitnya.
Bintang pun ikut kedepan untuk mengantarkan Langit setelah suaminya itu berpamitan pada kedua orangtuanya.
''Baik-baik di rumah ya...kalau ada apa-apa langsung hubungi aku.'' pesan Langit sambil menyelipkan anak rambut di balik telinga Bintang.
__ADS_1
''Iya mas, kamu juga hati-hati ya di jalan...jangan ngebut-ngebut...inget sekarang ada istri yang nunggu kamu kembali ke rumah.'' kata Bintang membalas ucapan sang suami. ''O iya satu lagi, jaga mata...juga jaga hati saat di luaran sana.'' pesannya.
''Iya sayang.'' jawab Langit yang kemudian mengulurkan tangannya untuk di salimi oleh Bintang, tak lupa juga di tinggalkan sebuah kecupan di kening istrinya itu.