Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 53


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari ini rencananya pasangan yang melakukan honeymoon itu kan berjalan-jalan menikmati indahnya tempat yang ada di sana.


Namun ya seperti kata Langit di awal, jika mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu di kamar di bandingkan di luar.


Bukan apa-apa...nyatanya CEO Cakrabuana grup itu masih terlalu di sibukkan dengan urusan pekerjaannya.


Bahkan tak jarang Langit melakukan zoom meeting dengan para kolega bisnisnya yang memang tak bisa di handle atau di wakilkan pada Aris sang asisten.


Belum lagi dirinya harus membuat tugas untuk para mahasiswanya di kampus.


Kadang hal itu membuat Bintang merasa jengah, dirinya merasa di abaikan.


''Jadi gak sih jalan-jalannya?'' tanya Bintang dengan ketus, pasalnya istri sang CEO itu sudah lebih dari setengah jam.


''Maaf sayang, tapi sepertinya kita tunda dulu ya jalan-jalannya, karena aku ada meeting sebentar lagi dan ini dadakan...urgent.'' ucap Langit yang sangat merasa bersalah.


''Huh tau gitu tadi aku pergi sendiri.'' kata Bintang dengan sangat kesal sambil melemparkan tasnya di atas ranjang.


Bahkan Bintang duduk dengan kasar dan langsung melepaskan flatshoes yang sudah di kenakan sebelumnya.

__ADS_1


Brak


Di lemparnya begitu saja, kemudian dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.


Kesel, marah, gondok, kecewa campur aduk jadi satu.


Bahkan Bintang juga merasa seperti di duakan dengan pekerjaan Langit.


''Baru aja nikah sudah di nomor duakan...gimana kalau sudah menikah lama, pasti di lupakan.'' gerutu Bintang dengan suara yang sedikit keras...sengaja supaya Langit mendengarnya.


Langit hanya bisa menghela nafasnya melihat serta mendengar apa yang di katakan oleh Bintang, dia juga berusaha mengerti bagaimana perasaan Bintang saat ini. Dia juga ingin hanya menghabiskan waktu berdua dengan istri tanpa gangguan dari apa dan siapa pun, tapi apa mau di kata...dia harus bisa bertanggung jawab dengan pekerjaannya.


💕


''Maaf sayang...aku jadi mengabaikanmu.'' ucap Langit sambil mengelus kepala Bintang. ''Aku harap ku bisa mengerti tentang kesibukanku dan terbiasa dengan semua ini.'' sambungnya lagi.


''Eugh...'' lenguh Bintang saat usapan Langit yang ternyata mengusik tidurnya.


''Sayang...'' panggil Langit. ''Maaf kalau aku jadi mengganggu tidurmu.'' ucapnya namun Bintang masih diam mengacuhkan. ''Mau jalan-jalan sekarang?'' tawar Langit.


''Gak usah, aku mau di kamar aja.'' sahut Bintang yang masih kesel.

__ADS_1


''Ayo dong sayang...please jangan marah ya...tolong ngertiin aku dengan segala kesibukan aku.'' bujuk Langit.


''Kita pulang aja.'' kata Bintang tiba-tiba.


''A...apa? maksudnya gimana sayang?'' tanya Langit memastikan apa yang baru saja di dengarnya.


''Kita pulang.'' jawab Bintang dengan tegas.


''Kenapa tiba-tiba?'' tanya Langit. ''Kita baru sampai kemarin loh.'' sambungnya lagi.


''Baru sampai kemarin atau kapan pun itu sama saja.'' sahut Bintang. ''Jadi kita pulang.'' imbuhnya yang benar-benar sudah merasa dongkol.


''Gak bisa gitu dong sayang.'' sahut Langit dengan tenang.


''Kenapa gak bisa? apa alasannya?'' tanya Bintang. ''Mau di sini, di sana atau di mana pun akan tetap sama...karena nyatanya kamu masih terlalu sibuk dengan segala pekerjaan kamu itu.'' kata Bintang.


''Sayang, tolong ngertiin kondisi aku...banyak orang yang bergantung pada perusahan dan banyak mahasiswa yang butuh ilmu dari aku.'' kata Langit.


''Makanya kita pulang saja biar kamu bisa langsung bekerja.'' kata Bintang. ''Kamu bilang aku harus mengerti dengan posisi kamu, sekarang aku yang bilang...coba kamu ngerti posisi aku.'' imbuhnya.


''Tapi...''

__ADS_1


''Gak ada tapi-tapian...pokoknya aku mau pulang.'' potong Bintang. ''Kalau kamu masih mau di sini...silahkan, aku bukan anak kecil yang agak bisa pulang sendiri.'' katanya lagi.


__ADS_2