Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 56


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Bintang dan Langit tak jadi kembali,mereka tetap melaksanakan honeymoon mereka yang sempat berantakan.


Langit tetap bekerja, namun tak seperti kemarin-kemarin dan hanya beberapa menit saja...em paling lama satu jam dan itupun atas persetujuan sang permaisuri, kalau permaisuri tak mengijinkan maka Langit pun tak berani untuk membuka pekerjaannya...dia tak ingin berantakan seperti kemarin dan luculah masak baru nikah beberapa hari sudah ribut-ribut aja kan harusnya masih mesra-mesranya.


''Sayang, apa semuanya sudah siap?'' tanya Langit menghampiri sang istri yang sedang menutup kopernya.


''Iya sudah mas.'' sahut Bintang.


''Yakin tak ada yang tertinggal?'' tanya Langit lagi.


''Yakin.'' jawab Bintang.


Honeymoon mereka telah berakhir yang itu artinya sudah satu minggu mereka di sana dan hari ini mereka akan kembali pulang ke ibu kota.


💕


Setalah melakukan perjalanan beberapa waktu, kini Bintang dan Langit telah sampai di depan kediaman keluarga Cakrabuana.


Mereka berdua memang tak memberi tahu tepatnya jam berapa mereka akan pulang.


Sengaja...ingin membuat kejutan untuk keluarga yang patinya sudah kangen pada keduanya.


''Tu...''


''Shutt...'' kata Langit dengan isyarat tangannya di bibir agar sang art menyapanya dengan keras. ''Pada di mana bik?'' kata Langit setengah berbisik.

__ADS_1


''Ada di belakang tuan, kebetulan non Lana dan keluarganya juga ada di sini.'' lirih sang art menjawab.


''Kopernya, tolong bawa ke kamar ya bik.'' pinta Langit.


''Baik tuan muda.'' sahutnya.


''Ayo sayang kita kasih kejutan ke mereka.'' kata Langit sambil mengandeng tangan Bintang untuk di ajaknya ke tempat di mana seluruh keluarganya berada.


Benar saja semua keluarganya berkumpul di sana, ada mami Selin, papi Ardi, Lintang juga Lana beserta anak dan suaminya.


''Surprise...'' seru Langit saat baru keluar dari rumah.


''Hah kalian...'' kata mami Selin yang langsung berdiri dari duduknya. ''Kok pulang gak ngabarin? kan bisa kita jemput.'' sambungnya lagi sambil berjalan menghampiri anak dan menantunya.


Grep


''Mam, anaknya gak di peluk juga ni.'' protes Langit.


''Ah tentu saja...putra mami.'' kata mami Selin yang berganti menjadi memeluk Langit. ''O iya gimana sama pesanan mami dan ibu?'' tanya mami Selin.


''Do'akan saja ya mam.'' ucap Bintang.


''Tentu sayang, mami selalu berdo'a yang baik untuk kalian...anak-anak mami.'' kata mami Selin.


''Mam, anak sama menantunya ajak duduk sini, kok malah di ajak ngobrol di situ.'' seru papa Ardi.


''Ah iya, mami sampai lupa pap.'' sahut mami Selin. ''Ayo sayang.'' ajak mami Selin yang langsung mengandeng tangan menantunya untuk di ajak di tempat dimana anggota keluarga yang lain berada.

__ADS_1


''Gimana kabar papi?'' tanya Bintang saat setelah menyalami ayah mertuanya.


''Seperti yang kamu lihat nak, papi sangat sehat.'' jawab papi Ardi.


''Tadi berangkat jam berapa kak?'' tanya Lana.


''Sekitar jam sembilan pagi.'' sahut Langit. ''Ini ponakan satu kok makin chuby aja sih pipinya, jadi pengen gigit.'' kata Langit dengan gemesnya pada Lita, putri Lana dan Rafka.


''Kak, gimana honeymoonnya? lancar? tempatnya bagus gak kak?'' tanya Lintang yang ingin tau apakah tempat itu memang bagus seperti yang banyak beredar di dunia maya.


''Bagus, bagus banget...pelayannya bagus, orangnya ramah-ramah, makannya juga enak.'' jawab Bintang.


''Akh jadi pengen kesana juga.'' kata Lintang.


''Dasar anak kecil...ikut-ikutan terus.'' cibir Langit.


''Eh anak kecil gini,aku juga sudah bisa bikin anak kak.'' bantah Lintang.


''Apa aku bilang?'' tanya Langit dengan penuh penekanan dan langsung memelototkan matanya.


''Hehehe pis kak...cuma bercanda.'' kata Lintang dengan jari telunjuk dan jari tengah yang di bentuk sepeti huruf V, jujur dirinya sangat takut melihat reaksi kakak laki-lakinya itu.


''Awas ya kalau kamu aneh-aneh...gak ada ampun buat kamu.'' ancam Langit yang membuat nyali Lintang menciut seketika.


Lana dan Lintang memang jauh lebih takut pada Langit di bandingkan dengan papinya, karena kakak laki-laki mereka itu tak kan segan-segan memarahi bahkan memberi hukuman jika mereka berbuat salah.


Dan jika Langit sudah melakukan itu semua, bahkan sang mami dan papi mereka pun hanya akan diam saja tanpa membela mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2