
Denia masih dalam fikiran kosongnya setelah melihat orang yang ada dihadapannya adalah Britsh sang pemilik hotel. Britsh menatapnya dengan pandangan datar.
Britsh masih menggunakan piyama karena dia baru saja terbangun dari tidurnya ketika Denia datang.
"Ada apa pagi-pagi kesini?"tanya Britsh yang pura-pura tak tahu apa tujuan Denia datang ke kamarnya.
"Begini pak, saya.." kata Denia dengan ketakutan. dia menjadi tidak tahu apa yang harus dikatakan, karena baginya pasti dia langsung dipecat karena tak menemukan jam tersebut. Denia meraba jam tangan yang dibelinya kemarin sepulang dari hotel di pasar. dia merasa bingung harus memberikan jam tangan tersebut atau tidak, karena memang jam tangan yang dibelinya tak sebanding dengan harga jam tangan yang hilang.
"Ada apa datang kesini?, mengapa hanya diam"tanya Britsh.
"Saya ingin memberikan ini untuk bapak"kata Denia. dia akhirnya memberanikan diri menyerahkan jam tangan tersebut dengan kedua tangannya dan kepala yang menunduk.
Britsh mengambil jam tangan tersebut dengan satu tangannya. Mata nya melihat-lihat jam tangan tersebut.
"Apa kamu ingin mengganti jam ku dengan barang murahan ini?"kata Britsh dengan sombongnya. Denia langsung mengangkat kepalanya merasa kesal dengan perkataan Britsh tersebut namun tak bisa berbuat apa-apa karena menurutnya memang perkataan Bossnya tersebut benar.
"Bukan begitu, maksud saya bapak ambil saja dahulu jam ini sebelum saya menemukan jam tangan bapak"kata Denia. Sebenarnya Denia tak yakin bisa menemukan jam tangan tersebut, kaeena dia sudah membongkar seluruh sampah tetapi tak menemukannya.
'Kapan kamu akan menemukan jam tangan saya?"tanya Britsh. dia tersenyum melihat wajah Denia yang kebingungan dan menundukkan kepala. Denia tak bisa menjawab pertanyaan Britsh teraebut karena tak yakin dapat menemukannya.
"kamu tahu itu jam tangan limited edition, saya beli langsung dari paris"kata Britsh sehingga membuat Denia semakin merasa bersalah. dia tak tahu bagaimana cara mengganti jama tangan tersebut namun dia juga tak ingin dipecat.
"Saya akan mencarinya lagi pak"kata Denia.
"Ya sudah kamu cari lagi sana, setelah bertemu baru datang lagi kesini, ini saya simpan sebagai jaminan"kata Britsh. Jam tangan pemberian Denia akan disimpan Britsh sebagai jaminan akan jam nya yang hilang. Meski sebenarnya jam mahalnya tak benar-benar hilang. Setelah Denia pergi, Britsh mengambil jam tangan mahalnya yang diletakkannya dilemarinya, kemudian membandingkan dengan jam tangan pemberian Denia.
__ADS_1
"Yang ini bagus juga"kata Britsh melihat pada jam tangan pemberian Denia. dia menyimpan jam tangan pemberian Denia tersebut disamping jam tangan mahalnya. Britsh tersenyum karena merasa berhasil mengerjai Denia, dia membayangkan kalau Denia sekarang pasti merasa sangat bersalah dan terus mencari jam tangannya.
Britsh kemudian melangkah kekamar mandi setelah menggunakan handuk menutupi bagian bawahnya saja, sementara bagian atasnya telanjang dada yang memperlihatkan ototnya yang sixpack dan badannya yang bagus. Kulitnya tampak mulus, meski dia seorang laki-laki.
****
Denia mendatangi kembali pembuangan sampah, namun semua sampah tersebut sudah dikirim ke pembuangan sampah umum. Denia melihat Pria paruh baya bernama pak Didi yang biasa mengantarkan sampah ke tempat pembuangan sampah umum. Pak Didi berjalan menuju psintu masuk. Denia memanggil pak Didi untuk menanyakan ke mana semua sampah itu dibuang. Pak Didi memberitahukan tempat pembuangannya yang letaknya agak jauh dari hotel. Denia memutuskan untuk pergi karena tugasnya dihotel juga sudah selesai.
*****
Denia berjalan dengan sangat lesu setelah dia pulang dari tempat pembuangan sampah umum. Ekspresinya sudah memberitahukan kalau dia tak berhasil menemukan jam tangan mahal milik bossnya. Langkah kakinya semakin tak berdaya ketika melihat Britsh dari kejauhan yang saat itu sedang berjalan bersama pak Broto dan beberapa karyawan lain di dalam koridor hotel. Denia menyembunyikan wajahnya karena takut diketahui oleh Britsh.
Denia merasa lega setelah tak melihat Britsh lagi, tetapi dia bingung apa yang akan dia katakan nanti pada Britsh, sampai dia berpikir akan keluar diam-diam dari perusahaan tersebut. tetapi dia berpikir lagi bagaimana kalau Britsh melapor ke kantor polisi, pasti polisi akan melacak keberadaannya. Denia menggelengkan kepalanya dengan fikiran tak jelasnya.
"Kamu sedang apa?"tanya Jenita sambil menepuk pundak Denia. Rasanya jantung Denia akan keluar dari dalam tubuhnya. dia pun menarik nafasnya dalam untuk melegakan rasa shock nya.
"kamu membuatku kaget"kata Denia.
"kamu ngapai di sini?, apa sudah bertemu jamnya?"tanya Jenita. Jenita mengetahui kepergian Denia ketempat pembuangan sampah umum. tetapi yang dia bingung mengapa Denia malah berada di lobi depan hotel bukan keruang Karyawan Cleaning servis. Karena lobi depan hanya dikhususkan bagi karyawan staff hotel dan tamu hotel bukan pegawai cleaning servis. Denia tak sadar sudah berjalan kesana, untung tak ada staff hotel yang melihatnya kecuali Jenita.
****
Denia mencari keberadaan Britsh, dia ingin mendapat kan permintaan maaf dari Britsh karena menghilangkan jam tangan mahalnya. dia tak ingin dipecat dan rak ingin masuk penjara. Dalam fikirannya dia akan mengganti jam tersebut dengan separuh gajinya.Denia mencari Britsh keruangannya namun tak bertemu, dia pun mencari kekamar tempat Britsh menginap namun tak mendapat jawaban dari dalam kamar. Denia melihat pak Broto yang selalu bersama Britsh ke mana pun Britsh pergi.
"Pak, apa bapak melihat Pak Britsh?"tanya Denia.
__ADS_1
"mengapa nona mencari tuan?"tanya Pak Broto.
"kata Pak Broto"Ada hal penting yang ingin saya katakan"kata Denia.
"Tuan sedang makan direstaurant hotel"kata Pak Broto.
Denia langsung melangkah pergi meninggalkan pak Broto setelah mengucapkan terima kasih. Denia tiba direstaurant, dia melihat Britsh makan sendiri dikursi pojok. restoran tersebut sangat privasi dan mewah. Tak banyak tamu yang datang kesana. Denia melangkah dengan sangat hati-hati kemeja Britsh. Britsh sedang menikmati makanannya. Namun dia terhenti karena melihat seseorang datang kemejanya. Setelah melihat orang didepannya adalah Denia. Britsh langsung menyelesaikan makannya dan mengelap mulutnya dengan sapu tangannya. Kepala Denia menunduk, dia meminta maaf karena rak bisa menemukan jam tangan milik Britsh tersebut.
"Saya sudah menemukannya"kata Britsh
"Benarkah?"tanya Denia, dia menaikkan kepalanya. Britsh memperlihatkan jam tangan mahalnya tersebut pada Denia. Denia merasa senang memegang jam tangan tersebut, dia pun memegang jam tangan tersebut yang melingkar ditangan kiri Britsh.
"Dari mana bapak mendapatkanny?"tanya Denia. dia merasa heran bagaimana Britsh menemukan jam tersebut, padahal dia tak berhasil menemukannya meski sudah membongkar tumpukan sampah.
"Saya menemukannya dikamar saya"kata Britsh dengan santainya. Denia merasa senang dan bersyukur akhirnya jam tangan tersebut ditemukan, sehingga dia tak perlu menggantinya.
"Apa kamu senang?"tanya Britsh.
"dia"kata Denia dengan senyuman bahagia.
"Karena jam ini tak pernah hilang"kata Britsh. Mendengar perkataan Britsh tersebut membuat Denia terkejut.
****
Bersambung...
__ADS_1