Denia Aku Sangat Mencintaimu

Denia Aku Sangat Mencintaimu
Episode 4 - Di PHK


__ADS_3

Saat di cafe, Denia dan Nindi sedang menonton acara televisi, saat cafe sepi dari pengunjung. Mereka secara kebetulan menonton acara penyambutan Direktur baru, di hotel Sentosa yang sedang ditayangkan di salah satu siaran televisi. Hotel Sentosa merupakan hotel terpandang. Selain bangunannya yang luas dan megah, keluarga Sanjaya juga sangat terpandang.


"Dia hebat ya, masih muda sudah menjadi CEO" ucap Denia kagum saat melihat Britsh memperkenalkan dirinya.


"Kakeknya seorang miliarder, kabarnya dia punya 2 cucu, mereka sangat hebat-hebat kuliah di America, kalau tidak salah di Oxford" ucap Nindi menjelaskan. "tetapi mengapa hanya satu cucu yang ditampilkan?, ke mana cucu nya yang satu lagi?" sambung Nindi dengan penuh tanya.


"Kamu kenal mereka?" tanya Denia yang tak menyangka sahabatnya mengetahui Silsilah keluarga mereka.


"Siapa yang tak kenal keluarga Sanjaya pemilik Hotel Sentosa?, mereka termasuk orang terpandang dinegara ini, bahkan semua media sedang bahas mereka sekarang."ucap Nindi menjelaskan.


"Hotel Sentosa?" Tanya Denia dengan ekspresi terkejut, seolah dirinya pernah mendengar nama hotel itu sebelumnya.


"Iya, mengapa?" Tanya Nindi yang heran dengan ekspresi raut wajah Denia.


"Gak apa-apa, hanya saja aku pernah dengar nama itu" ucap Denia, sambil mengingat-ingat di mana nama hotel itu pernah disebutkan.


"Tentu saja kamu pernah dengar, berita keluarga mereka di mana-mana jadi sorotan" seru Nindi yang tidak tahu maksud Denia lebih rinci.


*****


Denia sudah tiba dirumahnya, dan langsung menuju kekamarnya, Delia yang duduk dikursi hanya melihat kakaknya tersebut dengan ekspresi dingin. Denia membuka sebuah kotak kecil tempat barang-barang peninggalan ayahnya, mencari-cari di mana barang yang sedang difikirkannya itu berada.


Setelah membongkar isi kotak tersebut, akhirnya Denia menemukan sebuah kartu tanda pengenal ayahnya saat masih menjabat sebagai manajer d


sebelum ayahnya meninggal. Denia melihat nama hotel tempat ayahnya bekerja sama dengan yang ditontonnya hari ini yaitu Hotel Sentosa.


FLASH BACK


Ayah Denia baru saja diterima kerja di sebuah perusahaan san membuatnya sangat bahagia, sehingga saat mendapatkan kartu tanda pengenal, dirinya memamerkan pada istri dan anaknya. Denia saat itu masih berusia 11 tahun dan Delia masih 1 tahun.

__ADS_1


"Lihatlah ayah sekarang bekerja di mana?" Tanya Pak Dedi sambil menunjukkan kartu tanda pengenalnya pada Denia dan istrinya yang sedang menggendong Delia.


Ibu Reni yang melihat suaminya sangat bersemangat menjadi penasaran, di mana sebenarnya tempat pak Dedi bekerja.


"Ayah diterima bekerja sebagai manajer di keluarga Sanjaya, Hotel Sentosa" kata pak Dedi penuh semangat. Ibu Rena yang mendengarnya sangat senang sekali. Pak Dedi merupakan orang kepercayaan dihotel Sentosa tersebut setelah bekerja selama 1 tahun, gajinya naik dan langsung membeli rumah.


FLASH OFF


Denia memeluk kartu tanda pengenal ayahnya itu sambil menangis. dia merasa ayahnya sangat mencintai perusahaan tersebut. Sesaat Denia teringat ada seorang wanita paruh baya di tempat pengevakuasian mayat orang tuanya. Namun, Denia hanya bertanya-tanya dalam hatinya siapa wanita itu tanpa mencurigainya.


****


Tibalah saatnya pengumuman Pemberhentian karyawan diperusahaan xxxx tempat Denia bekerja. Denia berjalan kekantornya dengan penuh was-was. Tangannya terasa dingin karena memikirkan apakah dia salah satu karyawan diPHK. dia melihat, karyawan lain sudah ramai dipapan pengumuman, ada yang meninggalkan papan pengumuman dengan tangis, ada yang bahagia dan ada yang biasa saja. Dengan mempercepat langkahnya,Denia berjalan menuju papan pengumuman tersebut. Matanya sesaat dipejamkan seolah takut melihat hasilnya. Denia dengan perlahan membuka matanya untuk melihat daftar nama-nama karyawan yang diPHK sambil berdoa agar dirinya tidak termasuk didaftar itu.


Dugaannya ternyata salah karena nama nya ternyata termasuk dari salah satu karyawan yang diPHK.


Ekspresinya berubah menjadi lemas, dirinya tak menyangka akan diPHK disaat seperti ini. Denia mencoba menemui bossnya, yang berada diruangannya.


"Ada, apa? Tanya pak wibowo yang masih tak mengerti tujuan Denia menemuinya.


"Saya mohon jangan pecat saya pak, saya janji akan bekerja dengan giat"ucap Denia memohon sambil melipat kedua tangannya memohon.


"Saya minta maaf, karena perusahaan sedang bangkrut, keuangan perusahaan sedang buruk jadi saya harus mengurangi jumlah pegawai"ucap pak wibowo. Dirinya membenarkan kacamatanya yang sedikit turun." Gaji kamu nanti akan diberikan sesuai biasanya" sambung pak Wibowo sebelum melangkah meninggalkan Denia yang masih terdiam. wajahnya terlihat tertunduk tak berdaya .


****


Denia berjalan menuju halte bus yang berada didekat kantornya. dia hendak pulang setelah menerima amplop yang berisi pesangon gajinya selama sebulan. dia melihat amplop yang berada di dalam tasnya tersebut. Fikirannya kacau sekali, tidak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.


Namun saat berjalan, Denia melihat pengumuman selebaran sedang bertebaran dijalan karena tertiup angin. dia memungut selebaran itu dan membacanya. Ternyata selebaran tersebut milik perusahaan sentosa, orang yang dilihatnya diacara televisi yang ditontonnya kemarin dan tempat ayahnya pernah bekerja. Dalam selebaran tersebut ada beberapa jenis lowongan yang dibutuhkan, diantaranya karyawan bagian staff kantor dan karyawan untuk bersih-bersih kamar hotel.

__ADS_1


Denia merasa kalau dirinya tidak cocok sebagai karyawan staff karena dirinya tidak memiliki Ijazah kuliah. Sehingga Denia memutuskan untuk melamar bagian bersih-bersih kamar hotel.


Denia pulang dengan membawa selebaran tersebut. Nindi yang melihat Denia dengan selebaran ditangannya bertanya apa yang dipegang sahabatnya itu.


"Apa itu" tanya Nindi penasaran.


" oh ini selebaran lowongan kerja" jawab Denia sambil membuka selebaran tersebut.


Nindi mengambil selebaran tersebut dari tangan Denia karena merasa penasaran. Denia pun menyarankan Nindi untuk melamar kerja di sana juga. namun dia menolak dengan alasan kalau dia harus menemani ibunya yang sedang sakit.


"Apa kau termasuk karyawan yang diPHK?" Tanya Nindi, yang curiga sahabatnya tersebut sudah pulang lebih awal dari biasanya.


"Iya, makanya aku akan mencoba melamar kesana besok"kata denia sambil menunjuk selebaran yang dipegang nindi tersebut dengan jari telunjuknya.


"Semoga kamu berhasil ya, ucap Nindi memberi semangat pada Denia.


*******


Keesokan harinya Denia bersiap-siap berangkat untuk mengantar surat lamaran ke Hotel Sentosa, dengan amplop berwarna kuning ditangannya. Serelah tiba diHotel Sentosa, dia melihat-lihat ruangan yang luas tersebut untuk mencari ruangan Personalia untuk menyerahkan lamarannya.


Denia kembali dari ruang bagian Personalia tempat perekrutan pegawai setelah menyerahkan surat lamarannya. Saat berjalan dilorong gedung, dia berpapasan dengan Britsh yang baru saja melaksanakan rapat bersama pak Perdana yang merupakan asisten Britsh yang juga sudah mengabdikan diri selama 20 tahun untuk keluarga Sanjaya dan Hotel Sentosa. Baik Denia maupun Britsh hanya focus pada langkah mereka tanpa memperhatikan satu sama lain.


*******


Denia pulang kerumahnya dengan pandangan diarahkannya kebawah. Tanpa sengaja dia menabrak seseorang yang berjalan dari arah depannya.


Auuuuuuu... seru Denia menahan sakit di bagian kepalanya


"Maafkan saya, saya tidak sengaja"ucap denia yang langsung membungkukkan badannya karena sadar kalau dialah yang tidak fokus jalan.

__ADS_1


"Kamu?" Tanya pria itu setelah mengenali wajah Denia. Denia terkejut, karena orang tersebut bukannya marah, tetapi malah mengatakan kamu, seolah pria itu mengenal dirinya. Denia pun mengangkat kepalanya dan melihat kembali pria yang sudah ditabraknya tersebut. Wajahnya datar karena merasa tak mengenali pria tersebut. Ternyata pria itu adalah Steven, orang yang pernah menyelamatkan Denia beberapa hari yang lalu.


********


__ADS_2