Denia Aku Sangat Mencintaimu

Denia Aku Sangat Mencintaimu
Episode 33 - kedatangan tante Sofia


__ADS_3

Britsh sedang berdiri di jendela kaca ruang kerjanya, menatap ke sudut kota dengan tatapan kosong. Tiba - tiba ia tersadar karena ada yang mengetuk pintu.


Tok..tok..tok..


"Masuk" kata Arya.


"Permisi, pak. Ini kopinya" kata Denia seraya berjalan menuju meja kerja Britsh untuk meletakkan kopi.


"Kamu sudah datang"kata Britsh sembari tersenyum.


"Iya, pak"kata Denia.


"Saya permisi pak"kata Denia sembari berbalik untuk kembali ke ruang kerjanya.


"Tunggu swbentar"kata Britsh.


Langkahnya terhenti karena mendengar Britsh memanggilnya."Iya pak?, masih ada yang perlu saya bantu?"tanya Denia.


"Tidak, hanya ada yang ingin saya tanyakan"kata Britsh.


"Tanyakan?, tanyakan apa pak?"tanya Denia tidak mengerti.


Britsh menghela nafasnya, seolah ia ragu apakah ia tidak masalah untuk menanyakannya karena sebenarnya itu adalah masalah pribadi Denia.


" Kemarin kamu kenapa tidak ke cafe?"tanya Britsh.


"Oh, kemarin saya ada masalah pribadi pak. "kata Denia.


Britsh hanya menganggukkan kepalanya, kalau Denia mengatakan urusan pribadi itu artinya, ia tidak perlu menanyakan secaea detil.


"Apa kemarin bapak datang ke cafe?"tanya Denia.


"Iya, saya mampir sebentar".kata Britsh.


Denia merasa tidak enak karena ia tidak menepati janjinya untuk bertemu Britsh di Cafe.


"Maaf ya pak"kata Denia.


"Oh, tidak apa-apa. Kenapa harus minta maaf?"tanya Britsh.


"Karena bapak datang ke cafe tapi tidak menemui saya"kata Denia.


"Tidak usah minta maaf, lagian saya juga ke sana memang mau pesan minuman"kata Britsh agar Denia tidak merasa bersalah padanya.


"Minuman buatan teman kamu enak juga kok"canda Britsh.


"Jelas dong pak, dia kan senior kerja di sana" jawab Denia sembari tersenyum. "Kalau begitu saya kembali ke meja saya ya pak" kata Denia.

__ADS_1


"Baiklah"jawab Britsh.


Setelah Denia kembali ke meja kerjanya, Britsh menikmati kopi buatan Denia.


"Dia benar-benar pintar membuat kopi"puji Britsh.


Ibu Sofia turun dari mobilnya tepat di depan hotel Sentosa Group, dengan stelan


Ia berjalan masuk ke dalam gedung untuk menemui Britsh yang ada di lantai 20. Ibu Sofia di temani oleh satu pengawalnya.


Tingg...


Ibu Sofia tiba di lantai 20, dimana lantai tempat ruang kerja Britsh berada. Denia yang melihat kedatangan Ibu Sofia, langsung mendekati ibu Sofia.


"Maaf ya, ibu siapa dan cari siapa?"tanya Denia dengan sopan sembari membubgkukkan badannya.


"Kamu siapa?, sepertinya saya belum pernah melihat kamu disini" tanya ibu Sofia.


"Saya Denia bu, saya baru saja di pindah tugaskan di sini sebagai asisten pribadi oleh pak Britsh beberapa hari yang lalu."kata Denia.


"Oh, saya mau ketemu Britsh. Dimana dia?"tanya ibu Sofia.


"Kalau boleh tahu ibu siapa ya?"tanya Denia sekali lagi dengan sopan.


"Saya tantenya"kata ibu Sofia.


Denia mengantarkan ibu Sofia sampai di depan di depan pintu.


Tok...tok..tok...


"Masuk"jawab Britsh.


Denia mempersilahkan ibu Sofia untuk masuk dan ia segera kembali ke meja kerja nya.


"Oh tante, ada apa tante?"tanya Britsh sembari berdiri menyambut kedatangan tantenya tersebut.


"Bagaimana dengan Steven?, apa dia sudah ada kabar?"tanya tante Sofia cemas.


"Britsh diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan tantenya" Belum tante" jawab Britsh lirih.


"Kemana anak itu perginya?" batin tante Sofia kesal.


Oh, ya, siapa gadis yang di luar itu?. Tante baru melihatnya di sini" tanya ibu Sofia.


"Namanya Denia tante. Dia sebelumnya di cleaning service, tapi saya pindahkan ke bagian asisten pribadi saya di kantor buat bantu saya" kata Britsh.


"Oh, begitu?. Tapi kenapa kamu memindahkannya sebagai asisten pribadi kamu?. Jangan-jangan kamu jatuh cinta ya sama dia?"tanya tante Sofia menggoda Britsh.

__ADS_1


"Ah tante bisa aj"jawab Britsh.


Wajah Britsh tampak sedikit memerah, dan tantenya menyadari hal itu sehingga membuatnya tertawa.


"Wajahmu memerah, apa kamu benar-benar menyukainya?"tanya ibu Sofia sekali lagi.


"Tidak tante. Hanya saja Britsh merasa pekerjaan Britsh belakangan ini agak berat, sehingga Britsh menyuruhnya untuk membantu Britsh"kata Britsh.


"Tapi dia cantik loh"kata ibu Sofia kembali menggoda Britsh.


Pujian ibu Sofia, membuat Britsh merasa malu san senang sehingga ia tersenyum tipis, namun lagi-lagi ia ketahuan oleh ibu Sofia, sehingga membuat Britsh panik.


"Belum pernah tante melihat kamu memperlakukan wanita seperti itu setelah kepergian Marsya"kata ibu Sofia.


Kata-kata ibu Sofia membuatnya merasa sedikit sedih, karena ia kembali teringat kenangannya bersama Marsya dan cara kepergian Marsya.


"Maaf ya, tante tidak bermaksud untuk membuat kamu bersedih"kata ibu Sofia.


Ibu Sofia merasa bersalah karena menyinggung mantan Britsh yang meninggal 8 tahun silam.


"Oh ya, kamu bilang dia di pindahkan kesini dari bagian cleaning service kan?. Pasti ada kelebihan dia yang membuat kamu membawanya kesini"kata ibu Sofia.


"Karena Britsh merasa butuh bantuan aja tante, ditambah dia pintar membuat kopi. Apa tante mau kopi buatan dia?"kata Britsh.


"Lain kali saja, tante buru-buru mau ketemu teman lama tante"jawab ibu Sofia.


"Baiklah tante"


"Kalau ada kabar dari Steven, kamu cepat kabari tante ya".


"Iya tante".


Tante Britsh meninggalkan ruang kerja Britsh. Kemudian ia tersenyum ke arah meja Denia, yang dibalas hormat oleh Denia.


****


Hari sudah siang, panas matahari mulai terasa mengenai tubuh orang-orang yang sedang melakukan aktivitas mereka. Delia baru terbangun dari tidurnya, setelah ia tadi pagi tidur lagi.


Delia berjalan menuju dapur untuk mencari minuman dingin yang ada di dalam kulkas. Matanya tertuju pada panci yang berisi bubur, yang telah di masak oleh Denia pagi tadi. Ia pun berjalan untuk membuka tutup panci.


"Apa dia menyebut ini bubur?"protes Delia karena melihat bubur yang agak encer.


Delia pun kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2