Denia Aku Sangat Mencintaimu

Denia Aku Sangat Mencintaimu
Episode 16 - Salah Arti


__ADS_3

Ejaan.id


 


 


HASIL PERBAIKAN


DAFTAR PERBAIKAN KATA TIDAK BAKU.


Mata mereka beradu untuk beberapa saat, tangan mereka masih bersentuhan hingga akhirnya mereka tersadar dan langsung melepaskan tangan mereka. Suasana ruangan tiba-tiba menjadi hening. Perasaan kikuk menyatu didalam diri mereka masing-masing. Perut Denia yang tadinya sakit menjadi sehat, badannya yang lemas menjadi kuat.


"Aku sudah baikan"kata Denia. Perasaan kikuknya jauh lebih besar daripada rasa mualnya.


"Baiklah kalau begitu, apa mau aku antar kecafe?" kata Steven menawarkan diri.


"Tidak usah"kata Denia.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dahulu"kata Steven. Tak biasanya Steven merasa kikuk didepan Denia, kali ini wajahnya pun berubah memerah.


"mengapa dia yang jadi malu?" tanya Denia setelah melihat Steven melangkah pergi.


Steven masuk kerumahnya dengan perasaan yang campur aduk. Udara malam yang dingin tiba-tiba berubah menjadi panas, tubuhnya seperti terbakar padahal hanya memakai kaus oblong yang tipis.


"mengapa udara tiba-tiba panas ya?"tanya Steven sambil mengibaskan baju kaus yang dipakainya.


****


Denia tiba dicafe. Perutnya masih sedikit mual. Efek kikuknya sudah mulai menghilang, sehingga lambungnya kembali sakit.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Nindy saat melihat Denia memegang perutnya.


Denia menganggukkan kepalanya, menunjukkan kalau dia baik-baik saja.


"Kamu mengapa makan terlalu banyak?" tanya Nindy, setelah dia mengetahui kalau perut Denia sakit karena makan direstaurant mewah ditambah Steven membawa sepeda motornya yang tidak beraturan.


"Tadi ada event makan gratis direstaurant dekat kerjaku"kata Denia.

__ADS_1


"Benarkah?, wah beruntung sekali kamu"kata Nindy.


"Aku jadi merasa bersalah sama kamu dan Delia, seharusnya aku menelpon kalian untuk datang"Kata Denia dengan polosnya. dia masih tak mengetahui kalau Stevenlah yang merencanakan semuanya.


"Kamu yakin semuanya gratis?"tanya Nindy.


"hmmm" Denia menganggukkan kepalanya.


"Bukannya tidak percaya tetapi zaman sekarang ini mana ada sich yang gratis"kata Nindy dengan wajah curiga.


Denia terdiam sejenak memikirkan perkataan Nindy yang asa benarnya juga. Namun dia juga tak percaya kalau Steven bisa membayar semua makanan itu dengan harga yang sangat mahal.


"Benar koq nin, aku tadi kesana sama pria tetangga baru depan kontrakan ku"kata Denia.


"Apa kalian sudah sedekat itu?, sampai makan bersama?"tanya Nindy.


"Ada insiden yang membuat kita menjadi seperti itu"kata Denia menjelaskan dengan singkat.


"Apa kamu sudah selidiki dia, dari keluarga mana?"tanya Nindy.


"Sepertinya dia dari keluarga biasa, katanya dia lagi cari kerjaan datang kesini"kata Denia.


"Oh"kata Nindy singkat. Nindy tak mau meneruskan mencari tahu tentang asal usul Steven. dia mengalihkan pembicaraannya tentang Denia makan diresraurant yang mahal tanpa mengajaknya padahal sedang ada event gratis.


****


Denia dan Nindy berjalan pulang, namun sebelum mereka pulang, mereka singgah di warung makan yang buka 24 jam. Warung tersebut menyediakan berbagai makanan dari pagi sampai pagi dengan harga yang terjangkau namun sangat enak.


Nindy dan Denia memesan daging dan bir. Mereka memanggang dagingnya di atas hotpan. Sambil menunggu daging matang mereka meminum bir yang non alkohol untuk mengeluarkan angin dari dalam tubuh mereka.


"Makanan di sini benar-benar enak dan rerjangkau"kata Nindy.


"Iya"kata Denia sambil membalikkkan daging yang hampir matang.


Nindy menuangkan bir ke dalam gelas Denia yang sudah mulai kosong kemudian mereka meminumnya lagi.


Cheeeerrrsss...

__ADS_1


Kata Denia dan Nindy secara bersamaan sambil membenturkan gelas mereka masing-masing. Tak terasa mereka menghabiskan dua botol bir sebelum daging semua matang.


"Hari ini kita merayakan hari kamu tidak jadi dipecat dari perusahaan Sentosa"kata Nindy. Nindy merasa bersyukur karena sahabatnya tersebut tak jadi dipecat dari Perusahaan Sentosa karena Arloji bossnya hilang.


"Aku masih tak habis pikir mengapa dia melakukan itu padaku"kata Denia. Tangannya memotong daging yang sudah matang dan memberikannya kepiring Nindy.


"Kamu tidak usah memikirkan tentang alasan dia, yang terpenting kamu tidak jadi dipecat,nih makan" kata Nindy sambil menyuap sepotong daging ke mulut Denia. Denia menerima suapan Nindy, kemudian Denia pun menyuapkan sepotong daging pada Nindy sebagai rasa syukurnya memiliki sahabat seperti Nindy yang selalu ada disampingnya.


"Bukannya kamu sekarang sudah punya sahabat baru diperusahaanmu?"tanya Nindy menggoda Denia.


"Kamu yang terbaik" puji Denia sambil memberikan kedua jempolnya untuk Nindy.


Meski Denia memiliki teman sesama pegawai diperusahaan tempat dia bekerja, namun baginya Nindy tetap menjadi sahabat terbaiknya karena sudah mengenalnya sejak lama dan mengerti kondisinya tidak hanya dalam keadaan senang tetapi juga saat dia mengalami kesulitan.


"Suatu saat aku akan mengenalkanmu pada Jenita" kata Denia.


"Apa apaan ini?, apa kau ingin membandingkan aku dengannya?" sindir Nindy. dia merasa sedikit cemburu hanya untuk menggoda Denia.


"Kamu tetap yang terbaik"kata Denia. Mendengar perkataan Denia tersebut membuat Nindy merasa tersanjung.


"Mari kita makan dan bersenang-senang untuk malam ini, kita merayakan segalanya. Bersulang!!" Kata Nindy. Ekspresi di wajahnya penuh dengan semangat seolah tak memiliki beban hidup. Denia selalu merasa bahagia jika selalu bersama dengan Nindy. Bebannya berkurang kalau sudah menceritakannya pada Sahabatnya tersebut, karena Nindy selalu memberikan solusi apapun masalah yang dialami olehnya. Tak ada rahasia apapaun di antara mereka berdua.


*****


Britsh sedang berjalan disekitaran mall ditemani oleh pak Baskoro selaku asisten plus sekretaris pribadinya untuk memantau para pegawai dan barang-barang yang tersedia dan sudah habis. Stelan jas dongker dan kemeja berwana biru langitnya berpadu menjadi satu membuat Britsh terlihat sangat berwibawa. Sepatu pantofel kilatnya berwarna hitam merek Berluti tampak sangat elegan dipakainya.


Britsh memberikan arahan pada karyawan di mall. setelah selesai memantau mall, Britsh kembali memantau karyawan di Hotel Sentosa.


Tampak para karyawan hotel memberikan salam padanya dan membungkukkan badan memberikan hormat pada Britsh. Denia yang saat itu sedang membersihkan Sekitaran koridor hotel tak sengaja melihat Britsh yang sedang berjalan dikoridor hotel, senyumannya terpancar pada Britsh sambil membungkukkan kepalanya. Britsh tak merespon sikap Denia, dia melangkah pergi sambil mengobrol dengan pak Broto.


"Apa-apaan ini?, mengapa ekspresinya begitu?"tanya Denia dalam hatinya.


"Apa yang sedang aku fikirkan?, dia hanya menghargai pemberian dari karyawannya saja" kata Denia sambil memukul kepalanya. dia sempat berpikir kalau Britsh sangat ramah karena menerima bahkan memakai jam tangan murah pemberian darinya.


"Dia tidak mungkin menganggapnya spesial."kata Denia yang merasa sedikit kecewa atas sikap Britsh hari ini..


*****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2