Denia Aku Sangat Mencintaimu

Denia Aku Sangat Mencintaimu
Episode 26 - Asisten khusus


__ADS_3

"Aaaahhhh, udara malam ini mengapa menjadi sangat panas?. Apa akan turun hujan malam ini?" keluh Steven ketika mereka baru beberapa langkah berjalan keluar dari cafe.


Nindy dan Denia saling menatap dan melihat ke langit malam yang di penuhi bintang, karena mereka berdua tidak merasakan udara panas seperti yang di rasakan oleh Steven.


"Banyak bintang begini, mengapa dia bilang mau turun hujan?"tanya Nindy pada Denia.


"Apa dia sedang sakit?"tanya Denia sembari berjalan menghampiri Steven. Denia dengan tiba-tiba memegang dahi Steven, sehingga membuat Steven menjadi kikuk.


"Apa kau sakit?"tanya Denia sembari memegang dahinya untuk membandingkan dengan dahi Steven."sepertinya kamu baik - baik saja" ucap Denia setelah memegang dahi Steven dalam suhu yang normal.


"Singkirkan tanganmu"kata Steven sembari menyingkirkan tangan Denia dengan lembut dan melanjutkan langkahnya.


"Apa yang dia lakukan?, cih" ucap Steven pelan sembari tersenyum menyeringai ketika dia sudah berada sedikit menjauh di depan Denia dan Nindy.


Mereka bertiga pun berjalan tanpa suara, Steven memimpin jalan paling depan. Sementara Denia dan Nindy berjalan berdua di belakang Steven yang berjarak 3 meter.


"Aku di luan ya Nia"kata Nindy setelah mereka tiba di persimpangan rumah Nindy. Steven yang berjalan di depan mereka juga menghentikan langkahnya untuk menunggu Denia.


Setelah Nindy sudah berjalan menjauh, Denia pun melanjutkan langkahnya. dia melirik ke arah Steven yang berdiri di depannya.


"Cepatlah"kata Steven sedikit meninggikan suaranya.


"Siapa yang menyuruhmu untuk menungguku?" balas Denia mengkerutkan dahinya.


Steven hanya diam mendengar perkataan Denia, dia masih menunggu Denia agar menyeimbanginya.


Seteven dan Denia jalan dalam diam untuk sesaat, sampai Steven memulai oembicaraan.


"Apa kau dan bossmu akrab?"tanya Steven sembari menundukkan kepalanya. Tangannya masih berada di kantung celananya.


"Tidak akrab juga, hanya sebatas bos dan pegawai" jawab Denia.


"Lalu mengapa dia mengajakmu untuk minum bersama tadu?"tanya Steven.


"Oh itu, bos Britsh hanya kebetulan datang ke Cafe. Karena dia tidak memiliki teman minum makanya aku menawarkannya untuk menemaninya, karena aku merasa kasihan padanya" kata Denia.


"Janganlah terlalu dekat dengannya"kata Steven sembari mempercepat langkahnya mendahului Denia. Mereka sudah hampir tiba di rumah.


"Dia aneh sekali, mengapa menyuruhku untuk tidak dekat dengan bos?. Emangnya aku siapa bisa dekat bos" kata Denia dengan pelan. Langkahnya terhenti sesaat.

__ADS_1


Denia membuka pintu rumahnya dengan kunci yang di bawanya. Lampu di dalam rumahnya masih dalam keadaan off karena Delia belum pulang. Denia pun menghidupkan lampu di ruang tamu. Sinar cahaya lampu dari rumah Denia, terlihat sampai ke luar. Steven melihat rumah Denia dengan tatapan memelas, sampai beberapa menit lampu rumah Denia di matikan.


*****


Delia masih belum pulang, dia dan ketiga sahabatnya berada di sebuah hotel. Sepertinya tdi malam mereka mabuk karena banyak minum.


Delia terbangun tanpa busana, dia tidak sadar apa yang telah dilakukannya tadi malam. Saat dia mengucek matanya, alangkah terkejutnya dia mendapatkan Bram berada di sampingnya tanpa busana, hanya memakai selimut hotel.


"Aaaaaaaa" teriak Delia sekuat-kuatnya, menggema seisi kamar hotel. Bram terbangun, dan dia terkejut karena tidak menyangka dirinya sudah dalam keadaan telanjang bersama Delia.


dia mengingat - ingat kembali, kejadian apa yang sudah mereka lakukan. Hingga akhirnya mereka sadar, kalau mereka telah melakukan hal yang tidak sepantasnya, karena mereka juga masih sekolah.


"Sekatang bagaimana ini?. Bagaimana!!!" teriak Delia.


"Kamu tenang dahulu ya, aku akan mikir solusinya"kata Bram, sembari memegang kedua bahu Delia.


"Aku tidak mau, kalau sampai hamil"kata Delia.


"Iya, iya kamu tenang dahulu ya"kata Bram menenangkan Delia.


Delia sedikit tenang mendengar Bram. Bram pun memeluknya.


Sementara di rumahnya, Denia masih menunggu kepulangan adiknya. dia berjalan mondar mandir di dalam rumah.


dia mengnuci pintu rumahnya dari luar. Steven melihat Denia dari sebrang rumahnya.


"Kamu mau berangkat kerja?"tanya steven.


"Iya, aku minta tolong berikan kunci ini kalau Delia pulang ke rumah"kata Denia sembari memberikan kunci rumah pada Steven. Steven menerima kunci tersebut."Apa Delia masig belum pulang?"tanya Steven.


"Belum, tolong ya"kata Denia sembari berjalan. dia terlihat buru-buru, karena sudah terlambat untuk kerja.


****


Di ruang kerja Britsh tampak kelelahan, karena terjaga semalaman. Pak Ridwan masuk ke dalam ruang kerja Britsh membawa beberapa dokumen. dia melihat kondisi bosnya tersebut kurang mood.


"Apa tuan mud kurang sehat?"tanya pak Ridwan.


"Iya, aku agak ngantuk"kata Britsh.

__ADS_1


"Sebaiknya tuan muda mempekerjakan seseorang untuk menyediakan minum buat tuan muda atau mengontrol tugas tuan muda di kantor" saran pak Ridwan.


Britsh terdiam memikirkan perkataan pak Ridwan tersebut.


"Sepertinya saya tahu siapa orangnya"kata Britsh sembari tersenyum.


"Siapa tuan?"tanya pak Ridwan yang masih tidak tahu siapa orang yang dimaksud oleh tuan mudanya.


"Panggilkan pegawai dari cleaning servis bernama Denia kemari"perintah Britsh.


"Denia?"tanya pak Ridwan sembari mengingat-ingat siapa gadis bernama Denia tersebut.


"Iya, dia ada di bagian Cleaning servis. Pindahkan dia sebagai pelayan pribadiku di kantor"jawab Britsh.


"Baik tuan muda. Saya permisi dahulu"jawab pak Ridwan. dia melangkah keluar dari ruang kerja Britsh tak lupa memberikan bow padanya.


*******


Pak Ridwan menuruti perintah Britsh untuk menemui Denia. pak Ridwan mendatangi ruangan khusus untuk pegawai cleaning servis.


Pak Ridwan sepertinya sudah mengetahui pegawai yang bernama Denia, sehingga dia langsung menemuinya tanpa bertanya terlebih dahulu pada karyawan lain. Denia sedang bersiap-siap untuk membersihkan kamar hotel yang di temani oleh Jenita.


"Nona Denia" panggil pak Ridwan.


"I..iya, saya"jawab Denia dengan terbata-bata. dia merasa sangat terkejut melihat asisten pribadi Britsh datang menemuinya di pagi-pagi begini. dia bertanya-tanya dalam hati apa kesalahan yang telah dia perbuat.


"Nona silakan ikut saya"kata pak Ridwan dengan nada sopan.


Melihat hal tersebut, membuat Jenita juga bertanya-tanya, mengapa Denia sampai di panggil oleh asisten boss mereka.


"Baik pak, Jen, kamu di luan ya, nanti aku nyusul"kata Denia.


"Nona, tidak usah ikut membersihkan kamar hotel, biar teman nona saja yang melakukannya, karena ada kerjaan khusus buat nona hari ini"kata pak Ridwan.


Sontak hal tersebut membuat Denia semakin heran, dan tentunya Jenita sedikit cemburu.


Bagaimana mungkin pegawai baru, sudah mendapat tugas khusus dari bos.


Tanpa pikir panjang lagi, Denia mengikuti perintah pak Ridwan.

__ADS_1


******


Bersambung.....


__ADS_2