Denia Aku Sangat Mencintaimu

Denia Aku Sangat Mencintaimu
Episode 34 - Kepulangan Kayla


__ADS_3

Britsh tampak sedang sibuk dengan kertas di mejanya. Tampaknya itu laporan perusahaan, yang harus di selesaikannya. Nada dering di ponselnya tiba-tiba berdering, membuatnya menghentikan aktivitasnya sejenak.


"Mama?"batin Britsh dengan lirih, seolah ia tahu tujuan mamanya menelponnya. Britsh sengaja membiarkan ponselnya berdering dan meneruskan pekerjaannya.


"Anak ini, pasti sengaja tidak menjawab panggilan saya" kata Ibu Yeni kesal.


Ibu Yeni sedang berkumpul bersama beberapa sahabatnya yang kaya raya, untuk mengadakan Arisan. Diantaranya adalah Ibu Melinda, Ibu Serli, Ibu Farida, Ibu Nayla, termasuk Ibu Sofia. Mereka memang suka kumpul-kumpul sekali seminggu untuk mengadakan arisan.


"Kenapa jeng?, apa dia masih tidak menjawab"tanya Ibu Melinda.


Ibu Melinda merupakan istri dari salah satu pengusaha terkenal di seluruh dunia. Dia memiliki seorang putri tunggal bernama Kayla Davitson, yang sudah lama ingin di jodohkan dengan Britsh. Kayla sekarang sedang berada di Paris untuk menyelesaikan pendidikan S2 nya, namun besok ia sudah akan kembali lagi ke Indonesia, karena sudah menyelesaikan pendidikan S2 nya, jurusan MBA Fashion Business.


"Iya, sepertinya dia sedang sibuk"jawab Ibu Yeni berbohong.


"Apa dia masih tidak mau di jodohkan dengan putri saya?"tanya Ibu Melinda.


"Bukan begitu jeng. Kamu tahu lah, akhir-akhir ini kerjaan dia banyak di perusahaan"kata Ibu Yeni beralasan.


"Putri saya besok kembali lho dari Paris"kata Ibu Melinda.


"Benarkah?"tanya Ibu Yeni bahagia.


"Iya, saya juga di rumah akan buat syukuran, ya tidak terlalu besar sih. Kamu datanglah dengan Britsh"kata Ibu Melinda.


Ibu Sofia telat datang ke acara arisan para ibu- ibu kaya itu.


"Eh, Ibu Sofia baru datang?"tanya Ibu Serli.


"Hi, Jeng"sapa balik Ibu Sofia.


"Wah, ipar kamu datang tuh"kata Ibu Melinda.


Sepertinya, Ibu Melinda mengetahui hubungan Kakak beradik ipar itu kurang baik.


Ekspresi wajah Ibu Yeni berubah dingin dan datar.


"Hi, kak, kamu sudah datang?" kata Ibu Yeni dengan sok ramah.


Ibu Sofia mengetahui isi busuk di kepala Ibu Sofia, yang pura-pura ramah padanya hanya di depan teman-teman arisan mereka.


"Bagaimana kak, apa Steven sudah pulang ke rumah?"tanya Ibu Yeni dengan sengaja agar kakak iparnya tersebut malu di depan teman-teman arisan mereka. Benar saja, ekspresi wajah Ibu Sofia berubah menjadi merah.

__ADS_1


"Oh,ya, aku dengar dia tidak ikut di acara penyambutan Direktur baru kemarin"kata Ibu Farida.


"Jangan bicarakan masalah itu di sini"kata Ibu Yeni pura-pura tersipu malu.


"Besok ada penyambutan putri saya yang baru pulang dari Paris. Kalian datanglah ke rumah"kata Ibu Melinda.


"Putri kamu yang akan di jodohkan dengan Britsh sejak lama itu?"tanya Ibu Sofia seolah menyindir.


"Apa Ibu Melinda mau menjodohkan putrinya dengan anak Ibu Yeni?, beruntung sekali punya besan yang sama-sam kaya"kata Ibu Farida.


Mendengar pujian dari Ibu Farida itu, membuat Ibu Melinda dan Ibu Yeni saling pandang dan tersenyum bahagia.


"Bukannya aku dengar Britsh sudah menolaknya ya"kata Ibu Sofia sembari mengerutkan keningnya.


Jelas saja, ucapan Ibu Sofia tersebut, membuat wajah Ibu Melinda dan Ibu Yeni dengan perubahan wajah dari keduanya yang menjadi pucat.


"Anak saya tidak pernah menolaknya, hanya saja waktu itu, anak saya masih harus menyelesaikan kuliahnya"kata Ibu Yeni.


"Bukankah dia tidak bis melupakan cinta pertamanya?"balas Ibu Sofia.


Mendengar perdebatan tersebut membuat para Ibu-ibu saling pandang. Mereka tampak bingung, siapa yang benar di antara mereka.


"Sudahlah, kita lanjutkan saja acara kita ini. Jangan saling berdebat"kata Ibu Nayla melerai.


****


Pesawat Bisnis dengan penerbangan Paris-Indonesia, landing dengan sempurna di bandara. Para penumpang di persilahkan untuk turun.


Kayla, tampak memakai kacamatanya dan dengan midi dress bersiap-siap untuk turun. Kayla berjalan menuju bandara untuk mengambil kopernya yang dititipkan di bagasi pesawat.


Ternyata seorang pria berusia 32 tahun telah menunggunya. Pria itu adalah Smith, pengawal pribadi yang di pekerjakan oleh keluarganya.Meski wajahnya tampak masih muda, namun ia sangat berpengalaman dalam ilmu bela diri.


Setelah melihat Kayla, Smith membungkukkan badannya membuat Kayla terheran-heran sembari membuka kacamatanya, untuk memastikan siapa orang yang dihadapannya.


"Siapa kamu?"tanya Kayla.


"Maaf nona, saya adalah pengawal pribadi yang di pekerjakan tuan Davidson untuk menjemput nona dari bandara"kata Smith.


"Oh, My God!. Mengapa kamu yang di kirim untuk menjemput saya, bukan orang tua saya"kata Kayla dengan logat inggrisnya.


"Saya hanya menjalankan perintah nona, kalau nona ingin bertanya, tanyakan saja pada tuan Davidson"tegas Smith sembari membungkuk.

__ADS_1


"Haaaa...Sial, dia terlalu sombong untuk menjadi pengawal"batin Kayla sembari menyeringai.


"Silahkan jalan nona"perintah Smith.


"Bawa ini"kata Kayla sembari memberikan kopernya pada Smith dan berjalan sedikit menghentakkan kakinya.


Smith berjalan di belakang mengikuti langkah Kayla.


"Apa?, papa mempekerjakan pria itu sebagai pengawal pribadi?. Yang benar saja, dia sangat dingin dan kaku. Aku akan bilang papa untuk memecatnya"batin Kayla dalam hatinya.


Tibalah Kayla yang diikuti oleh Smith di belakangnya di rumah keluarga Davidson. Kayla berlari kepelukan mama dan papanya secara bergantian.


"Aku kangen kalian berdua"kata Kayla.


"Mama jug"kata Ibu Melinda.


"Pa, apa dia pengawal pribadi di rumah ini?"tanya Kayla.


"Iya, memangnya kenapa?"tanya Pak Davidson.


"Kayla tidak suka aja melihatnya, dia terlalu dingin"bisik Kayla ke telinga papanya yang di balas dengan tawaan Pak Davidson.


"Papa kok malah ketawa?. Mendingan papa pecat saja dia" kata Kayla kesal.


"Papa tidak akan memecatnya"


"Kenapa, Pa?"


"Papa menyukai kinerjanya. Kamu karena baru pertama saja melihatnya. Nanti kalau sudah lama, kamu juga akan terbiasa"kata Pak Davidson.


Smith baru bekerja selama satu tahun terakhir di keluarga Davidson. Itulah sebabnya, Kayla tidak mengenalinya. Awal cerita Pak Davidson mempekerjakan Smith adalah, karena Smith berhasil mengalahkan preman yang hendak merampok Pak Davidson setahun yang lalu.


Pak Davidson tertarik pada kepribadian Smith yang tanpa pamrih tersebut. Meski ia membantu Pak Davidson, ia sama sekali tidak ingin menerima imbalan apa pun. Ketepatan saat itu, Smith masih tidak bekerja, sehingga Pak Smith menawarkan pekerjaan padanya sebagai bodyguard atau pengawal pribadi.


"Sudahlah, Kayla kan lagi capek. Kamu istirahat aja ya sayang. Nanti malam kita kan ada acara, untuk penyambutan kamu"kata Ibu Melinda.


"Britsh datang atau tidak ma?"tanya Kayla dengan senyuman manja.


"Pasti datang sayang"jawab Ibu Melinda.


"Wah, senangnya"jawab Kayla sembari berlari ke lantai atas kamarnya.

__ADS_1


******


Bersambung....


__ADS_2