Denia Aku Sangat Mencintaimu

Denia Aku Sangat Mencintaimu
Episode 51 - Pencarian Delia


__ADS_3

Sesampainya di perusahaan, tepatnya di lantai 6, dimana ruangan mereka berada. Britsh dan Denia merasa sangat bingung dengan tatapan para karyawan yang menatap dengan tatapan serius. Denia takut jika para karyawan menganggap telah terjadi sesuatu diantara mereka.


Britsh tak menyadari dengan tatapan yang diberikan oleh karyawannya. Ia hanya berjalan terus menuju ruangannya. Namun, setibanya Britsh di depan pintu ruangannya, seseorang menghampirinya. Dia adalah karyawan yang berbicara pada Kayla tadi.


"Permisi, pak.


"Ada apa?"


"Tadi ada yang mencari bapak".


"Mencari saya?. Siapa?, ibu saya?"


"Bukan, pak".


Britsh merasa bingung, karena seseorang telah mencarinya. Ia hanya tahu jika ibunya yang sering datang ke kantornya.


"Lalu siapa?".


"Namanya tadi.... "karyawan itu mengingat-ingat kembali nama wanita yang tadi mencari Britsh.


"Kalau tidak salah namanya Kayla, Pak".


Britsh merasa terkejut, karena Kayla mengunjunginya ya ke perusahaan. Ia merasa sudah tak ada lagi hubgungannya dengan gadis itu, karena ia sudah menepati janjinya sesuai perintah ibunya.


Tak hanya Britsh, Denia yang sudah berada di meja kerjanya juga terkejut. Ia tak pernah mendengar nama itu sebelumnya. Namun Denia tak mau ambil pusing, ia tetap melanjutkan pekerjaannya.


"Baiklah"


Britsh melangkah masuk ke ruang kerjanya. Di dalam ruang kerjanya ia masih berfikir, kenapa Kayla sampai mendatanginya ke perusahaan. Ia tak habis fikir, karena merasa sudah tak ada urusan lagi dengannya.


***


Pukul 6 sore, sebagian karyawan berpulangan dari kantor, ada yang sebagian masih di kantor karena harus menyelesaikan tugas yang mendesak. Denia bersiap-siap akan pulang, karena Britsh sudah tak membutuhkannya, meskipun Britsh masih di dalam ruang kerjanya.


Saat Denia melangkah, Britsh membuka ruang kerjanya dan tanpa sengaja melihat Denia yang sudah meninggalkan ruang kerjanya, dan hanya menatap kepergian Denia dari belakang. Sepertinya Britsh membutuhkan sesuatu dari Denia tapi ia membatalkannya, karena tidak enak menyuruh Denia kembali lagi.


***


Setrlah keluar dari lingkungan Sentosa Group, Denia menunggu bis di halte yang dekat dari perusahaannya bekerja. Denia tampak murung duduk di bangku tunggu memikirkan adiknya yang tak kunjung pulang. Hingga akhirnya bis tujuan ke rumahnya pun berhenti tepat di depan halte dan Denia pun naik dengan langkah yang lemah.


Denia turun dari bis, wajahnya masih tampak murung. Jalannya tak bersemangat dan menunduk. Steven yang baru pulang entah darimana menghampiri Denia yang tak memperhatikan jalan. Bahkan kedatangan Steven pun tak disadari oleh Denia. Hingga akhirnya Steven pun membunyikan klakson sepeda motornya dan membuat Denia terkejut hampir terjatuh.


"Steven!"


"Kamu kenapa?, aku perhatikan kamu tampak murung sekali"

__ADS_1


Denia hanya diam saja, dan Steven mengetahui kesedihan Denia.


"Sudahlah, kamu jangan terlalu memikirkan Delia, dia pasti ditemukan".


"Aku tidak tahu, sampai kapan dia akan ditemukan".


"Kamu tenang saja, sekarang kamu naik. Aku antar kamu pulang".


Denia menuruti permintaan Steven, ia naik ke motor Steven.


"Aku sudah melaporkan kehilangan Delia pada polisi hari ini".


Steven terdiam mendengar pernyataan Denia.


"Kamu melaporkan pada polisi?"


Steven seolah tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Hmmm. Bukan aku sebenarnya yang ingin melaporkannya, tapi pak Britsh".


"Maksud kamu bos kamu yang pernah ke cafe waktu itu?".


"Iya. Aku berutang budi pada pak britsh, kalau tidaj ada dia, mungkin aku bingung harus melakukan apa".


"Kamu kenapa tidak jalan?" tanya Denia.


"Hah?". Steven pun mulai menyalakan sepeda motornya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.


Denia memegang pinggang Steven, yang membuat Steven merasa bergetar dan menatap ke arah tangan Denia.


"Aku harap, aku dapat mebemukan Delia lebih dulu. Aku ingin menjadi orang yang berguna buatmu" batin Steven.


Denia tak menyadari begitu banyak pengorbanan yang telah dilakukan Steven, karena Steven tak ingin menunjukkannya pada Denia.


***


Beberapa hari pencarian oleh polisi pun berhasil. Keberadaan Denia berhasil ditemukan. Pihak polisi pun menghubungi Britsh.


"Hali Pak. Saudari yang bernama Delia sudah berhasil ditemukan. Saat ini keberadaannya di....


"Baik, pak".


Britsh mengakhiri pembicaraannya di telepon. Ia lanhsung keluar dari ruang kerjanya dan mencari Denia yang masih fokus pada pekerjaannya.


Britsh pun menghubungi Denia dari dalam ruangannya. Tak beberapa lama Denia pun masuk ke ruangan Britsh.

__ADS_1


"Bapak memanggil saya?. Ada yang bisa saya bantu?"


"Delia adik kamu sudah ditemukan".


"Benarkah?" kata Denia dengan senyuman lebar di wajahnya


Iya, sekarang dia...


Belum sempat Britsh menyelesaikan pembicaraannya, Denia secara tiba-tiba memeluknya, dan membuat Britsh terdiam. Ada sesuatu yang berbeda di hatinya. Seolah suara detak jantungnya berdetak tak karuan. Ia berusaha mengatur pernafasannya.


Denia sadar dengan apa yang baru saja ia lakukan, ia langsung melepaskan pelukannya dari Britsh.


"Ma...maaf, Pak. Saya spontan karena terlalu senang.


"Tidak apa-apa. Sekarang kita kesana untuk menemui adik kamu".


Britsh masih mengatur pernafasannya yang tak beraturan.


***


Sementara Steven juga mendapat kabar dari pengawal pribadinya, kalau ia telah menemukan Delia. Dengan segera Steven menuju lokasi yang diberitahukan oleh pengawal pribadinya.


"Tunggulah, Denia. Aku akan memberitahukan kabar baik ini segera padamu"batin Steven.


Tak beberapa lama Britsh dan Denia pun tiba di lokasi yang telah diberitahukan oleh polisi.


Secara bersamaan Steven juga tiba di lokasi yang telah di beritahukan pengawal pribadinya. Ia turun dari sepeda motornya dan memeriksa kesekeliling lingkungan tersebut untuk mencari tempat, dimana Delia berada. Namun tanpa ia sadari, Denia dan Britsh juga sedang berada di tempat yang sama. Steven melihat Britsh dan Denia yang sedang menatap kesekeliling tempat itu.


Steven bersembunyi, karena takut ketahuan oleh Britsh dan Denia. Ia kembali melihat Denia dan Britsh dari tempat prtsembunyiannya dengan perasaan sedih. Kali ini ia merasa tak berguna, karena sesuatu yang ingin diberitahukannya pada Denia terkalahkan oleh Britsh.


Steven memutuskan untuk pulang. Ia merasa percuma berada disana, karena Denia sendiri sudah menemukan lokasi dimana Delia berada.


***


Delia sedang keluar mencari makanan, ia tak sengaja melihat kedatangan Britsh dan Denia. Ia mencoba bersembunyi, namun sayangnya ia menginjak sesuatu dan mengeluarkan bunyi yang sangat keras. Britsh dan Denia mendengar suara tersebut dan mengalihkan pandangannya ke sumber suara tadi.


Britsh dan Denia melihat keberadaan Delia. Delia mendelik dan langsung melarikan diri. Britsh dan Denia mengejarnya.


"Delia. Berhenti kamu,dek!" panggil Denia.


Delia tak menghiraukan Denia, ia berlari sangat kencang. Denia dan Britsh berusaha sekuat tenaga mengejar Delia, meski Denia sudah mulai merasa kelelahan. Tapi ia tetap berjuang untuk mengejar adiknya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2