
Denia tiba di perusahaan Sentosa lebih awal karena tidak ingin terlambat, Denia langsung keruang ganti para karyawan untuk mengganti pakaiannya dengan seragam kerja. Ketika Denia mengganti pakaian Jenita tiba juga diruang ganti karyawan.
"kamu sudah tiba nia," tanya Jenita yang langsung meletakkan tasnya di dalam locker miliknya.
"sudah" kata Denia dengan senyuman.
"Kamu uda pernah ketemu pemilik hotel ini belum?" tanya jenita. Denia menggelengkan kepalanya menandakan kalau Denia belum pernah bertemu dengan orang yang dimaksud Jenita tersebut. Denia mulai membersihkan dengan mengelap sofa, kaca jendela sementara Jenita membuka seprei dan menyapu. Setelah mereka selesai membersihkan kamar suit room teraebut mereka kembali ke ruangan bagian cleaning service, saat mereka ingin kembali keruangan mereka, mereka berpapasan dengan Pemilik hotel tersebut tanpa menyadarinya. Setelah tiba di ruangan khusus karyawan cleaning service. Denia membuka bekal makan siangnya karena memang sudah waktunya makan siang.
"kamu selalu bawa bekal ya?"tanya jenita
"iya" kata Denia
"Padahal hotel kita menyediakan makanan enak" kata Jenita
"uang makannya lumayan buat nambahi bulanan" kata Denia
"kamu sepertinya sangat butuh uang ya" kata Jenita
Denia hanya tersenyum dengan perkataan Jenita tersebut. karena dia tidak tahu jawaban apa yang akan dia berikan pada jenita. karena sebenarnya adiknya lah yang membutuhkan uang.
"Kamu mau?, ini" Denia menawarkan makanannya pada jenita. Jenita menolaknya karena bekal yang dibawa Denia tidak cukup dibagi dua. Jenita juga mengatakan kalau dia makan didapur saja. Gajinya juga sudah dipotong untuk makan. Denia pun sendiri menikmati bekal makan siangnya. Saat ia makan siang tiba-tiba ia mendengar suara berisik dari luar, Denia langsung menghentikan makan siangnya dan mencari asal suara itu. Denia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. seseorang terjatuh karena menabrak ember yang baru digunakan oleh Denia untuk membersihkan ruangan.mata Denia terbelalak, bingung harus bagaimana. Britsh yang sudah basah kena cipratan air menggerutu.
"siapa yang meletakkan ini disini?" keluh Britsh tanpa menyadari kalau Denia ada disana.
"Sa.. saya" jawab Denia terbata-bata
Britsh melihat kearah Denia dengan kesal.
"Bagaimana kamu kerja seperti ini?" bentak Britsh
"Kamu aja yang tidak punya mata, uda tahu ini ruang Cleaning Service, sudah pasti lah banyak barang-barang" kata Denia tanpa mengetahui kalau Britsh adalah Pemilik Hotel tersebut.
"apa kamu bilang?" tanya Britsh dengan wajah semakin kesal. "Kamu tidak tahu siapa saya?" tanya Britsh
"Saya tidak perlu tahu siapa kamu" jawab Denia dengan nada sedikit kesal.
"Apa?"tanya Britsh yang semakin heran karena Denia sepertinya tidak takut padanya.
"Saya itu...." Kata Brithsh. Belum sempat Britsh menjelaskan siapa dirinya, Denia masih mengoceh padanya. Jenita yang baru selesai makan dari dapur melihat kejadian tersebut dari kejauhan langsung berlari menghampiri Denia dan Britsh yang masih adu mulut.
"Sepertinya kamu orang berpendidikan tapi sangat disayangkan sepertinya mata kamu tidak berfungsi" kata Denia, sehingga membuat Britsh semakin terkejut dan Jenita mencoba memberi kode pada Denia agar menghentikan ocehannya tersebut. Jenita belum memberi tahu kepada Denia kalau pria tersebut adalah Bos diPerusahaan mereka bekerja.
"maaf pak, maafkan teman saya" kata Jenita sambil membungkuk. Denia merasa heran dengan tingkah Jenita tersebut dan berusaha untuk menghentikan kelakuan Jenita pada Britsh.
"Apa yang kamu lakukan?"tanya Denia
"Kali ini saya maafkan kamu, tapi lain kali tidak akan" kata Britsh. Ia pun melangkahkan kaki nya meninggalkan Jenita dan Denia.
"Kenapa kamu minta maaf?, bukan salahku kok" kata Denia.
"Kamu tidak tahu siapa dia?" tanya Jenita
"Siapa dia?" tanya Denia kembali karena dirinya tidak tahu siapa pria yang adu mulut dengannya tadi.
"Dia itu direktur diperusahaan ini nia, Dia ahli waris sekaligus pemilik Sentosa". Kata Jenita menjelaskan.
"Terus kenapa kalau dia pemilik Perusahaan?"tanya Denia yang masih tak menyadari akan perbuatannya.
"Kamu tidak takut sama sekali?, bagaimana kalau kamu dipecat karena sudah berani melawannya?"tanya Jenita.
"Pe..pecat?" tanya Denia dengan terbata-bata. Ia menyadari kalau perbuatannya barusan adalah salah, dan dia sangat ketakutan dipecat."Bagaimana ini" tanya Denia kebingungan. Jenita kehabisan ide untuk memberikan Denia saran.
****
Britsh melangkah keruang kerjanya dengan kesal karena baju nya basah. Pak Broto masuk keruang kerja Britsh untuk menyampaikan pesan akan ada rapat dengan klien dari singapore. Pak Broto merasa heran dengan pakaian Britsh yang basah.
__ADS_1
"Kenapa baju Tuan basah semua?" tanya Pak Broto.
"Tadi saya jalan lewat dari ruang Cleaning service, terus saya nabrak ember berisi air, jadinya begini"jawab Britsh.
"Tuan sepertinya tidak pernah dari sana?" tanya Pak Broto.
"Saya kebetulan mau ngecek bagian kebersihan juga, ini semua karena gadis itu" kata Britsh
"Gadis itu?"tanya pak Broto.
"Ia, gadis kebersihan yang sembrono, meletakkan air sembarangan" kata Britsh.
Tok..tok..tok..
Terdengar suara ketukan dari luar ruangan Britsh, tanpa izin masuk, Denia langsung masuk.
"Maaf kan saya pak"kata Denia.
Denia menyerahkan kemeja kepada Britsh untuk mengganti kemejanya yang basah. Denia kemudian melangkah keluar ruangan Britsh dan meminta maaf sekali lagi. Pak Ridwan yang melihatnya hanya tersenyum.
"Apa itu gadis yang tuan maksud?"tanya Pak Broto. Britsh hanya mengangguk kemudian memperhatikan kemeja yang diberikan Denia tersebut. Britsh tersenyum sendiri, sepertinya ia merencanakan sesuatu yang licik.
"Rapatnya jam berapa?" tanya Britsh
"Jam 2 tuan"kata pak Broto. Britsh melihat jam sudah menunjukkan pukul 13.45 wib
"Baiklah, bapak tunggu diluar dulu, saya mau ganti kemeja dulu" kata Britsh.
"Baik tuan" kata Pak Broto.
Britsh selesai mengganti kemeja nya, namun dia belum keluar dari ruangannya. Britsh kembali tersenyum licik...
*****Denia tiba di perusahaan Sentosa lebih awal karena tidak ingin terlambat, Denia langsung keruang ganti para karyawan untuk mengganti pakaiannya dengan seragam kerja. Ketika Denia mengganti pakaian Jenita tiba juga diruang ganti karyawan.
"kamu sudah tiba nia," tanya Jenita yang langsung meletakkan tasnya di dalam locker miliknya.
"sudah" kata Denia dengan senyuman.
"Kamu uda pernah ketemu pemilik hotel ini belum?" tanya jenita. Denia menggelengkan kepalanya menandakan kalau Denia belum pernah bertemu dengan orang yang dimaksud Jenita tersebut. Denia mulai membersihkan dengan mengelap sofa, kaca jendela sementara Jenita membuka seprei dan menyapu. Setelah mereka selesai membersihkan kamar suit room teraebut mereka kembali ke ruangan bagian cleaning service, saat mereka ingin kembali keruangan mereka, mereka berpapasan dengan Pemilik hotel tersebut tanpa menyadarinya. Setelah tiba di ruangan khusus karyawan cleaning service. Denia membuka bekal makan siangnya karena memang sudah waktunya makan siang.
"kamu selalu bawa bekal ya?"tanya jenita
"iya" kata Denia
"Padahal hotel kita menyediakan makanan enak" kata Jenita
"uang makannya lumayan buat nambahi bulanan" kata Denia
"kamu sepertinya sangat butuh uang ya" kata Jenita
Denia hanya tersenyum dengan perkataan Jenita tersebut. karena dia tidak tahu jawaban apa yang akan dia berikan pada jenita. karena sebenarnya adiknya lah yang membutuhkan uang.
"Kamu mau?, ini" Denia menawarkan makanannya pada jenita. Jenita menolaknya karena bekal yang dibawa Denia tidak cukup dibagi dua. Jenita juga mengatakan kalau dia makan didapur saja. Gajinya juga sudah dipotong untuk makan. Denia pun sendiri menikmati bekal makan siangnya. Saat ia makan siang tiba-tiba ia mendengar suara berisik dari luar, Denia langsung menghentikan makan siangnya dan mencari asal suara itu. Denia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. seseorang terjatuh karena menabrak ember yang baru digunakan oleh Denia untuk membersihkan ruangan.mata Denia terbelalak, bingung harus bagaimana. Britsh yang sudah basah kena cipratan air menggerutu.
"siapa yang meletakkan ini disini?" keluh Britsh tanpa menyadari kalau Denia ada disana.
"Sa.. saya" jawab Denia terbata-bata
Britsh melihat kearah Denia dengan kesal.
"Bagaimana kamu kerja seperti ini?" bentak Britsh
"Kamu aja yang tidak punya mata, uda tahu ini ruang Cleaning Service, sudah pasti lah banyak barang-barang" kata Denia tanpa mengetahui kalau Britsh adalah Pemilik Hotel tersebut.
"apa kamu bilang?" tanya Britsh dengan wajah semakin kesal. "Kamu tidak tahu siapa saya?" tanya Britsh
__ADS_1
"Saya tidak perlu tahu siapa kamu" jawab Denia dengan nada sedikit kesal.
"Apa?"tanya Britsh yang semakin heran karena Denia sepertinya tidak takut padanya.
"Saya itu...." Kata Brithsh. Belum sempat Britsh menjelaskan siapa dirinya, Denia masih mengoceh padanya. Jenita yang baru selesai makan dari dapur melihat kejadian tersebut dari kejauhan langsung berlari menghampiri Denia dan Britsh yang masih adu mulut.
"Sepertinya kamu orang berpendidikan tapi sangat disayangkan sepertinya mata kamu tidak berfungsi" kata Denia, sehingga membuat Britsh semakin terkejut dan Jenita mencoba memberi kode pada Denia agar menghentikan ocehannya tersebut. Jenita belum memberi tahu kepada Denia kalau pria tersebut adalah Bos diPerusahaan mereka bekerja.
"maaf pak, maafkan teman saya" kata Jenita sambil membungkuk. Denia merasa heran dengan tingkah Jenita tersebut dan berusaha untuk menghentikan kelakuan Jenita pada Britsh.
"Apa yang kamu lakukan?"tanya Denia
"Kali ini saya maafkan kamu, tapi lain kali tidak akan" kata Britsh. Ia pun melangkahkan kaki nya meninggalkan Jenita dan Denia.
"Kenapa kamu minta maaf?, bukan salahku kok" kata Denia.
"Kamu tidak tahu siapa dia?" tanya Jenita
"Siapa dia?" tanya Denia kembali karena dirinya tidak tahu siapa pria yang adu mulut dengannya tadi.
"Dia itu direktur diperusahaan ini nia, Dia ahli waris sekaligus pemilik Sentosa". Kata Jenita menjelaskan.
"Terus kenapa kalau dia pemilik Perusahaan?"tanya Denia yang masih tak menyadari akan perbuatannya.
"Kamu tidak takut sama sekali?, bagaimana kalau kamu dipecat karena sudah berani melawannya?"tanya Jenita.
"Pe..pecat?" tanya Denia dengan terbata-bata. Ia menyadari kalau perbuatannya barusan adalah salah, dan dia sangat ketakutan dipecat."Bagaimana ini" tanya Denia kebingungan. Jenita kehabisan ide untuk memberikan Denia saran.
****
Britsh melangkah keruang kerjanya dengan kesal karena baju nya basah. Pak Ridwan masuk keruang kerja Britsh untuk menyampaikan pesan akan ada rapat dengan klien dari singapore. Pak Ridwan merasa heran dengan pakaian Britsh yang basah.
"Kenapa baju Tuan basah semua?" tanya Pak Broto.
"Tadi saya jalan lewat dari ruang cleaning servis, terus saya nabrak ember berisi air, jadinya begini"jawab Britsh.
"Tuan sepertinya tidak pernah dari sana?" tanya Pak Ridwan.
"Saya kebetulan mau ngecek bagian kebersihan juga, ini semua karena gadis itu" kata Britsh
"Gadis itu?"tanya Pak Ridwan.
"Ia, gadis kebersihan yang sembrono, meletakkan air sembarangan" kata Britsh.
Tok..tok..tok..
Terdengar suara ketukan dari luar ruangan Britsh, tanpa izin masuk, Denia langsung masuk.
"Maaf kan saya pak"kata Denia.
Denia menyerahkan kemeja kepada Britsh untuk mengganti kemejanya yang basah. Denia kemudian melangkah keluar ruangan Britsh dan meminta maaf sekali lagi. Pak Ridwan yang melihatnya hanya tersenyum.
"Apa itu gadis yang tuan maksud?"tanya Pak Ridwan. Britsh hanya mengangguk, kemudian memperhatikan kemeja yang diberikan Denia tersebut. Britsh tersenyum sendiri, sepertinya ia merencanakan sesuatu yang licik.
"Rapatnya jam berapa?" tanya Britsh
"Jam 2 tuan"kata Pak Ridwan. Britsh melihat jam sudah menunjukkan pukul 13.45 wib
"Baiklah, bapak tunggu diluar dulu, saya mau ganti kemeja dulu" kata Britsh.
"Baik tuan" kata Pak Ridwan.
Britsh selesai mengganti kemeja nya, namun dia belum keluar dari ruangannya. Britsh kembali tersenyum licik...
*****
__ADS_1
Bersambung...