
Kayla masih menunggu kedatangan Britsh, ia berfikir pasti Britsh terkena macet, atau Britsh sedang mampir ke suatu tempat untuk membeli sesuatu untuknya.
"Mungkin dia sedang membeli sesuatu, sebagai pertanda permintaan maafnya padaku"ucap Kayla.
Kayla pun mulai merasa bosan, karena Britsh tak kunjung datang meski sudah 2 jam ia menunggunya. Britsh sedang berada di SMA X, dimana ia dan mantan kekasihnya dulu sekolah sekitar 10 tahun yang lalu.
Britsh berjalan, menelusuri ruangan demi ruangan dan juga halaman sekolah. Sejak sore tadi, Britsh berada disana, ia meminta kunci sekolah pada oenjaga sekolah yang rumahnya dekat di sekolah tersebut. Untuk orang seperti Britsh bukanlah hal yang sulit untuk mselakukan hal tersebut.
"Tempat ini masih sama seperti dulu, hanya kita yang berubah"kata Britsh lirih sembari menatap ke langit yang gelap.
"Bahkan langit saja tidak ingin menemaniku, karena marah"batin Britsh lirih. Ia masih saja merasa bersalah atas meninggalnya Marsya. Dimana Marsya meninggal tepat saat ia baru melamarnya.
Tak lama ia tersadar dari lamunannya yang menyedihkan itu, ia terkejut dengan nada dering di ponselnya. Britsh meraih ponselnya yang betada di saku celananya. Panggilan tersebut merupakan dari mamanya, ia tahu tujuan ibunya menghubunginya adalah karena dirinya masih belum meminta maaf pada Kayla. Ia pun mengabaikan panggilan masuk tersebut dan kembali meletakkan ke dalam saku celananya.
"Anak ini, masih saja bertingkah begitu" gerutu ibu Yeni. Ia sadar putranya sengaja mengabaikan panggilannya.
Kayla merasa sedih, ia meneteskan air mata dan merasa sangat kesal. Ia merasa sia-sia berdandan cantik, bahkan harus mengeluarkan dress dari dalam kopernya. Kayla merasa terkejut ketika mendengar langkah kaki memasuki ruang tamu, ia menyeka air matanya dan membalikkan badannya, karena ia berfikir jika Britsh yang datang. Namun raut wajahnya kembali cemberut setelah ia mengetahui orang yang datang bukanlah Britsh melainkan Smith supir sekaligus bodyguard papanya. Smith baru saja mengantarkan papa dan mamanya mengunjungi pesta kerabat dekatnya. Kayla mengabaikan Smith dan memalingkan pandangannya, karena kesan pertamanya pada Smith tidak bagus. Smith menyadari jika Kayla baru saja menangis dan ia pasti sedang menunggu seseorang, melihat tampilannya yang sangat berbeda hari ini. Meski menurutnya Kayla hari ini terlihat cantik, namun ia tidak bermaksud untuk menyukainya. Bukan karena ia merasa di bawah Kayla, tapi dia tidak suka dengan wanita yang manja seperti Kayla.
"Apa nona sedang menunggu seseorang?"tanya Smith.
Meski ia tidak terlalu mau mencampuri urusan orang lain, namun ia tidak bisa melihat anak majikannya terlihat bersedih seorang diri.
"Mau tau aja, loe. Pergi sana!" bentak Kayla.
Ia merasa kesal karena bodyguard papanya sudah mulai mencampuri urusan pribadinya. Smith mencoba pergi, karena ia merasa tidak dibutuhkan oleh Kayla. Namun, ia menghentikan langkahnya dan kembali melihat Kayla yang masih termenung di atas sofa.
Smith mendekati Kayla dan memberikan selembar tisu untuk Kayla, Kayla baru sadar jika Smith sudah berada di dekatnya setelah ia melihat selembar tisu menghampirinya.
__ADS_1
"Nih, ambil"kata Smith.
Kayla dengan kasar mengambil selembar tisu itu dari tangan Smith. Smith pun meninggalkan Kayla sendirian, karena ia tidak ingin membuat suasana hati Kayla semakin buruk. Kayla membuang tisu pemberian Smith dengan kasar ke lantai setelah kepergian Smith.
Kayla kembali mengambil ponselnya untuk menghubungi ibu Yeni kembali untuk menanyakan keberadaan Britsh.
"Halo, tante. Kenapa Britsh masih belum juga datang?"tanya Kayla tersedu.
Smith menghentikan langkahnya sejenak, setelah mendengar pembicaraan Kayla. Ia menyadari jika Kayla memang sedang menunggu seseorang, hanya saja ia tidak ingin mencampurinya dan langsung melangkah meninggalkan Kayla.
"Maaf ya sayang, tante juga berfikir kalau Britsh akan kesana tadi"kata ibu Yeni menjelaskan dari telepon.
Kayla masih menangis, ia merasa sangat sedih, karena semua harapannya sia-sia saja. Orang yang di harapkajnya untuk hadir menemuinya ternyata tak kunjung datang. Penyesalan ibu Yeni semakin bertambah, setelah mendengar isak tangis Kayla.
"Jangan nangis donk, sayang. Tante janji, tante akan menyuruh Britsh datang kesana secepatnya"ucap ibu Yeni membujuk.
Tak menunggu waktu lama untuk menghentikan tangis Kayla, hanya mendengar ibu Yeni berkata akan menyuruh Britsh untuk menemuinya saja, sudah membuatnya bahagia. Kayla menyeka air matanya dan mulai tersenyum kembali.
"Benar"jawab ibu Yeni memastikan.
Panggilan dari ibu Yeni pun sudah terputus, Kayla akhirnya bisa kembali ceria. Ia melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas dimana kamarnya berada. Setelah ia tiba di kamarnya, ia mendapatkan tempat tidurnya masih berantakan dipenuhi baju-baju. Kayla merasa risih dengan apa yang dilihatnya. Ia pun berteriak memanggil asisten rumah tangganya. Meski suara Kayla sangat kuat, tak satupun asisten rumah tangganya datang ke kamarnya. Ia pun kembali berteriak memanggil asisten rumah tangganya dengan sebutan "Mbak" karena asisten rumah tangga di rumahnya tidaj terlalu tua. Karena teriakannya yang sangat keras, Smith masuk ke kamar Kayla tanpa seizin Kayla. Melihat kelancangan Smith membuat Kayla sangat marah.
"Kau... Kenapa kau datang?"Aku memanggil mbak yang bekerja di rumah ini"kata Kayla sedikit takut.
"Saya mendengar nona berteriak, jadi saya datang"jawab Kayla.
"Berani sekali kamu, masuk ke kamar saya tanpa seizin saya!"bentak Kayla.
__ADS_1
"Maaf, nona. Tapi tadi saya sudah mengetuk pintu sebelumnya, lalu saya masuk"jawab Smith.
"Saya tidak membutuhkan kamu. Jadi kamu keluar"jawab Kayla sambil memanggil kembali asisten rumah tangganya.
Smith melihat kamar Kayla berantakan, yang di penuhi pakaian Kayla.
Pasti tadi Kayla mencoba semua pakaian ini dan melemparkannya ke kasurnya. Begitulah yang difikirkan Smith.
"Maaf, Nona. Semua ini kan ulah nona. Jadi, nona sendiri yang merapikannya"saran Smith.
Meski Smith hanya seorang Bodyguard papanya Kayla, namun ia sangat disayangi oleh papanya Kayla dan sudah menganggapnya sebagai anak sendiri. Makanya, Smith tidak segan untuk menyuruh Kayla, meski anak majikannya.
"Berani sekali kamu menyuruh saya"ucap Kayla kesal dan mendongak kepalanya ke atas seolah tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Ini semua nona yang membuat, jadi nona yang merapikannya"jawab Smith.
Seorang wanita mengetuk pintu kamar Kayla dan kemudian masuk ke kamar Kayla. Wanita itu bernama Mbak Fatimah, salah satu asisten rumah tangganya.
"Bagus, Mbak sekarang kamu bersihkan kasur saya, karena saya mau istirahat"kata Kayla memberi pesan.
"Baik, nona"jawab Fatimah.
Baru saja satu langkah Fatimah melangkah hendak menuju kasur Kayla yang berada tepat di belakang Kayla. Ia di hentikan oleh Smith karena Smith ingin Kayla sendiri yang merapikan kasurnya.
"Jangan!. Biar nona Kayla yang membersihkannya"kata Smith.
Kali ini Kayla sangat kesal, ia membesarkan kedua bola matanya pada Smith, seolah hendak menerkamnya...
__ADS_1
***
Bersambung...