Denia Aku Sangat Mencintaimu

Denia Aku Sangat Mencintaimu
Episode 45 - Kesal


__ADS_3

Mbak Fatimah merasa kebingungan dengan kejadian yang ada dihadapannya saat ini. Ia tidak tahu harus mendengarkan siapa.


"Mbak, kamu rapikan kasur saya. Kan orang tua saya yang menggaji kamu"ancam Kayla.


Mbak yang bernama Fatimah tersebut menjadi bertambah bingung, ia sadar jika ia bekerja di rumah ini di bayar oleh Pak Davidson, papanya Kayla. Namun, mbak Fatimah juga tidak bisa mengabaikan perintah Smith karena beliau juga merupakan orang kepercayaan pak Davidson selaku orang yang menggajinya.


"Apa sebenarnya pangkat orang ini?, bahkan mbak di rumahku menurutinya?"batin Kayla.


Kayla mulai merasa kesal, karena perintah Smith tersebut berhasil membuat asisten dirumahnya kebingungan.


"Dia hanya seorang bodyguard, tak lebih dari hanya seorang pengawal. Tapi kenapa dia bersikap seolah dia pemilik rumah ini?"batin Kayla kembali menatap sinis ke arah Smith.


Smith tak berkedip ditatap tajam oleh Kayla, bahkan sedikitpun tak takut padanya.


Mbak, kamu kembali saja ke pekerjaan kamu yang lain"perintah Smith.


"Baik, Mas"jawab Mbak Fatimah yang membuat Kayla tercengang tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


Mbak Fatimah pun keluar dari kamar milik Kayla sembari membungkuk pamit pada Kayla.


"Maaf, nona. Permisi"kata Fatimah sembari melangkah ke depan pintu kamar.


Kayla semakin kesal dengan orang yang saat ini berada di hadapannya. Kayla masih berdiri tak berkedip sedikitpun.


"Apa yang nona lakukan disitu?. Kenapa hanya berdiri saja?, apa nona tidak ingin tidur di kasur itu?"tanya Smith datar.


Kayla semakin mengumpat kesal di dalam hatinya, sampai-sampai ia berniat akan melaporkan kejadian tersebut kepada papanya, agar memecat Smith sebagai bodyguard. Kayla memandang kasurnya dengan tatapan lirih dan beefikir bagaimana bisa dia merapikan semua pakaian itu sendirian, ditambah lagi ia sudah merasa sangat lelah. Namun, akhirnya Kayla menyerah, karena ia juga tidak mungkin tidur di lantai atau sofa malam ini.


"Kenapa kamu masih disana?. Keluar sekarang!"bentak Kayla kesal.


Kayla duduk di pinggir kasurnya, menatapi seluruh pakaian yang ada disana.


Tring...tring...


Ponsel Smith berdering dari saku celananya. Smith kemudian beranjak dari kamar Kayla untuk mengangkatnya, ternyata yang menelpon adalah pak Davidson, papanya Kayla. Kayla sedikit mendengar pembicaraan Smith ketika Smith mengatakan Tuan. Sepertinya orang tuanya akan segera kembali.


Kayla menyerngit. Ia merasa lega kedua orang tuanya akan pulang ke rumah, karena ia akan melaporkan peristiwa yang baru saja dialaminya kepada mereka.


"Kali ini, papa pasti akan setuju dengan usulku, untuk memecatnya"kata Kayla dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Kayla tak jadi merapikan pakaian yang ada di kasurnya, ia malah berbaring di atas pakaiannya tersebut dan menatap langit-langit kamarnya dengan penuh kebahagiaan.


"Lihat saja pengawal sombong. Pekerjaan kamu hanya beberapa jam saja. Sebentar lagj kamu akan dipecat"lagi-lagi Kayla penuh percaya diri.


Smith masuk ke dalam mobil dan keluar dari gerbang rumah menuju ke tempat pak Davidson dan istrinya berada.


***


Mobil milik pak Davidson kembali ke halaman rumah, Kayla yang mendengar suara mobil dari kamarnya berlari turun ke ruang tamu. Kamarnya juga sudah tampak rapi, bukan dia yang merapikannya sendiri, tapi ia kembali memanggil mbak Fatimah, setelah kepergian Smith tadi.


Kayla duduk di sofa yang berada di ruang tamu, dengan menyilangkan kakinya. Ia merasa sedikit menyombongkan dirinya, karena sebentar lagi Pengawal sombong yang ia anggap akan keluar dari rumahnya.


"Kamu belum tidur, Kayla?"tanya pak Davidson.


Kayla berlari kepelukan papanya, dan tentu saja sikap Kayla tersebut membuat pak Davidson dan ibu Melinda merasa kaget, sementara Smith hanya menatapnya datar.


"Ada apa?, kenapa kamu manja sekali hari ini?"tanya pak Davidson.


Ibu Melinda tersenyum kepada sikap putrinya itu, ia beranggapan jika putrinya sedang berbunga-bunga hari ini, karena baru saja bertemu dengan pria yang dicintainya. Ibu Melinda menjodohkan Kayla dengan Britsh karena Kayla juga mencintainya, namun pak Davidson tak mengetahui mengenai perjodohan itu. Bagi pak Davidson, pernikahan putrinya hanya boleh dilakukan oleh orang yang tepat dan mencintai putrinya.


"Dia lagi berbunga-bunga,Pa"


"Iya, Kayla kan tadi bertemu dengan Britsh"jawab ibu Melinda.


"Smith?, siapa itu Smith?"tanya pak Davidson seolah asing dengan nama itu.


"Itu lho pa, anak ibu Yeni, teman arisan mama dan anak dari pak Satria Sanjaya pemilik Sentosa Group"


"Oh, putra pak Satria Sanjaya?"tanya pak Davidson memastikan.


"Iya, pa"jawab ibu Melinda.


Namun, tujuan Kayla bukan untuk memberitahukan masalah tersebut pada kedua orang tuanya, melainkan apa yang baru saja di hadapinya.


"Apa benar begitu, Kayla?"tanya pak Davidson.


"Batal, pa"jawab Kayla datar.


Ibu Melinda tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, begitupun dengan pak Davidson.

__ADS_1


"Apa, batal?, kenapa bisa batal?"tanya ibu Melinda.


"Britsh tak jadi datang ke rumah, Ma. Kata tante Yeni dia tak tahu dimana keberadaan Britsh saat ini"jawab Kayla.


Ibu Melinda tampak merasa sedikit kesal, dan sekaligus iba kepada putrinya. Ia merasa sikap Kayla hari ini adalah karena Britsh tak jadi datang menemui Kayla.


"Oh, jadi karena itu kamu manja hari ini"ucap pak Davidson sembari mengelus punggung putrinya itu.


Ada yang ingin Kayla ceritakan, Pa"kata Kayla sembari melirik tajam Smith.


"Ceritanya besok saja, ya. Papa lagi capek mau istirahat"kata pak Davidson lembut.


"Tapi, pa..." belum sempat Kayla melanjutkan bicaranya, pak Davidson mencium kening putrinya dan bergegas pergi meninggalkan Kayla yang masih dalam kebingungannya. Sementara Smith tersenyum tipis sebelum meninggalkan ruang tamu, yang dibalas tatapan kesal oleh Kayla.


Ibu Melinda masih menemani Kayla, dan langsung memegang kedua tangan putrinya tersebut.


"Bagaimana bisa, Britsh tidak jadi menemui kamu?"tanya ibu Melinda sembari menarik putrinya ke sofa.


"Kayla juga tidak tahu, Ma. Padahal Kayla uda capek berdandan cantik hanya untuk Britsh"ucap Kayla lirih.


Ibu Melinda hanya diam saja, ia tidak bisa memberi masukan apapun pada putrinya tersebut.


"Tapi, ma. Kayla sangat kesal dengan bodyguard papa itu"kata Kayla yang mulai menceritakan apa yang dialaminya tadi.


"Maksud kamu Smith?"tanya ibu Melinda.


"Iya, ma"


"Kenapa dengan dia?"


"Masa, Kayla disuruh merapikan pakaian Kayla yang berserakan di atas kasur?. Kayla sebal sama dia, Ma. Pecat saja dia"kata Kayla merengek.


"Bagaimana ya, Kayla. Papa kamu sayang sekali sama dia. Mama sudah pernah menyarankan untuk memecatnya, tapi papa kamu tidak mau" kata ibu Melinda.


Ibu Melinda ternyata pernah di buat kesal oleh Smith, karena sikapnya yang terlalu tegas sebagai pengawal. Kayla merasa sia-sia berniat untuk menceritakan apa yang terjadi padanya, karena ia tahu pasti papanya tidak akan setuju dengan sarannya.


***


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2