
"Apa Britsh sudah punya kekasih baru, Tante?"tanya Kayla parau.
"Setahu tante sih belum, soalny kan dia tidak bisa melupakan kekasihnya yang sudah meninggal itu"jawab Ibu Yeni menenangkan Kayla.
Ibu Sofia teringat kembali dengan Denia, yang memdadak jadi Asisten pribadi Britsh di perusahaan, hanya saja Ibu Sofia tidak ingin menambah masalah dengan memberitahukan tentang Denia pada mereka. Ibu Yeni sang kakak iparnya, pastilah tidak suka. Ibu Sofia juga masih belum yakin 100% mengenai hubungan Britsh dsn Denia.
Smith melihat Kayla dari kejauhan dengan ekspresi datar.
***
Pagi menjelang, Britsh masih betah tinggal di kasurnya yang empuk untuk tidur. Matanya masih terpejam, namun tubuhnya menggeliat kesana kemari, karena pancaran sinar matahari menembus celah kamar hotelnya. Lagi-lagi Britsh tidur di kamar hotelnya sendiri. Dia bebas kapanpun ia ingin menginap, karena keluarganya lah yang memiliki asetnya. Ponselnya tiba-tiba berdering membangunkannya dari tidurnya. Britsh mengerjapkan matanya yang masih susah untuk dibuka. Britsh meraih ponselnya yang ada di atas lemari kecil di samping kasurnya dan langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"Halo"katanya dengan nyawa belum terkumpul.
"Britsh, kamu harus minta maaf pada Kayla. Jangan bikin malu mama sama tante Melinda"kata Ibu Yeni marah.
Britsh hanya mengorek lubang telinganya yang ssms sekali tidak kotor. Britsh hanya tidak ingin mendengar mamanya bicara hal tak penting padanya.
"Apa kamu mendengar suara mama?"tanya Ibu Yeni memastikan.
Britsh hanya diam saja, tidak merespon ucapan mamanya, matanya dipejamkan karena merasa lelah mendengar perkataan mamanya, karena Britsh merasa tidak melakukan kesalahan apapun pada Kayla.
Britsh dengan santainya mematikan ponselnya saat Ibu Yeni masih bicara, sehingga Ibu Yeni pun bertambah marah.
"Britsh!. Halo!"panggil Ibu Yeni berulang-ulang. Karena ia sadar jika Britsh mematikan ponselnya, Ibu Yeni mengumpat putranya itu dengan kata-kata kasar. Britsh meletakkan ponselnya kembali di atas lemari kecil di samping kasurnya dan kemudian memasukkan badannya kembali di dalam selimutnya, ingin rasanya Britsh hanya tiduran di saat libur begini.
****
Denia hari ini sedang memberekan rumahnya, karena tidak ada kerjaan di kantor, karena Britsh libur, Denia juga libur. Nindy main ke rumah Denia, di saat Denia sedang menyapu rumahnya. Dengan santainya, Nindi berjalan masuk ke dalam rumah.
"Adik kamu sudah berangkat sekolah?"tanya Nindi.
"Sudah"jawab Denia singkat.
__ADS_1
Tangan lentiknya masih memegang sapu, dan membiarkan Nindy berjalan bebas di rumahnya.
"Ibu kamu sudah bagaimana keadaannya?"tanya Denia khawatir.
"Biasa, tiap bulan harus cek"jawab Nindy.
Denia hanya mengangguk, sambil terus menyapu.
"Oh,ya, bagaimana bosmu Nia?"tanya Nindy.
"Kok kamu tiba-tiba nanya Pak Britsh?"tanya Denia penasaran.
"Tidak apa-apa sih, hanya saja aku penasaran aja. Secara kan dia care banget sama kamu"kata Nindy.
"Mana aku tahu dia bagaimana, kalau kamu pengen tahu, kamu datangi aja kerumahnya"kata Denia bercanda.
****
Ting tong..
Suara bel di depan pintu kamar president suit berbunyi berulang-ulang. Britsh merasa terganggu dengan suara pencetan bel yang berulang-ulang, membangunkannya dari tidur, siapa yang datang pagi-pagi begini ke kamarnya. Kalaupun Pak Ridwan, pasti sudah menelponnya terlebih dagulu, jika ada perlu.
Dengan langkah yang malas dan lambat, Britsh akhirnya membukakan pintu kamarnya. Matanya masih samar-samar saat berjalan.
Ceklek...
Pintu kamar hotel pun terbuka, Britsh berdiri tepat di depan pintu kamarnya, memandang tamu yang dihadapannya dengan mata menyipit. Britsh langsung mendelik ketika sadar orang yang di hadapannya adalah mamanya, dengan tatapan tajam menatap ke arah Britsh.
"Mama?. Kenapa mama datang kesini?"tanya Britsh tidak percaya.
Sejak Britsh menginap di kamar hotel yang berkelas prrsident suit room itu, ini pertama kalinya mamanya datang, tidak heran jika Britsh sangat terkejut. Tanpa izin dari Britsh, Ibu Yeni masuk ke dalam kamar, dan menatap seisi ruangan president suit room itu.
"Jadi, selama ini kamu menginap disini?"tanya Ibu Yeni.
__ADS_1
Britsh tidak langsung menjawab pertanyaan dari mamanya, ia hanya melangkah sambil menundukkan kepalanya, bukan karena ia takut pada kemarahan mamanya, hanya saja Britsh tidak ingin mencari ribut dengan mamanya pagi-pagi.
Britsh masih memakai piyama tidurnya yang berbahan katun, meski hanya mengenakan piyama tidur visual Britsh tidak diragukan lagi. Ketampanannya dapat memporak-porandakan kaum hawa yang melihatnya. Britsh duduk di salah satu sofa panjang di dalam kamar hotelnya dengan menyilangkan kakinya dan tangannya di sandarkan pada sandaran sofa, sementara Ibu Yeni dengan tampilan stelan rok sepan dan blouse berbahan sifon, berdiri tegak dengan menyilangkan lengannya menatap Britsh dengan tatapan sinis, seolah ingin memakan Britsh hidup-hidup.
"Minta maaflah pada Kayla"kata Ibu Yeni.
"Tidak ma, sudah berapa kali Britsh mengatakan pada mama, kalau Britsh tidak ingin dijodohkan dengannya"jawab Britsh.
Ibu Yeni mendekati Britsh yang duduk di sofa. Dan ia langsung duduk di samping Britsh sambil memegang pundak anaknya itu, seolah memohon.
"Kamu harus mau ya, jangan buat mama malu. Dia kurang apa?, dia cantik, kaya, pintar"kata Ibu Yeni.
"Tapi Britsh tidak mencintainya, Ma"tegas Britsh.
Ia pun langsung berdiri sehingga tangan mamanya terdorong ke sofa. Britsh melangkah menjauh dari mamanya dan memalingkan wajahnya, ada rasa emosi yang terlihat dari wajah Ibu Yeni. Matanya terlihat melebar dan mulutnya mengerut.
"Apa karena pacarmu yang meninggal itu?"tanya Ibu Yeni datar.
Matanya menoleh ke arah Britsh dengan tajam, Britsh pun menoleh ke arah Ibu Yeni ia shock mendengar perkataan mamanya itu. Mata mereka saling beradu. Britsh sangat emosi dan gemetar, ia mengepalkan kedua tangannya.
"Jangan sebut dia lagi"jawab Britsh.
Sepertinya, usaha Ibu Yeni untuk memancing kelemahan putranya berhasil. Hanya saja, kali ini alasan Britsh tidak ingin dijodohkan dengan Kayla bukan karena Marsya. Ia tidak suka, ibunya srlalu membawa-bawa nama Marsya setiap kali dia menolak perjodohan dengan wanita pilihan ibunya.
"Oh, jadi benar karena dia?"kata Ibu Yeni dengan yakin. Ibu Yeni berdiri dan berjalan mendekati putranya hingga jarak mereka dekat, hanya berjarak 1m itu. Britsh menaikkan salah satu ujung bibirnya menahan emosi yang ada di dalam hatinya, tangannya masih dikepalnya dengan erat.
"Sudah kukatakan berkali-kali jangan bahas dia lagi!" bentak Britsh.
Ibu Yeni menyeringai sinis "Jika kau tidak ingin mama menyebut dia terus, minta maaflah pada Kayla"ancam Ibu Yeni.
Ibu Yeni melangkah keluar dari kamar president suit room itu dengan acuh meninggalkan Britsh masih terdiam dengan emosi masih menggebu di hatinya.
Bersambung......
__ADS_1