Denia Aku Sangat Mencintaimu

Denia Aku Sangat Mencintaimu
Episode 42-Perasaan yang sulit untuk dijelaskan


__ADS_3

Britsh dan Denia akhirnya tiba di sebuah restaurant, yang berjarak lumayan jauh dari daerah pantai. Mereka menemuh waktu kurang lebih 30 menit untuk tiba disana.


Britsh dengan sangat hati-hati memberhentikan mobilnya di parkiran yang terletak di depan restaurant "S" salah satu restaurant yang menyediakan makanan dari berbagai negara. Cukup mengejutkan juga, mereka menemukan restaurant mewah di tengah perkampungan. Bisa dibilang daerah tersebut jauh dari kota.


Memang jarak pantai ke daerah mereka tinggal juga membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk menempuhnya dengan mengendarai mobil. Dimana lokasi pantai jauh dari keramaian dan kemacetan seperti yang berada di kota besar.


Setelah mereka turun dari mobil, Britsh menekan tombol otomatis untuk mengunci pintu mobilnya, agar jika ada yang membukanya secara diam-diam, alarm mobil akan otomatis berbunyi.


Mereka berjalan memasuki halaman restaurant, Denia melangkah dengan sangat hati-hati di belakang Britsh. Hal tersebut tentu membuat Britsh merasa tidak nyaman. Ia merasa seolah ada jarak diantara keduanya. Namun, Britsh hanya membiarkan Denia melakukan hal tersebut, karena ia tidak ingin membuat Denia merasa tidak nyaman atau canggung.


"Hmmmmm, tempatnya kenapa sepertinya mahal dan menunya juga pasti pakai bahasa asing lagi"batin Denia.


Ia memang tidak terlalu mengerti bahasa asing, apalagi jika menu makanan berbahasa prancis.


****


Steven tiba di halaman rumahnya dan segera memarkirkan sepeda motornya. Tak lupa ia meletakkan helm di atas kaca spion, kemudian ia berjalan menuju teras rumahnya. Ia melirik ke pintu rumah Denia yang masih terkunci, ia berfikir jika Denia pasti masih belum pulang. Ia melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan tatapan datar. Tiba-tiba langkahnya dikejutkan oleh langkah kaki seseorang yang melangkah ke arah rumah Denia. Ia pun membalikkan badannya untuk melihat siapakah yang datang ke rumah Denia, tentu saja ia berharap jika langkah kaki tersebut adalah Denia, tapi ternyata bukan. Orang itu ternyata Delia adik Denia.


Britsh pun kembali membalikkan badannya dan membuka pintu rumahnya yang sebelumnya sudah membuka kuncinya.


Delia masuk ke dalam rumahnya tanpa memperhatikan ke arah rumah Steven.


Steven membuka jacket yang dikenakannya dan kemudian di letakkannya di punggung sofa. Ia pun menyandarkan tubuhnya di sofa seolah merasa lelah sekali. Namun ia sedang memikirkan keberadaan Denia saat ini. Dkambilnya ponselnya dari saku celananya, mencari nomor kontak dan menemukan nama Denia di kontak ponselnya. Ia hanya melihat nomor Denia itu dari layar ponselnya, sepertinya ia berniat untuk menghubungi Denia namun dibatalkannya.


Steven dikejutkan oleh suara pintu dari rumah Denia, ia pun melirik dari balik jendela. Ada apa tiba-tiba seolah pintu terkunci lagi padahal Delia baru saja masuk ke rumahnya dan sudah mengunci pintu rumahnya. Ternyata Delia pergi lagi dari rumah yang tidak tahu kemana tujuannya. Steven hanya diam saja melihat kepergian Delia tersebut.

__ADS_1


Hanya saja ia teringat beberapa hari yang lalu, jika Delia pergi mendadak, Denia akan khawatir. Ia pun menyusul Delia, karena tidak ingin kepergian Delia tidak diketahui oleh Denia.


Kemunculan Steven yang mendadak di depannya, membuat Delia sangat terkejut.


"Ada apa?. Mengapa kamu mengagetkan saya?"ketus Delia.


"Kali ini kamu mau kemana?"tanya Steven.


"Bukan urusan kamu"jawab Delia ketus.


Delia mencoba untuk melanjutkan perjalanannya namun dihalangi oleh Steven, hal tersebut tentu membuat Delia bertambah kesal, ia meniupkan mulutnya ke atas karena ia merasa kesal pada Steven yang mencampuri urusannya, ia merasa jika Steven sudah seperti kakaknya Denia yang selalu ikut campur pada segala urusannya.


"Ini akan jadi urusan saya"jawab Steven.


"Kenapa?, kamu ingin melaporkan kegiatanku pada kakakku? atau kamu ingin jadi pahlawan untuk kakakku?"tanya Delia.


"Apa kau mencintai kakakku?"tanya Delia.


Pertanyaan Delia kali ini tidak bisa di jawab oleh Steven, ia hanya berdiri diam di jalan, hal tersebut diambil Delia sebagai kesempatan untuk pergi. Steven bahkan tidak menyadari kepergian Delia karena ia terdiam bagai terpaku.


"Ia masih saja tidak mau jujur" ketus Delia pelan setelah melewati Steven.


Setelah beberapa menit Steven terdiam, ia pun sadar dan tidak melihat Delia di depannya lagi. Ia mencoba mencarinya, namun tidak menemukannya. Ia pun menyerah dalam pencariannya, ia melangkah dengan langkah yang lambat seperti ada beban dalam fikirannya.


"Kemana dia pergi, kenapa cepat sekali"keluh Steven.

__ADS_1


Saat ia melangkah pulang, ia menyadari suara mobil di belakangnya, ia membalikkan badannya menoleh kebelakang dan menyadari jika itu mobil Britsh, ia pun bersembunyi di salah satu pohon agar tidak ketahuan oleh Britsh.


Britsh menghentikan mobilnya di depan rumah Denia dan dengan segera Denia turun dari mobil.


"Apa Bapak mau singgah dulu"kata Denia menawarkan.


"Tidak usah, saya langsung pulang saja, karena ada hal yang harus saya urus. Lain kali saya akan singgah"jawab Britsh.


Britsh pun memutar mobilnya untuk jalan pulang. Steven kembali menyembunyikan dirinya ketika Britsh melewati jalan yang ia lewati. Setelah Britsh berlalu, ia pun keluar dari tempat persembunyiannya. Ia kembali melirik ke arah mobil Britsh yang sudah jauh dari tempatnya. Pandangannya kosong, hanya menatap belakang mobil itu dari kejauhan.


Steven melanjutkan perjalanannya pulang, setibanya di depan rumah, ia melirik ke rumah Denia dimana rjmah tersebut sudah terkunci, ia pjn kembali ke dalam rumahnya dan tak ingin menjelaskan tentang kepergian Delia.


****


Cafe S sedang ramai oleh pengunjung, Denia dan kedua sahabatnya Nindy dan Steven sedang sibuk melayani para tamu. Meski sedang sibuk, Steven sesekali melirik ke arah Denia yang sedang sibuk melayani pembeli. Rasanya ia ingin menanyakan darimana Denia hari ini bersama Britsh di saat libur kerja.


Karena sedikit kurang fokus, Steven salah memberikan pesanan tamu, hal tersebut tentu membuat tamu protes akan tindakan Steven tersebut. Steven dengan segera meminta maaf dan mengganti minuman pelanggan tersebut. Hal tersebut membuat Nindy dan Denia terkejut. Mereka memperhatikan kerja Steven yang tidak fokus tersebut, bukan hanya sekali tetapi berulang kali. Mereka merasa jika Steven dalam keadaan yang kurang baik saat ini, hanya saja mereka sedang sibuk dan tidak bisa bertanya langsung pada Steven.


Setelah mereka sepi pembeli, mereka beristirahat karena merasa lelah.


"Apa kamu baik-baik saja?"tanya Denia.


"Iya, ada apa kamu hari ini?, kenapa salah terus pesanan pelanggan?"tambah Nindy.


Steven hanya diam saja mendengar pertanyaan dari Nindy dan Denia, ia tidak bisa menjelaskan apa yang ada difikirannya saat ini.

__ADS_1


****


Bersambung....


__ADS_2