Denia Aku Sangat Mencintaimu

Denia Aku Sangat Mencintaimu
Episode 48 - Menepati janji


__ADS_3

Keesokan harinya, tibalah saatnya Britsh menepati janjinya untuk bertemu dengan Kayla di salah satu restaurant mewah, dimana dirinya juga pernah makan disana bersama Kayla. Lokasi tempat restaurant dengan hotelnya tidak begitu jauh. Meski di hotelnya sendiri memiliki restaurant dan koki yang handal, entah mengapa dirinya tidak ingin membawa seorang wanita makan disana. Mungkin karena tidak ingin ada rumor tentangnya di perusahaan.


Britsh sudah menunggu Kayla di restaurant, dan masih memakai pakaian kerjanya. Britsh melihat jam tangannya dan ia menyadari jika sudah menunggu Kayla selama satu jam, padahal perjanjian mereka bertemu pukul 4 sore.


"Dimana dia, sudah setengah jam aku disini"


Britsh tidak ingin menjemput Kayla, dan langsung ke restaurant seorang diri.


Tak lama, orang yang ditunggunya sudah datang. Kayla memakai pakaian yang dikenakannya kemarin saat menunggu Britsh yang tak kunjung datang, dan ia juga menghias wajah dan rambutnya seperti saat itu juga.


Britsh tercengang melihat penampilan Kayla, bukan karena dirinya merasa kagum melihat penampilan Kayla, melainkan karena merasa aneh dengan penampilan Kayla, yang seolah sedang menghadiri pesta. Namun Britsh tidak ingin mengomentarinya, karena dirinya menganggap jika Kayla biasa berdandan seperti itu kalau keluar rumah.


Dari mulai masuk restaurant dan menemukan keberadaan Britsh, tak hentinya Kayla tersenyum menatap Britsh.


"Pantas saja dia lama sekali, ternyata dia berdandan seperti ini"batin Britsh setelah Kayla mendekati mejanya.


Kayla masih tersenyum melihat Britsh yang saat ini sudah berada di hadapannya.


"Bagaimana penampilanku hari ini?"


Britsh tak menjawab, ia hanya melihat oenampilan Kayla dari ujung kepala sampai dadanya, karena Kayla sudah duduk. Jika tidak mungkin Britsh melihanya sampai ujung kakinya juga dengan tatapan datarnya.


"Aku sengaja berdandan seperti ini hanya untuk bertemu kamu, dan aku menghabiskan waktu 3 jam untuk berpenampilan seperti ini"ujar Kayla sembari melihat penampilannya sendiri.


"Kau tidak perlu berdandan seperti ini, hanya untuk bertemu denganku".


"Kenapa tidak perlu?. Aku ingin tampil cantik di depanmu, terlebih lagi ini kan hari pertama kita untuk makan di luar".


"Terserah kau saja"


Britsh melambaikan tangannya pada seorang waiters, untuk memulai pesanan. Kayla mengerutkan bibirnya, melihat sikap cuek Britsh yang seolah mengabaikannya.


"Kau pesan apa?" tanya Britsh sembari memberikan buku menu, seolah masa bodo dengan perasaan Kayla saat ini.


Kayla mengambil dengan kasar buku menu tersebut dan kemudian melakukan pesanan. Kayla memnerikan buku menu tersebut kepada waiters, sembari menatap Britsh kesal.


"Apa kamu mengabaikan perkataanku?. Aku bilang aku berdandan seperti ini untuk dirimu"

__ADS_1


"Aku tak memintamu berdandan seperti ini"ujar Britsh tak merasa bersalah.


"Tapi aku ingin kamu terkesan dengan penampilanku".


Kayla mengira, jika Britsh menyukai wanita yang berpenampilan cantik. Namun Britsh lebih menyukai wanita yang bisa membuatnya merasa nyaman, dia tak membutuhka wanita cantik, jika ada yang bisa membuatnya merasa nyaman. Dan itu masih belum ditemukannya saat ini sejak mantan kekasihnya meninggal.


"Aku lapar, aku tidak bisa berfikiran jernih jika aku merasa lapar".


Kayla menarik nafas dalam dan menghembuskannya, berusaha mengatur emosinya dan membuat suasana menjadi tenang. Ia tak ingin merusak acara yang selama ini ditunggunya. Kayla kembali memberikan senyumannya pada Britsh yang sama sekali tak dihiraukan oleh Britsh.


****


Steven hendak berangkat ke cafe, setelah mengunci pintu rumahnya, ia menghentikan langkahnya, melirik ke arah rumah Denia yang berada di depan rumahnya. Tampak rumah Denia masih tertutup dan lampu dalam keadaan padam. Steven bertanya-tanya dalam hatinya, kemanakah penghuni rumah itu pergi. Sejak kemarin memang Delia tak dilihatnya, sementara Denia baru pagi tadi dilihatnya ketika berangkat kerja ke Sentosa Group.


Steven menduga-duga jika Britsh mengajaknya keluar lagi, tampak murung di wajahnya dan melanjutkan langkahnya. Steven berjalan dengan meletakkan kedua tangannya di dalam saku celana trainingnya, dan wajahnya ditundukkan ke bawah.


***


Setibanya di cafe, Steven terkejut melihat Denia sudah berdiri di depan meja kasir dengan memakai seragam kerjanya. Steven menghampiri Denia yang sedang sibuk di mesin kasirnya.


"Kapan kamu tiba disini?. Aku tadi tidak melihatmu di rumah"


Steven tak menanyakan alasan Denia pulang cepat hari ini, ia hanya tersenyum tipis, seolah merasa senang melihat Denia masuk kerja hari ini dan fikirannya salah. Ia memukul kepalanya sendiri dengan pelan. Denia merasa heran melihat sikap Stevsn tersebut yang dirasanya aneh.


"Kenapa kamu?"


Ah, tidak apa-apa". Ucap Steven salah tingkah sembari melangkah untuk mengganti seragamnya.


"Mana Nindy?"


Suara Denia kembali menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya ke arah Denia.


"Kamu tidak berangkat smaa Nindy?"


"Tidak, aku tidak bertemu dengannya di jalan.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, baru saja mereka menanyakan keberadaan Nindy, Nindy sudah masuk ke cafe dan melihat kedua sahabatny itu sudah berada di sana. Steven melanjutkan langkahnya untuk mengganti baju setelah ia memberikan kode pada Denia jika Nindy sudah tiba.

__ADS_1


"Kamu uda satang, Nia?"


"Uda, tadi aku pulang cepat, jadi langsung kemari'


"Oh, aku ganti seragam dulu ya.


Denia hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, menyetujui permintaan Nindy.


***


Sudah 5 jam Britsh dan Kayla berada di restaurant dan menghabiskan makanan yang mereka pesan. Britsh melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam.


"Sepertinya aku harus pulang"


Kayla melihat jam tangannya."Baru juga pukul setengah sembilan. Kamu kok sudah mau pulang?"


"Kita sudah disini uda hampir 4 jam. Ditambah aku yang menunggu kamu disini 1 jam, jadi aku disini sudah hampir 5 jam".


Kayla hanya diam, dia tak bisa membantah Britsh jika sudah bicara.


"Aku pulang ya. Kamu pasti akan dijemput supir kamu, kan?".


Britsh melangkah meninggalkan Kayla. Kayla sangat kesal dengan perlakuan Britsh padanya. Sebelum pulang, Britsh membayar seluruh makanan di kasir.


"Dia benar-benar menyebalkan. Tapi dengan dia bersikap begitu, aku makin menyukainya".


Kayla tersenyum nelihat punggung Britsh yang mulai menjauh dan menghilang. Hingga akhirnya Kayla sadar, jika ia tak menyuruh supir untuk menjemputnya, karena ia menyangka jika Britsh akan mengantarnya pulang.


Kayla pun berlari mengejar Britsh sampai ke luar pintu, namun Britsh sudah melajukan mobilnya menjauh dari halaman restaurant.


Kayla merasa kesal dan menghentakkan kakinya ke lantai. Kayla pun menelpon orang di rumahnya, namun tidak ada yang mengangkat, kemudian Kayla menghubungi ibu Melinda namun tak ada jawaban, karena ibu Melinda sedang asyik maskeran. Kayla pjn mencoba menghubungi telepon pak Supardi, tetapi tak ada jawaban juga. Kayla pun bingung harus menghubungi siapa lagi. Terakhir ia menghubungi papanya, meski ia tahu jika papanya belum pulang ke rumah sampai jam segini.


***


Mobil sedan BMW berwarna putih pun terparkir di depan restaurant, menghampiri Kayla yang sedang berdiri.


Kayla mengenali mobilnya, dan langsung masuk ke bagian bangku belakang. Alangkah terkejutnya dia melihat Smith yang menjemputnya.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2