
Denia menatap hujan dari jendela kaca ruang kerja Britsh sambil menikmati kopinya. Mereka tak berbicara untuk beberapa saat hanya menikmati secangkir kopi mereka.
***
Denia kembali dari ruang kerja Britsh. Para staff kantor sebagian sudah pada berdatangan, untungnya tak ada yang mencurigainya berada di bagian Gedung Para Staff Kantor Perusahaan. Badannya sudah kering dari air hujan, dia berjalan dari lorong kantor menuju ruang bagian Cleaning servis. Sepanjang perjalanannya dia memikirkan beban yang dirasakan oleh Britsh yang sangat berat. dia harus kehilangan orang yang dicintainya tepat saat dia melamarnya. Tak terbayangkan olehnya betapa terlukanya hati Britsh saat itu bahkan sampai sekarang. Jenita muncul dari arah berlawanan menyapanya karena baru tiba di Perusahaan. Namun dia tak menyadarinya karena terlena dengan lamunannya.
Jenita merasa heran dengan sikap teman kerjanya yang satu ini karena telah mengabaikannya.
"Hei, kamu lagi mikiri apa?" tanya Jenita sambil memukul pundak Denia. Jantungnya rasanya hampir copot karena kaget dibuat Jenita.
"Kapan kamu ada di sini?"tanya Denia yang tak menyadari kalau jenita sudah datang kerja.
"Sejak kemarin, ya baru lah" kata Jenita. Wajah Denia terlihat panik karena takut kalau Jenita melihatnya dari ruang kantor Britsh,untungnya Jenita tak menyadarinya.
"Kamu lagi mikiri apa sich?" tanya Jenita yang masih penasaran dengan ekspresi wajah Denia saat berjalan tadi, bagai orang yang lagi kerasukan.
"Gak ada kok" kata Denia.
"Kamu mengapa dari sana?, Bukannya seharusnya dari luar, baju kamu juga sepertinya yang kemarin?" tanya Jenita. Ternyata Jenita melihatnya masuk keperusahaan dengan jalur yang berbeda karena saat Jenita melihat Denia, Denia sudah berada di dalam Perusahaan tidak dari Pintu masuk. Untungnya Denia masih bisa memberi penjelasan yang dapat di terima oleh Jenita. dia sedang ada urusan begitulah Denia memberi alasan pada temannya itu. Mereka berjalan bersama menuju ruang ganti Karyawan.
*****
Britah masih menatap foto Marsya kakasihnya yang terletak di meja kerjanya. Wajahnya terlihat sedih. Britsh membuka laci meja kerjanya dan mengambil bingkai foto lain. Tampak ada tiga orang di dalam foto tersebut. Mereka adalah Britsh, Steven, dan Marsya. Mereka memakai pakaian SMU dan tertawa bahagia. Britsh teringat kembali masa-masa itu. Untungnya bingkai foto tersebut tidak dilihat oleh Denia. Karena Steven sedang bersembunyi dari keluarganya.
Denia dan Jenita mendorong peralatan kebersihan mereka ke ruangan kamar hotel yang akan di pakai untuk pasangan yang akan menikah besok hari di Hotel tempat mereka bekerja.
"Aku memimpikan susana pengantin seperti ini, menginap di hotel mewah setelah menikah."kata Jenita berkhayal. dia menduduki tempat tidur yang sudah merek hiasi.
"Kalau aku yang penting bahagia aja"kata Denia.
"Kamu naif sekali sich, di mana-mana semua wanita menginginkan pernikahan yang megah dan malam pertama yang romantis" Celoteh Jenita.
"Memang benar, tetapi aku tidak ingin berkhayal terlalu tinggi, nanti sakit kalau tidak kesampaian"kata Denia. Jenita mengkerutkan keningnya, karena merasa kesal dengan perkataan Denia tersebut. Lagi lagi Denia meninggalkan Jenita yang masih pada khayalan tingkat tingginya. Tak ingin sendirian di kamar tamu yang sudah di sewa tersebut, Jenita mengejar Denia yang mendorong semua peralatan Kebersihan.
__ADS_1
"Kamu jangan tinggali aku donk" kata Jenita sedikit kesal pada Denia. Denia tersenyum tak menghiraukan perkataan Jenita.
*****
Delia tak masuk sekolah, karena sudah di skors oleh pihak sekolahnya, namun Denia belum mengetahuinya. Karena sebagian uang sekolah Delia sudah diberikan oleh Denia pada adiknya.
dia mengira kalau adiknya sudah membayarnya karena dia sudah menasehati adiknya tersebut untuk membayar uang sekolahnya karena dia sibuk kerja.
"Ke mana sih dia, sekarang masih belum pulang juga"kata Delia yang baru saja bangun dari tidurnya. dia tak melihat keberadaan Denia sejak kemarin. Makanan pun tidak ada di meja makan, perutnya sudah bunyi karena kelaparan.
"Apa aku ke rumah depan aja ya numpang makan" kata Delia. dia berencana numpang makan di rumah Steven.
Tok... tok.. tok...
Delia mengetuk pintu rumah Steven berulang kali.
Sreeekkk
"Mau ngapai kamu pagi pagi datang kesini?" tanya Steven yang tak menyangka kunjungan Delia kerumahnya pagi pagi sekali.
"Aku mau numpang makan" Jawab Delia dengan percaya dirinya.
Mata Steven terbelalak tak percaya mendengar perkataan Delia.
"mengapa kamu numpang makan di rumah orang?, tidak ada Pergi sana"bentak Steven, dan hampir menutup pintunya.
"Kakakku belum pulang dari kemarin, aku kelaparan karena belum makan" kata Delia. Steven pun tak jadi menutup pintunya . Delia dengan seenaknya melangkah masuk ke rumah Steven dan langsung menuju dapur. Delia mencari cari makanan apa yang bisa dimakan di rumah ini. Delia membuka lemari dan tudung saji yang ada di meja makan namun tak juga menemukan makanan.
"Apa benar Denia belum pulang dari kemarin?" tanya Steven dengan khawatir.
Delia tak menjawab perkataan Steven dan terus mencari makanan yang bisa dimakan.
"ke mana dia?" tanya Steven lagi.
__ADS_1
"Sepertinya di rumah kamu juga tidak ada makanannya" kata Delia.
"Aku tidak akan menjawab pertanyaan kamu, karena perutku sangat lapar"kata Delia.
dia tahu kalau Steven hanya memedulikan kakaknya saja sehingga alasannya untuk makan di rumah Steven adalah kakaknya. Namun dia tak menemukan apa-apa di rumah Steven. dia pun melangkah hendak pulang, namu dihentikan oleh Steven karena akan mentraktirnya makan.
***
Steven dan Delia makan di salah satu restoran dekat rumah mereka. Delia makan dengan lahapnya tanpa adanya rasa malu, Steven yang melihatnya hanya bisa terpelongo, dia tak nafsu makan untuk memakan makanan yang sudah di pesannya. Steven pun memberikan makanannya pada Delia. Wajah Delia langsung senang sekali karena dia mendapat tambahan makanan gratis.
"Makan pelan-pelan, nanti kamu bisa kena gangguan pencernaan" kata Steven.
Saran Steven tak di gubris oleh Delia karena menikmati makanannya.
"Tadi kamu bilang kalau Denia tidak pulang dari kemarin, ke mana dia?" tanya Steven penasaran.
"Mana saya tahu, yang jelas dia dari kemarin tidak pulang" kata Delia. Steven merasa kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh Delia, karena dia tak mendapatkan jawaban detail. dia tahu kalau Delia hanya memanfaatkannya untuk makan saja.
Meski hanya mendapatkan jawaban singkat dari Delia namun Steven mengkhawatirkan Denia yang tak pulang dari kemarin.
"ke mana sebenarnya dia pergi?" kata Steven dengan nada pelan hingga Delia tak mendengarnya.
***
Delia makan sangat banyak sampai membuatnya sangat kekenyangan.
"Ah kenyang sekali" kata Delia sambil memegang perutnya ketika mereka sudah berada di luar restoran. Steven menaiki sepeda motornya.
"Aku diluan ya, tidak usah diantar" Kata Delia yang langsung pergi meninggalkan Steven.
Steven tak menyangka kalau Delia akan pergi begitu saja setelah makan. Namun dia tak terlalu ambil pusing dengan kelakuan Delia tersebut. dia pun melajukan sepeda motornya.
******
__ADS_1