
Di sebuah rumah sederhana yang ada di pinggir sebuah hutan,terdengar celotehnya anak perempuan yang sedang asyik bercerita dengan seorang wanita yang sesekali menyahut celotehannya.
Gadis itu sangat antusias menceritakan kegiatannya hari ini pada sang ibu, sambil sesekali menyuap makanan di piring nya.
Ibunya hanya tersenyum melihat kelakuan gadis itu yang bercerita dengan mulut terisi penuh.
"Shiren…,habis in dulu makanan nya!" ujarnya memberi nasehat
"iwya,bwu " jawab Shiren kurang jelas karna sedang mengunyah makanan.
Malam itu suasana makan malam mereka berdua yang biasa nya aman sentosa tiba-tiba terganggu karna suara ketukan pintu.
tok…tok…tok…
Wanita yang di panggil ibu oleh Shiren itu perlahan berjalan ke arah pintu tapi tak langsung membuka nya.
Ia harus memastikan dulu siapa yang datang, karna letak rumah nya yang di pinggir hutan sehingga tidak memungkinkan kalau itu adalah tetangga.
Ia membuka sedikit gorden yang letak nya tak terlalu jauh dari pintu, benar-benar sedikit sehingga yang tampak hanya matanya saja.
Wanita itu sangat kaget, karna di depan pintu berdiri seorang pria memakai pakaian serba hitam dan beberapa orang di belakang nya yang memakai pakaian yang sama.
Wanita itu bergegas masuk ke dapur dan menarik tangan Shiren menuju kamar,Shiren yang tak siap pun hanya bisa pasrah tangan nya di tarik-tarik sambil mengigit paha ayam di tangan satu nya.
"siapa bu?,kok pintu nya ngak di bukain?tumben ada yang dateng malem-malem?"tanya Shiren beruntun.
gadis itu sibuk memakan paha ayam nya tanpa memperhatikan wajah ibu nya yang tampak panik dan cemas itu.
"kenapa kita ke kamar bu?" tanya Shiren pada ibunya yang tak kunjung menjawab pertanyaan yang ia ajukan.
Wanita itu tak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan Shiren,ia bergegas menuju laci di sebelah tempat tidur nya dan mengambil sebuah kotak kecil dari situ.
Di dalam kotak itu, terdapat sebuah kalung rantai berwarna putih berkilau, dengan liontin permata berwarna merah cerah yang berbentuk seperti tetesan air.
ibu itu memakai kan kalung yang ada di dalam kotak pada leher Shiren.
Shiren yang tak tau apa-apa, hanya diam memperhatikan apa yang di lakukan ibu nya.
"nak…,dengarkan ibu…,berlari lah sejauh mungkin dari rumah ini!" ucap wanita itu sambil memegang pipi Shiren.
"kenapa harus lari bu?" tanya Shiren bingung, ia menatap wajah ibunya heran.
"kau akan tau jawabannya nanti, sekarang pergilah sejauh-jauhnya dari sini!"
__ADS_1
"berjanjilah pada ibu!" ucap wanita itu mamaksa shiren untuk berjanji padanya.
"berjanjilah shiren!"
"iya Bu, shiren janji" ujar gadis itu akhirnya.
"pergilah sekarang juga!" ujar wanita itu mendorong tubuh shiren ke arah pintu belakang, karna mendengar pintunya yang mulai digedor-gedor.
"terus ibu gimana?!!,Shiren ngak mau tinggal in ibu!,kita pergi sama-sama ya?!!" ucap Shiren berbalik badan sambil menangis berusaha membujuk ibunya.
"ngak bisa sayang,kalung ini akan selalu bersamamu dan menjagamu ,jadi berjanjilah pada ibu apapun yang terjadi jangan kembali ke rumah ini!!" ucap wanita itu sambil mengusap pucuk kepala Shiren dan menciumnya.
"kamu janji kan?" tanya wanita itu sekali lagi.
Shiren hanya bisa mengangguk, walau di lubuk hati nya ia tak mau pergi kemana pun selain bersama ibu nya itu.
"cepatlah!!…saat ibu membuka pintu depan, kamu harus lari sejauh-jauh nya dari sini!!" ucap wanita itu lagi.
Shiren bergegas pergi ke pintu belakang dengan kondisi masih menangis,sedangkan ibu nya pergi ke pintu depan yang sudah di ketuk entah yang ke berapa kali nya.
"maaf tuan… tadi saya lagi di kamar, jadi tidak mendengar ada yang mengetuk pintu, ada yang bisa di bantu tuan? " ucap ibu Shiren pada pria yang ada di depan nya sambil tersenyum ramah.
Shiren diam-diam membuka pintu belakang dan lari sejauh jauh nya sambil meramalkan doa-doa untuk ibu nya.
Shiren sudah berlari sampai ke tengah hutan, saat dia menoleh untuk melihat rumah nya lagi.
"dduaarrrrrr!…"
rumah itu meledak tepat saat Shiren menoleh ke belakang,seketika air mata nya kembali jatuh.
"ibuuu!!!…" ucap nya lirih di tengah tengah tangis pilunya.
tiba-tiba semak-semak yang tak jauh dari Shiren berdiri saat ini bergerak-gerak .
Shiren menghapus kasar air mata di pipinya dan lari sekencang-kencangnya.
"itu dia!!!…" ucap salah satu pria yang seperti nya adalah pemimpin sambil menunjuk ke arah Shiren yang sedang berlari.
Para pria itu memakai baju serba hitam serta topeng perak yang menutupi seluruh wajahnya.
Kemudian terjadi lah aksi kejar-kejaran antara Shiren dengan lima orang pria bertopeng.
Sesekali mereka menembakkan timah panas ke arah Shiren tapi untung nya Shiren berhasil menghindar, tapi…
__ADS_1
"dorrr…"
Sebuah peluru dengan kecepatan tinggi melesat ke arah Shiren dan mengenai nya tepat di area perut.
"auww!……shhh!" Shiren meringis sambil memegang perut nya untuk menahan rasa sakit ,tapi ia masih berlari sekuat tenaga.
Shiren berhenti di dekat sebuah jurang tak terlalu tinggi yang di bawah nya mengalir sebuah sungai dengan aliran yang sedikit deras.
Para pria tadi sudah sampai di belakang nya,
"berhenti!!" teriak salah satu pria itu.
Shiren yang sangat ketakutan karna tak mau di dekati mereka, akhirnya memilih melompat ke sungai.
"byurrrr!!……"
para pria tadi berlari ke tepi jurang sambil menatap ke sungai dengan senyum merekah.
"udah lah biarin aja…,paling juga mati karna di makan buaya,atau mungkin ke habisan darah" ucap pemimpin mereka sambil tertawa.
Para bawahannya juga ikut tertawa karna misi mereka berhasil.
"kita kembali ke markas!!!" perintah si ketua.
Mereka beranjak pergi dari tepi jurang itu.
Shiren yang bersembunyi di dalam sungai dengan menyelam, perlahan berenang ke permukaan kemudian mengambang di air mengikuti alur sungai,ia mendengar semua yang di katakan para pria itu.
"siapa sih mereka?!!apa salahku?!! ibuuu!!…,kenapa mereka mengejarku…huhu……"gumam Shiren sambil menangis.
Air sungai yang awalnya jernih, kini berubah warna menjadi merah karna darah yang terus keluar dari perut Shiren.
"ibuu…,Shiren capek, Shiren tidur sebentar ya…" ucap nya sambil menatap bintang di langit.
Ia perlahan menutup mata nya karna sudah sangat lelah,
sementara itu tubuh nya terus hanyut mengikuti arus sungai.
Tanpa disadari Shiren,tanda lahir berbentuk bunga teratai di telapak tangan kanannya bersinar terang di ikuti kalung yang baru saja di beri ibu nya.
__________
Semoga kalian suka sama cerita ini😁😁
__ADS_1
terima kasih!!!