Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 56


__ADS_3

seorang gadis yang memakai jubah yang menutupi hampir seluruh wajah nya, perlahan masuk ke bangunan yang menjadi tempat menjual serta menawar barang barang ilegal itu.


"tunggu nona!!,boleh tunjukkan kartu akses mu?!!" seorang penjaga menghentikan langkah gadis itu.


gadis itu mengeluarkan sebuah kartu berwarna perak dan menunjukan nya pada penjaga itu,


"oh,kau tamu istimewa itu,mari!!…aku sendiri yang akan mengantar kan mu ke ruangan mu" penjaga itu mempersilahkan gadis itu mengikutinya.


"gantikan aku sebentar!!!…"penjaga itu berbicara pada teman nya.


"silahkan masuk nona!!,jika perlu sesuatu, kau bisa mencari ku" penjaga itu meninggalkan perempuan itu di depan pintu ruangan nya setelah memberikan kuncinya.


"hmm…lumayan,sesuai dengan harga yang harus ku keluarkan" gadis itu perlahan membuka tudung jubah yang menutupi wajah nya.


dia duduk di kursi yang menghadap langsung ke penggung tempat pelelangan.


Biasanya ,orang berpangkat atau orang kaya yang tidak ingin berbaur dengan rakyat biasa akan menyewa ruangan yang terletak di lantai dua pelelangan.


Di setiap ruangan terdapat sebuah jendela besar yang langsung menghadap ke panggung pelelangan,jendela itu dilengkapi dengan tirai transparan untuk menjaga privasi mereka yang menyewa ruangan.


Jadi orang dari ruangan lain maupun yang ada di lantai satu tidak bisa melihat siapa yang ada di dalam ruangan itu,tapi orang yang ada di dalam ruangan bisa melihat mereka dengan jelas.


Selain itu,setiap ruangan nya akan di beri nomor berdasarkan urutan nya.


"tok! tok!…" seseorang mengetuk ruangan nomor tiga.


"ya!!"sebuah suara menyahuti dari dalam.


"makanan anda nona!!…"teriak pelayan itu.


"bawa masuk dan letak kan saja di atas meja!!!" teriak suara itu lagi.


setelah mendapatkan izin, pelayan itu perlahan membuka pintu sambil membawa makanan nya.


"sudah nona,saya permisi dulu…"pamit nya.


"baiklah, terima kasih" gadis itu membalikkan tubuh nya menghadap pelayan itu sambil tersenyum.


setelah membalas senyuman sang tamu,pelayan itu bergegas keluar dari ruangan untuk melanjutkan pekerjaan nya.


____


di medan perang……


pihak musuh akhirnya kalah dan memilih untuk mundur, setelah dua orang asing tiba tiba menyerang mereka tanpa ampun.


" si hitam dan si putih penguasa selatan" gumam seorang prajurit.

__ADS_1


"untung lah mereka datang , hampir saja kita kalah" ujar teman nya sambil bernafas lega.


"tapi ada yang tidak beres, mereka datang tanpa kita minta berarti ada sesuatu yang mereka inginkan"


"tidak mungkin mereka meminta pusaka kita kan?!! jadi itu bukan lah masalah besar." jawab teman nya santai


"justru itu kemungkinan terbesar nya!!!" prajurit itu mengusap wajah nya gusar.


dia menatap ke arah si hitam dan si putih yang perlahan berjalan mendekat ke arah mereka.


____


"apa kalian sudah siap?!!" Ling fei berjalan mendekat ke arah Shiren.


"sudah,"


"kau yakin akan ikut?!!" tanya Shiren


"tentu saja,aku ingin berpetualang bersama kalian" jawab Ling fei penuh semangat.


"tapi orang tua mu bagaimana?!!"


"kan ada kakak ku,lagi pula jika terjadi sesuatu di sini kakak pasti akan memberitahukan nya padaku" Ling fei menunjukkan gelang komunikasinya pada Shiren.


"baiklah jika kau sudah yakin,ayo kita berangkat"


"ayo aku akan mengantar kalian keluar dari sini" ujar Duan ling.


"paman …bibi…,kami pergi dulu"pamit Shiren pada Ling Shi dan Ling ling yang mengantarkan mereka sampai di depan gerbang istana.


"baiklah,hati hati, sering sering lah berkunjung "


"tentu saja" ujar Shiren sambil tersenyum.


"ayo ikuti aku!!!,kita lewat belakang saja agar cepat sampai" Duan ling memimpin rombongan keluar dari dunia kecil.


"lewat sini,nanti di sana ada sebuah gerbang teleportasi kalian masuk saja!! ,nanti kalian akan sampai di tempat semula kalian masuk ke sini" Duan ling menjelaskan sambil menunjuk sebuah gerbang teleportasi yang berada tak jauh dari tempat mereka berada.


"aku hanya bisa mengantarkan kalian sampai sini,ada banyak hal yang harus ku kerjakan di istana"


"baiklah terimakasih sudah mengantar kami"


"tidak masalah,"


"kalo masuklah,hari sudah semakin siang takutnya kalian akan sampai di luar hutan saat malam hari!!"


"kami pergi dulu" pamit Shiren,mereka bertiga masuk ke gerbang dan menghilang dari hadapan Duan ling.

__ADS_1


"semoga kalian bisa menyelesaikan tugas ini"gumam Duan ling sebelum pergi meninggalkan tempat itu.


Shiren,Zhi zhu dan ling fei sampai di depan pohon tempat mereka masuk di tengah hutan,


" ayo kita berangkat sekarang!!"


mereka melanjutkan perjalanan sambil mengobrol agar tidak terlalu merasa kelelahan.


____


"baiklah semua nya,barang yang kelima adalah sebuah gelang kaca berwarna hijau yang di temukan di wilayah barat di sebuah reruntuhan bangunan tak terpakai,kami akan membuka harga seharga 100 keping perak." teriak pembawa acara pelelangan.


"seperti biasa penawar tertinggi yang akan mendapat kan barang ini"


"200 perak" teriak seseorang antara kerumunan penawar"


"baiklah penawar pertama seharga 200 perak,ada lagi?"


"250 perak" teriak seseorang di sebelah barat,ia menatap si penawar pertama dengan sinis.


"300" penawar pertama kembali menawar.


aksi tawar menawar terus berlangsung cukup lama.


"gelang itu,seperti nya aku pernah melihat nya" gadis yang berada di ruangan tiga menatap gelang yang ada di atas panggung dengan seksama.


"1000 perak" sebuah suara dari ruangan tujuh membuat ruangan menjadi senyap


"ah… jika mereka sudah menawar,aku tidak berani lagi menawar harga ,karna mereka pasti akan menawar lebih tinggi berkali kali lipat dari kita" ujar para penawar di lantai satu.


"1500!!…" tawar orang di ruangan dua.


"1700…" orang yang berada di ruangan delapan ikut menawar.


"1800…"kali ini orang di ruangan satu ikut menawar


"aku kira di ruangan satu tidak ada orang," ujar salah seorang di lantai satu.


"mungkin dia hanya akan menawar barang yang benar benar bagus"jawab teman sebelah nya.


"2000!!…" ruangan tujuh kembali bersuara,ia sangat menginginkan gelang itu.


"apa tidak rugi mengeluarkan 2000 koin perak hanya untuk sebuah gelang biasa begitu" bisik bisik para penawar di lantai dasar.


"begitulah cara orang kaya menghabiskan uang nya "sahut seorang di sebelah nya.


"2500!!!…"

__ADS_1


______


__ADS_2