Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 59


__ADS_3

"LING FEI!!!!!…AKU MAU MANDI DULU,NANTI AJA NANYA NYA!!!!"teriak Shiren kesal.


"ok kakak" Ling fei tersenyum manis dan langsung menutup pintunya.


"hufftt!!!…" akhirnya sebentar lagi Shiren bisa melaksanakan ritual mandinya setelah tertunda agak lama.


"clek!…" pintu itu kembali terbuka.


Shiren dengan spontan melempar sendal nya yang hanya tinggal sebelah itu ke arah pintu,untung saja orang itu dengan cepat menghindar.


"eh…maaf,aku tidak sengaja…" ujar Shiren malu,ternyata orang itu bukanlah Ling fei,tapi pelayan yan ada di sana.


"tidak apa apa nona,lagi pula aku yang salah karna tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.oh iya makan malam mu sudah siap, dimana aku harus meletakkannya?" ujar pelayan itu sopan,


"letakkan saja di meja itu!!!"


"baiklah" pelayan itu menyusun hidangan yang telah ia bawa.


"terima kasih,sekali lagi maafkan aku"


"sama sama" pelayan itu tersenyum sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


"bikin malu saja,awas kau Ling fei!!" rutuk Shiren ,ia memungut kembali sendal nya dengan kesal


____


gadis berjubah itu sampai di sebuah penginapan yang berapa tak jauh dari perbatasan kota yang ia kunjungi.


"mereka sudah sampai atau belum ya?" gumam gadis itu.


"ada yang bisa aku bantu nona?!!"tanya resepsionis saat gadis itu sampai di mejanya.


"apa ada tamu atas nama Shiren?!!"


"ada nona, dia ada di kamar no sepuluh lantai dua,kau bisa langsung menemuinya di sana" jawab wanita itu ramah.


"baiklah,terima kasih" gadis itu melangkahkan kakinya menuju kamar yang sudah di sebutkan tadi.


__


"Ling Fei!!!,Zhi Shu!!… ayo makan dulu!!,makanan nya sudah siap" Shiren hanya membuka pintu kamar Zhi Shu setengah sambil berteriak dari tempatnya.

__ADS_1


"iya kak…"kedua nya bergegas ke kamar Shiren untuk makan malam.


"wahh!!!…sepertinya sengat lezat…" Zhi Shu menatap beberapa menu di depannya dengan mata berbinar.


" benar…aku jadi semakin lapar" ujar Ling fei tak kalah berbinar nya.


"tok!tok!tok…" pintu kamar mereka di ketuk dari luar.


"iya…"Shiren berdiri dari duduknya untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


"cklek!!…"pintu itu terbuka perlahan, tampak lah sesosok gadis yang berdiri sambil tersenyum menatap Shiren.


"aaaa……Lulu!!! aku kangen"Shiren segera berhamburan memeluk Duan luan


"aku juga kangen!!!…" Duan luan tak kalah hebohnya membalas pelukan Shiren.


"udah dulu peluk-pelukannya!!, ayo masuk!!! kebetulan kami baru aja mau makan" ajak Shiren setelah berpelukan cukup lama.


"asyik,kebetulan aku lagi lapar…"Duan luan mengikuti langkah Shiren di belakangnya.


"siapa kak?!!" tanya Zhi Shu sesaat


setelah Shiren sampai di sana.


"hai kak lulu,…" sapa Zhi Shu.


"hai juga,hmm…ini siapa?!!" Duan luan menatap Ling fei yang sama bingung nya dengan dirinya.


"oh iya,ini Ling fei…Ling fei dia teman kakak namanya Duan luan kau bisa memanggil nya lulu sama seperti Zhi Shu,…" Shiren menjelaskan.


"hai Ling fei!…"


"hai juga kak!…" jawab ling fei tak kalah ramah.


" ayo kita makan!!"


"baiklah"


"ayo!!…"


mereka menikmati hidangan itu hingga habis tak bersisa.

__ADS_1


____


"apa kau sudah dapat kabar tentang nya?!!" tanya pria yang sedang menatap lurus ke depan itu pada orang di sampingnya


rambut pria itu yang berwarna pirang sebatas bahu nya berkibar-kibar tertiup angin.


"belum tuan, sampai saat ini kami belum menemukan petunjuk tentangnya." jawab orang di sampingnya yang tak lain adalah salah satu orang kepercayaan nya.


"baiklah, lanjut kan tugas mu!!! cari keberadaannya hingga dapat!!"


"baik tuan,saya permisi!!" pria itu beranjak pergi dari tempat nya.


" hay kak lu,sedang apa kau disitu?!!" seorang gadis mendekat ke arahnya.


"seperti yang kau lihat…" jawab pria itu tanpa memalingkan pandangannya.


"apa kau sudah menemukannya kak?!!" tanya gadis itu penasaran


"belum" pria itu menghela nafasnya kasar.


"kasihan sekali kakak ku ini,sampai saat ini dia belum bertemu dengan cinta masa kecilnya"gadis itu mencubit pipi sang kakak gemas.


"aww!!! jangan cubit pipi ku!!,nanti dia makin melebar" pria itu berusaha melepaskan cubitan sang adik dan membalas mencubitnya.


"kakak!!,berhenti mencubit ku!!!" gadis itu berusaha menghindar dari cubitan maut sang kakak,namun pria itu justru semakin berusaha mencubit pipi sang adik


"Jian lu!, aku sudah menanam herbal tadi di taman belakang istana!!!aku harap mereka tumbuh subur…jangan lupa kau harus menyiramnya setiap hari!!!…"teriak seorang pria dari tempat yang agak jauh.


pria itu berlari mendekati kedua orang yang saling cubit mencubit itu.


"hey!!…berhenti saling mencubit!!!" pria itu berusaha melerai kedua kakak beradik itu.


"sini kau!!anak nakal!!…"Jian lu berusaha mendekati adik nya, namun di halangi oleh pria itu.


"sini kau kak!!! kak Liang gu lepaskan tangan ku!!! aku ingin menjambak- jambak rambut nya…"berusaha mendekati kakak nya namun kepala nya di dorong Liang gu untuk menjauh.


"arghhh!!!…sini kau!!"


"awas kau kak…"menepis tangan Liang gu dari kepalanya.


mereka bertiga terus bertengkar sampai sampai kepala pengawal yang kebetulan ada di sana geleng geleng kepala.

__ADS_1


____


bersambung……🍁🍁🍁🍁


__ADS_2