
"terimakasih nona,terimakasih banyak"ujar pria itu menghentikan langkah Duan luan.
"sama sama" duan luan tersenyum,ia lalu beranjak menuju ke tempat teman -teman nya berada.
"makan yuk, laper" ajak Duan luan
"lah,bukannya kakak tadi udah makan?" tanya Ling Fei penasaran.
"pengen makan lagi,"
"ohh, ya udah ayuk!"
mereka pun kembali ke penginapan.
_____
"gadis itu masih saja menyebalkan" gerutu Gu Jian.
"andai jika aku tidak berteman dengan ayah nya, mungkin aku sudah membunuh nya sejak lama."
"tapi ini aneh…bagaimana aura nya bisa berubah,seakan dia memiliki aura tersembunyi" gumam Gu Jian berfikir keras.
"tuan!…semua sudah selesai, apa kita akan kembali sekarang?!…" tanya seorang prajurit menghentikan lamunan Gu Jian.
"siap kan semua nya!!…"
"baik tuan"
"hah!!…untuk apa juga aku memikirkan nya" gumam Gu Jian akhirnya.
"lebih baik aku kembali dan bersenang- senang" ujar nya.
____
"kenapa sulit sekali mencari daun merah itu," gerutu seorang pria berbaju serba putih.
"katanya daun merah banyak di lapisan kedua,tapi ini sudah lapisan ketiga namun aku belum juga menemukannya…" gumam nya terus melangkahkan kaki menelusuri hutan terlarang.
tiba tiba, pria itu mencium aroma bunga yang sangat harum, aroma yang belum pernah ia temui di mana pun.
"harum sekali……"ujar nya, tanpa sadar ia mengikuti jejak aroma itu ke suatu tempat.
" tempat apa ini ?" pria itu sampai di sebuah gua yang sangat besar.
Perlahan ia masuk ke dalam gua itu,
__ADS_1
"wah!!… gua yang sangat indah" pria itu memandang ke sekeliling dengan takjub.
Ia semakin melangkah masuk ke gua,pria itu tanpa sengaja menginjak sesuatu menyerupai kulit ular,namun berukuran sangat besar.
" kulit apa ini?" pria itu bergumam,ia mengangkat kulit itu untuk memperhatikan nya .
Pria itu terus berjalan ke dalam, untuk mencari ujung kulit tersebut hingga sampailah ia di tengah- tengah gua.
Di sana pria itu melihat sebuah seruling yang menancap di batu, seruling itu mengeluarkan cahaya berwarna merah ke hitam- hitaman.
"ini kan… seruling kematian!!" pria itu bersorak kegirangan.
"akhirnya aku menemukan mu, tak ku sangka kau ada di hutan ini" pria itu berbicara sendiri.
"siapa yang kau maksud?!!" sebuah suara tiba -tiba muncul dan menggema di seluruh gua.
" siapa disana ?!!…" pria itu memegang senjatanya, dan menatap ke sekeliling dengan waspada.
" aku yang seharusnya bertanya siapa kau, ini wilayah ku dan kau sudah masuk rumah ku tanpa izin…" ujar suara itu lagi.
" maaf kan aku, namaku Lie Fang aku dari selatan benua teratai" jawab Lie Fang.
"apa yang kau cari disini?!…" tanya suara misterius itu lagi.
"aku sedang mencari daun merah"
"aku tidak berbohong, aku sungguh sedang mencari daun merah. tapi saat di perjalanan aku malah tersesat kesini" ujar Lie Fang.
"hahaha!!… tersesat atau pun tidak, kau tetap saja sudah memasuki wilayah ku!,dasar manusia!" ujar suara itu lagi.
"apa boleh aku tau aku sedang berbicara dengan siapa?!" tanya Lie Fang hati- hati.
" aku Wu Ji ,dan dia Wu Ja " seekor ular besar berkepala dua keluar dari kegelapan gua.
" Ular yin dan yang! " ujar Lie Fang terkejut.
" ya benar, aku pemilik gua dan penjaga pusaka ini" ular itu perlahan bergerak mendekati Seruling kematian, dan melingkar di sekeliling nya.
" aku tak menyangka akan bertemu dengan mu di sini ".
"Hahaha!!… aku suka kata-kata manis mu" kepala Wu Ji yang sebelah kanan berbicara.
"ck!! kau selalu saja baik pada orang asing" ujar Wu Ja kepala sebelah kiri.
"karna kau sudah masuk kesini, aku akan mengabulkan sebuah permintaan dari mu." ujar Wu Ji.
__ADS_1
"tidak!, sebelum kau berhasil menyelesaikan tugas dari ku" sambung Wu Ja.
" kau harus mengalah kan siluman semut ini tanpa melukainya " ujar Wi Ja beberapa ekor semut sebesar tikus keluar dari kegelapan.
"kalau kau melukainya, maka jumlah nya akan bertambah dua kali lipat dari sebelumnya." ujar Wu Ja lagi.
Namun Lie Fang tak terlalu mendengarkan perkataan Wu Ja,ia sibuk memandangi seruling kematian yag tampak bersinar
"apa kau sanggup?!!"
"aku akan mencoba nya " jawab Lie Fang kemudian.
"baiklah,jika kau kalah maka bersiap- siap lah kehilangan kepala mu" ujar Wu Ja menatap Lie Fang sinis.
"kau terlalu kejam saudara ku" ujar Wu Ji.
"bisakah kau diam!!!"
"ya!… ya!… ya!…,aku diam" Wu Ji menutup mulutnya rapat- rapat.
Siluman semut itu mulai mendekat ke arah Lie Fang dangan perlahan, sambil menggerak- gerakkan mulut nya seakan ingin mencabik- cabik Lie Fang.
" hanya semut biasa ,aku akan dengan mudah menyelesaikannya " ujar Lie Fang meremehkan.
"Kita lihat apa dia akan berhasil!" ujar Wu Japada Wu Ji.
Semut- semut itu semakin dekat ke arah Lie Fang, tanpa aba - aba mereka langsung mengigiti Lie Fang dengan ganas.
"arghh!!……" teriak Lie Fang berusaha menghindar dari gigitan semut- semut itu.
"semut apa ini?!! kenapa gigitannya lebih panas dari bara api?!!" tampak luka melepuh di bekas gigitan semut itu.
Semut - semut itu kembali mendekati Lie Fang, Lie Fang yang tak ingin kembali di gigit mengayunkan pedang nya menebas beberapa semut.
Namun semut itu tidak mati,malah semakin bertambah banyak jumlah nya.
"bagaimana ini?!, kenapa makin banyak?!" Lie Fang kembali menebas beberapa semut yang menempel di kakinya.
Semut- semut itu sudah memenuhi gua, mereka mengerubungi badan Lie Fang dan mengigitnya, yang membuat tubuh Lie Fang semakin banyak yang melepuh.
"semut sialan!!!,menjauh dari ku!!" Lie Fang kembali menebas beberapa semut,namun jumlah mereka justru semakin banyak.
" jika begini terus ,aku tak perlu repot- repot memenggal kepala mu!" ujar Wu Ja sambil tertawa.
"Arghhh!!!!!………"suara teriakan kembali menggema di gua itu.
__ADS_1
________
bersambung………