
"tidak ayah,kami tidak merampok nya"elak Luan Sha
"benar ayah…"sambung Luan Shi
"aku hanya ingin menjadikannya istri ku, dan aku sudah bicara baik baik padanya "Luan Shi tersenyum sinis
"cih!!…pandai berbohong rupanya"gumam Shiren kesal.
"kau dengar kan,tidak mungkin anak ku menjarah orang!!!" ujar Luan Shi Quan.
"baik lah…baiklah… lalu apakah aku boleh pergi sekarang?"tanya Shiren malas ber urusan dengan mereka.
"enak saja…,apa kau tak dengar Luan Shi ingin kau menjadi istrinya, jadi kau tak boleh pergi"ujar Luan Shi Quan.
"bukankah sudah aku bilang aku tidak mau!!!"teriak Shiren mulai kesal.
"tak ada satu pun orang dari desa ini, yang boleh membantah permintaan putra ku!!!"teriak Luan Guan
"sayangnya aku bukan dari desa ini…"ujar Shiren santai
"meskipun begitu kau tetap tidak boleh"
"siapa dirimu berani memerintah ku?"tanya Shiren
"kau!!! pengawal tangkap dan penjara kan dia, sebelum dia menyerah jangan dilepaskan!!!" teriak Luan Guan
Para pengawal itu bergegas bergerak untuk menangkap Shiren,tapi Shiren hanya berdiri di tepatnya sambil tersenyum sinis meski tak ada yang melihatnya.
Salah satu pengawal yang hendak memegang Shiren tiba tiba berubah menjadi patung es, sontak semua orang terkejut tak terkecuali Luan Guan.
"hei kalian, cepat tangkap dia!!!"teriak Luan Shi pada para pengawal yang masih tertegun.
mereka menyerang Shiren bersama sama,namun hal serupa juga terjadi mereka semua berubah menjadi patung es.
"sudah selesai?boleh aku pergi"ujar Shiren berusaha sopan.
Luan guan tiba-tiba langsung menyerang Shiren dengan serangan elemen angin yang sudah menyatu dengan pedangnya.
"baiklah,ayo bermain…"Shiren mengeluarkan pedangnya yang sudah di aliri tenaga dalam dan membalas serangan Luan Guan.
____
Entah sejak kapan, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang sedang tersenyum di hadapan Luan Shi Quan ,Luan Shi,dan Luan Sha.
__ADS_1
"hay…paman kita bertemu lagi,apa paman masih ingat kata kata ku? jika kita bertemu lagi, maka paman harus menemaniku bermain" ujar Zhi Shu
Luan Sha langsung berkeringat dingin mengingat "permainan" seperti apa yang dimaksud Zhi Shu.
"tidak-tidak aku tak ingin bermain"ujar nya gugup.
"yah paman… padahal aku ingin sekali bermain,paman boleh mengajak paman itu juga ,kita bisa bermain bersama-sama"Zhi Shu menunjuk Luan Shi dengan telunjuk mungilnya sambil tertawa senang.
"kak temani aku bermain dengannya ya…"Luan Sha memohon pada Luan Shi.
"tidak, aku ingin melihat pertandingan itu dulu"tolak Luan Shi
"tapi kak,aku mohon"
"baiklah…"Luan Shi pasrah
"hei anak kecil kita akan bermain apa?"teriak Luan Shi pada Zhi Shu
"bermain ini…"Zhi Shu mengeluarkan dua pedang sekaligus satu di tangan kanan dan satu lagi di tangan kirinya.
"baiklah ayo"Luan Shi merasa tertarik dengan anak kecil yang mengajak nya "bermain "ini.
mereka berjalan sedikit menjauh dari pertarungan Shiren dan Luan Guan serta Luan Shi Quan.
"kak ayo serang dia bersama-sama"
"apa kau tidak malu menyerang dia bersama?"Luan Shi merendahkan.
"ikuti saja kata-kata ku…"
mereka berdua bersama-sama mengayunkan pedangnya ke arah Zhi Shu. Zhi Shu menghadang mereka dengan menyilangkan kedua pedangnya di atas kepala dan mendorong mereka.
Luan Shi dan Luan Sha terdorong beberapa langkah.
"ternyata dia sangat kuat…"
"sudah ku bilang makanya kau tak ingin bermain dengannya" ujar Luan Sha.
"kenapa berhenti kita kan belum selesai?"tanya Zhi Shu dengan wajah polos nya.
_____
kembali ke shiren…
__ADS_1
tring!!!…
bunyi serangan pedang Luan guan yang di hadang pedang Shiren.
Shiren mendorong pedang nya sehingga Luan Guan mundur tiga langkah.
"kau sangat kuat nona…tak salah anakku memilihmu…"Luan Guan tersenyum sinis.
"pantas saja anak mu seperti itu, ternyata ayah nya seperti ini…"Shiren mengejek.
"hanya pejuang tingkat pengawal tapi sangat sombong, lihat lah aku akan mengajari mu cara sombong yang benar!!"ujar Luan Guan kembali menyerang Shiren.
"kau kira aku takut dengan tingkat kultivasi mu"ejek Shiren.
"paling kau meningkatkan kultivasi mu dengan mencuri atau merampok orang lain seperti anak anakmu"
"berani sekali kau!!"Luan Guan menyerang Shiren beringas.
Shiren tak mau kalah, ia juga mengerang Luan Guan dengan ganas walau hanya mengandalkan pedang dan sedikit tenaga dalamnya.
trang!!…tring!!…tring!!…
bunyi pedang saling bersahut-sahutan, yang membuat semua penghuni desa berkumpul di sumber pertarungan.
"wah…lihat gadis itu menyerang si kepala desa!!"ujar warga A
"benar…tak kusangka ada yang berani melawannya…"ujar warga B
"tapi aku heran, bagaimana seorang pejuang tingkat pengawal berani menyerang kepala desa, yang sudah berada di ranah raja tingkat akhir."ujar warga C
"apa kau tak tau gadis itu yang sudah mengalah kan Luan Shi putra pertama kepala desa, yang sudah berada di ranah raja tingkat awal hanya dengan serangan pedang nya'"warga A berbisik pada yang lainnya.
"benarkah?dari mana kau tahu?"tanya warga C penasaran
"saat itu ,aku baru kembali dari ruang kepala desa setelah menyelesaikan tugas ku membersihkan aula desa,aku melihat Luan Shi dan Luan Sha pulang dengan banyak luka tebasan pedang"warga A berbisik.
"kau benar… saat itu aku juga si sana."ujar warga D
"semoga saja gadis itu bisa memberi pelajaran pada kepala desa yang congkak itu" ujar warga B
"semoga saja…" yang lainnya berharap.
______
__ADS_1
Selamat membaca………💜💜💜