Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 52


__ADS_3

Di aula istana, para tetua,bangsawan,penjabat,hingga rakyat dari tiap tiap jenis ras kelinci langit sudah berkumpul di sana.


Mereka sudah tak sabar, ingin melihat Ling Fei yang merupakan putri bungsu dari raja mereka yang sudah lama tak terlihat.


Suasana yang tadi nya ribut seketika menjadi hening, bertepatan dengan muncul nya dua orang asing di aula itu yang tak lain adalah Shiren dan Zhi Shu.


Ada yang menatap mereka kagum,senang,aneh, bahkan ada yang menatap mereka dengan tatapan kebencian.


Mereka berdua tak memperdulikan tatapan-tatapan itu dan lebih memilih mendekati Ling Shi dan Ling Ling yang tersenyum hangat kepada mereka.


Shiren dan Zhi Shu duduk di tempat yang sudah di persiapkan untuk mereka berdua.


"hari ini kita akan menyambut kepulangan putri ku Ling fei,tapi sebelum itu aku ingin memperkenalkan mereka berdua dulu kepada kalian semua" ujar Ling Shi memulai percakapan.


"dia Shiren dan ini adik nya Zhi Shu" ujar Ling Shi sambil menunjuk mereka satu per satu.


Shiren memberikan senyum ramah saat namanya di sebut, sedang kan Zhi Shu hanya tersenyum tipis.


"mereka orang yang sudah jauh jauh datang kesini dengan membawa Ling Fei ke istana kita.


Dan mereka jugalah yang sudah membantu ku menyembuhkan istri ku."


"jadi aku harap kalian semua bisa bersikap baik padanya"


"maaf yang mulia,tapi bukankah dia juga yang sudah menjadikan putri yang mulia sebagai hewan kontrak nya?!!


dan kami tidak terima jika putri Ling Fei di jadikan hewan kontrak oleh nya dengan terpaksa" ujar salah seorang bangsawan.


"untuk itu, kalian bisa tanya kan langsung pada Ling Fei nanti,apakah itu keinginannya sendiri atau paksaan dari Shiren" ujar Ling Shi


saat mereka sedang berbicara,tanda teratai milik Shiren mengeluarkan cahaya berwarna biru muda tanda Ling fei sudah selesai dengan pemurnian dirinya.


"maaf paman,seperti nya Ling fei sudah selesai, aku izin menengok nya dulu" ujar Shiren hati-hati takut menganggu pembicaraan mereka.

__ADS_1


"baik lah,kau boleh pergi"


Shiren langsung masuk ke dalam dimensi jiwa nya,


dan tentu saja semua kegiatan yang di lakukan Shiren di perhatikan oleh semua orang yang ada disana.


orang-orang yang tadinya menatap Shiren benci seketika berubah ketakutan,


mereka melirik ke arah Zhi Shu yang masih duduk dengan santai, tanpa memperdulikan raut kaget semua orang yang ada disana.


"hanya orang-orang tertentu yang punya dimensi jiwa dan memasukkan makhluk hidup kedalamnya,bahkan orang-orang yang sudah berada di tingkat surga hanya bisa memasukkan benda mati kedalam dimensinya!!" ujar seorang tetua.


Awalnya tetua itu sedikit bingung di mana keberadaan Ling Fei jika benar Shiren membawa nya kesana,namun sekarang semua nya terjawab sudah.


Dan tentu saja ucapan tetua itu membuat mereka yang menatap Shiren benci dan sempat menganta-ngatai nya walau hanya di dalam hati semakin berkeringat dingin.


"aku harap kalian tidak membuat masalah,karna dia sudah menujukkan kalau dia punya dimensi jiwa pada kita berarti dia percaya kita bukanlah orang jahat.


____


"sambil menunggu Shiren kembali,kalian bisa menikmati hidangan yang sudah di sediakan" ujar Ling Shu sambil melirik Zhi Shu yang sedari tadi terus memperhatikan makanan yang ada di hadapan nya.


Bahkan dia sama sekali tak mendengarkan pembicaraan orang-orang disana.


Ling Shi sampai terkekeh kecil melihat kelakuan Zhi Shu,Ling ling yang melihatnya hanya menggeleng pelan sambil tersenyum.


saat mereka sedang menikmati hidangan,Shiren kembali ke ruangan itu.Ia langsung membuka sedikit celah di dimensi jiwa nya agar Ling fei bisa keluar dari sana.


Tak lama seorang gadis cantik,dengan gaun selutut berwarna hijau muda serta rambut kecoklatan yang tergerai indah keluar dari celah itu.


Kulitnya yang seputih susu tampak berkilau saat terkena cahaya ,mata nya yang berwarna biru dengan alis tebal dan bibir berwarna pink tampak bagitu menawan setiap mata yang melihatnya.


semua orang menghentikan kegiatan nya sambil menatap Ling Fei dengan tatapan senang.

__ADS_1


Zhi Shu juga menghentikan kegiatan makannya,ia menatap Ling fei dengan tatapan kagum dan tak henti hentinya memberikan pujian untuk nya di dalam hati.


Ling fei menatap kedua orang tua nya dengan mata yang berkaca-kaca,


"ayah!!,ibu!!" ucapnya lirih,dia langsung berlari ke arah ayah nya dan memeluknya sambil menangis.


Ling Shi yang mendapat pelukan mendadak sedikit kaget,tapi dia langsung membalas pelukan itu dengan mengusap pelan punggung Ling Fei untuk menenangkannya.


Ling fei memeluk ibu nya dengan perasaan haru ,sang ibu pun ikut terharu melihat putrinya yang sudah tumbuh lebih besar dan sangat cantik.


"putri ibu sudah besar ya sekarang!!" Ling ling mengelus wajah putri nya dengan penuh kelembutan.


Ling Fei kembali memeluk ibunya,


"udah ,jangan nangis lagi! ,nanti cantik nya hilang loh!!"ujar Ling ling sambil mengusap punggung Ling Fei.


"uhuk!!!……"Zhi Shu tersedak air minum nya sendiri


'jangan sampe… jangan sampe…' doa nya dalam hati.


"Zhi Shu,apa kau baik baik saja?!"


"semua aman terkendali……" Zhi Shu memberikan tanda oke pada Shiren tanda ia baik baik saja.


mereka berpelukan cukup lama,hingga membuat Duan ling sedikit kesal.


"hei!!!……,apa kau tidak akan memeluk kakakmu ini?!!dasar anak nakal!!masa kakak nya sendiri di cuek in "tanya Duan ling karna sedari tadi diacuhkan oleh adik kesayangannya itu.


"dasar, kakak ini!!……"Ling fei bergegas memeluk kakak nya penuh kerinduan.


______


bersambung……🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2