
Mereka berdua turun ke lantai satu ,kebetulan penginapan mereka menyatu dengan tempat makan jadi mereka berencana makan di sana.
Shiren dan Zhi Shu duduk di sebuah meja berbentuk bulat dengan 4 buah kursi yang berada di ujung ruangan.
Sambil menunggu pesanan tiba, mereka berbincang santai sambil melihat pemandangan di luar penginapan melalui kaca yang menjadi dinding restoran.
"hai!!…,boleh gabung?!…"ujar seorang gadis
" ngak usah sok-sok kek orang asing deh!!…minta di tonjok kayak nya"Shiren menatap gadis itu sinis.
"ye… kan biar kyak ngak kenal…"duan Luan duduk di kursi samping Shiren.
"mana nih anak satu lagi…kemarin kata nya mau jalan bareng"ujar Shiren celingak-celinguk
"jalan kemana kak?!…"tanya Zhi Shu yang memang tak tahu apapun
"ke pasar ,sekalian menikmati suasana…"jawab Duan Luan,Zhi Shu hanya mengangguk kepala nya mengerti.
"cieee…ada yang kangen nih…pake di cariin segala"ujar Xiao Rue yang entah sejak kapan ada di belakang Shiren.
"siapa juga yang kangen…"
Xiao Rue langsung duduk di samping Zhi Shu sambil senyum senyum.
tak lama pesanan mereka tiba,beberapa jenis makanan dan minuman terbaik sudah tersaji dengan rapi di atas meja.
Mereka makan dengan santai sambil sesekali bercanda bersama.
____
Xiao Rue sedari tadi heran sendiri dengan kelakuan kedua gadis itu,dia sengaja jalan di belakang mereka berdua bersama Zhi Shu untuk berjaga-jaga.
Shiren dan duan Luan tampak sangat lengket,Duan Luan yang terus menggandeng tangan Shiren dan Shiren yang sesekali mencubit pipi duan Luan gemas(biasa lah cewek😂😂).
Xiao Rue memalingkan wajah nya ke samping bertepatan dengan Zhi Shu yang juga menoleh.
Mereka berdua saling bertatapan beberapa detik sebelum bergidik ngeri, sama-sama membayangkan mereka ada di posisi kedua gadis itu.
"husss!!…jauh-jauh sana!!!…"Xiao Rue mengusir Zhi Shu, yang hanya berjarak satu meter dari nya.
"ih!!…jaga jarak tiga meter!!!…"ujar Zhi Shu tak kalah sinis.
__ADS_1
Mereka memalingkan wajah nya ke arah lain sambil terus mengikuti Shiren dan Duan Luan, tentunya dengan tetap menjaga jarak.
___
"Shishi,kok sepi ya?ngak kedengaran lagi suara mereka berdua…"tanya Duan Luan merasa aneh.
"iya ya,jangan-jangka kabur lagi…"mereka berdua serempak menoleh ke belakang.
Sekitar 15 meter di belakang mereka Xiao Rue dan Zhi Shu sedang asyik tebar pesona kepada para gadis di sana sambil melontarkan gombalan maut nya ,alhasil mereka berdua bagai gula yang sedang dikerubungi semut.
"memanglah!!…mereka dengan santai tebar pesona disitu dong…"Duan Luan berdecak sebal.
"harus di kasih pelajaran nih!…"ujar Shiren tersenyum jahil di balik cadar nya.
"harus banget!!…"Duan Luan mendukung.
"ayo… kita tinggal in mereka berdua ,aku punya rencana…"Shiren menarik tangan Duan Luan semakin dekat ke pasar.
Mereka mampir sebuah toko yang menjual berbagai jenis pakaian serta pernak-pernik lainnya.
"pertama-tama kita harus pilih satu baju paling bagus disini…"
Duan Luan menganggukkan kepalanya setuju.
Setelah cukup lama berkeliling, pilihan Shiren jatuh pada sebuah gaun berlengan panjang berwarna biru muda sebatas di atas mata kaki.
Sedangkan Duan Luan, mengambil sebuah gaun berwarna hijau muda berlengan panjang sebatas mata kaki juga.
Mereka berdua masuk ke ruang ganti yang memang telah di sediakan di toko itu secara bergantian.
Duan Luan terlebih dulu masuk,15 kemudian Duan Luan keluar dari ruang ganti dengan menggunakan gaun baru nya.
"gimana ,bagus ngak?!!…"Duan Luan memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri untuk memperlihatkan gaunnya pada Shiren.
"bagus banget!!…"Shiren mengacungkan kedua jempolnya pada Duan Luan.
"tapi masih ada yang kurang…"
"apanya yang masih kurang…"
"sini dulu…"Shiren menarik tangan duan Luan ke sebuah meja rias yang ada di sana dan mendudukkan Duan Luan di kursi yang tersedia membelakangi cermin yang ada di meja.
__ADS_1
Shiren perlahan menghapus make up Duan Luan yang lumayan tebal, dengan sebuah sapu tangan yang sudah di basahi dengan sedikit air.
Shiren menghapus make up Duan Luan hingga benar-benar bersih,shiren mengambil tas slempang yang tadi di bawa duan Luan, ia yakin di dalam tas itu pasti berisi alat-alat make up.
Shiren mengaplikasikan bedak tipis pada wajah duan Luan dilanjutkan beberapa jenis make up lainnya.
Ia juga memasangkan sebuah jepit rambut di rambut Duan Luan dan menata nya sedemikian rupa hingga membuat kecantikan alami Duan Luan terpancar sempurna.
"nah!!…selesai!…"Shiren menepuk-nempuk kedua tangan nya sambil memperhatikan hasil pekerjaannya.
Shiren perlahan memutar tubuh Duan Luan menghadap cermin,Duan Laun sampai menutup mulut nya dengan kedua tangan nya,
"ini beneran aku…"ujar nya tak percaya
Shiren mengangguk kan kepala nya,
"ahh……makasih,aku jadi cantik banget…"Duan Luan memeluk tangan Shiren yang ada di sampingnya.
Duan Luan masih memandang takjub pantulan dirinya sendiri di cermin yang ada di depannya,Shiren hanya terkekeh pelan sekarang gilirannya untuk menganti gaunnya.
15 menit berlalu…Shiren keluar dari ruang ganti sambil menenteng baju nya yang sebelumnya.
Ia meletakkan baju itu di tempat yang sama dengan baju duan Luan, di sebuah kantong yang memang telah di sediakan oleh pihak pemilik toko.
Shiren perlahan menuju meja rias untuk sedikit memoles wajah nya, walaupun tanpa di poles sekali pun tak akan ada yang menyaingi kecantikannya.
Duan Luan hanya tersenyum ,sambil mengacungkan kedua jempol nya pada Shiren karna memang dasar wajahnya yang cantik mau di apa in pun tetap aja cantik.
"sekarang mau kemana?"tanya Duan Luan sambil memandang Shiren penasaran
"kita mau balas dendam lah!!…"Shiren tersenyum misterius
"caranya?"Duan Luan mengangkat satu alisnya bingung
Shiren membisikkan sesuatu di telinga Duan Luan, lalu kembali tersenyum misterius.
"Shishi yakin?!!…kalau kamu nanti kenapa-kenapa gimana?!!…"tampak raut khawatir terpancar di wajah Duan Luan.
"udah tenang aja…aku bisa jaga diri kok…"Shiren mengedipkan sebelah matanya untuk meyakinkan duan Luan
"ya udah deh, kalau Shishi yang maksa aku bisa apa?!!…"ujar Duan Luan pasrah
__ADS_1
________
bersambung🍁🍁🍁🍁………