
"hmmm……" Zhi Shu terbangun dari tidur nya,ia perlahan mengucek matanya agar bisa melihat lebih jelas.
Ia memutar tubuh nya ke samping,samar samar Zhi shu melihat sesosok tubuh yang sedang tidur di kasur sebelahnya.
orang itu tidur dengan membelakangi Zhi shu,dan tampak masih enggan untuk membuka matanya di pagi hari yng cerah ini.
"bentar....." zhi shu mengedip-ngedipkan mata nya beberapa kali dan perlahan duduk untuk melihat sosok itu lebih jelas.
"penyusup!!!!…" Zhi shu mengambil bantal di samping nya untuk menghajar penyusup itu.
orang yang dikira penyusup itu terkejut, dan berusaha menghentikan serangan Zhi Shu.
ia memukul sosok itu dengan beberapa jurus nya,tanpa melihat wajah orang tersebut.
" hey!!! hentikan!!……ini aku!!!" ujar orang iyu ,ia masih berusaha menghindar dari pukulan Zhi Shu yang terus menghantam tubuhnya .
"mana penyusup nya? mana?" Shiren,Duan Luan dan Ling Fei dengan tergesa-gesa masuk ke dalam kamar Zhi Shu.
Masing-masing dari mereka membawa sapu, tongkat,dan sapu lidi.
"ini kak,cepat nanti dia kabur!!! "Zhi Shu terus berusaha memukul orang itu.
ketiga perempuan tadi ikut memukuli orang yang di kira penyusup itu berkali-kali.
"heyy!!hey!!!berhenti!!!! ini aku!!……"
"siapa kau? kenapa masuk ke kamar ku tanpa izin?!!"
"ini aku, Xiao Rue"
Serempak mereka semua berhenti memukuli nya,mereka mendekatkan wajah nya pada Xiao Rue untuk memastikan itu benar- benar dirinya.
"apa apa an kalian!!,menjauh dariku!!!" Xiao Rue mendorong wajah keempat orang itu dengan kesal.
"laij mimpi indah juga,bangun bangun di pukulin!!!…"kesalnya
Ia merapikan rambutnya yang berantakan dengan jari jarinya,tentu saja dengan masih merutuki keempat orang yang hanya terdiam didekatnya itu.
"huh!!!……" Xiao Rue meninggalkan keempat orag yang masih kebingungan itu.
"ada apa sih sebenar nya?!!! aku ngak ngerti…" tanya Duan Luan yang sangat kebingungan.
"ngak tau,tadi tiba tiba aku disuruh lari bawa sapu sama dia" shiren menunjuk ling fei.
"lah yang nyuruh bawa sapu kan kakak" elak Ling Fei.
"nah iya…,maksudnya di suruh lari kekamar Zhi shu"
"aku juga ngak tau,orang tadi aku panik karna dia bilang ada penyusup" Ling Fei menunjuk Zhi Shu.
__ADS_1
"aku ngak ngerti ada apa…" Zhi Shu menunjuk dirinya sendiri sambil geleng- geleng kepala.
"Zhi shu!!!!!!………kalau kayak gitu kenapa teriak tadi?!!" teriak Duan Luan.
"udah tau orang lagi asyik tidur juga!!!" Shiren menjewer telinga Zhi Shu kesal.
"sini kau kak!!!"Ling Fei memukul Zhi Shu kesal.
"ampun!...ampun!..." Zhi Shu berlari menghindari Ling Fei yang terus mengejarnya.
"oh iya…kita kan punya elemen, kenapa tadi pada bawa sapu?!!" tanya Duan Luan sambil menatap Zhi Shu dan Ling Fei yang kejar-kejaran mengelilingi ruangan itu.
"kebawa suasana di bumi, jadi lupa kalau punya elemen" ujar Shiren cengengesan.
"huhhh!!… dasar"
" terus kenapa kau malah ikut bawa sapu juga?!!!" tanya Shiren balik.
"kan aku ngikutin Ling Fei ,maklum nyawa baru kekumpul setengah"mereka berdua serempak tertawa.
Xiao Rue yang baru saja selesai berberes, masuk ke ruangan dengan wajah yang tentu saja masih kusut.
Seketika keempat orang itu terdiam dan menatap xiao rue yang tampak menyeramkan.
Xiao Rue tidak menghiraukan mereka dan keluar dari kamar itu.
"iya,tapi lebih serem kak shiren" balas Zhi Shu.
"ekhemm!!……aku denger loh!" Shiren menatap Zhi Shu tajam.
"hehe……" Zhi Shu mengangkat dua jari nya mengajak Shiren berdamai.
"ya udah, kita beres beres dulu,nanti aja ngurusin Xiao Rue itu" ujar Shiren.
"kalau masih ngambek gimana kak?!" tanya Ling Fei.
"nanti kita pikirin"
mereka kembali ke kamar nya masing masing.
____
"kak, kak Xiao tadi kemana sih?!!" tanya Zhi Shu kesal,ia sudah mencari Xiao Rue ke seluruh penjuru penginapan.
Shiren hanya mengangkat bahu nya tak tahu.
"paling sembunyi di mana gitu,di gudang atau dimana" ujar nya.
"ngapain dia di gudang kakak,nangkep tikus" ujar Zhi Shu gemas.
__ADS_1
"siapa tau kan" shiren tertawa saat Zhi Shu menatap nya sinis.
"ya udah kita berpencar aja, biar cepet ketemu" usul Duan Luan.
"oke" jawab Ling fei dan Zhi Shu serempak.
Mereka berdua mencari Xiao Rue di sekitar perpustakaan, yang letaknya tak terlalu jauh dari penginapan.
Duan Luan pergi ke arah pasar,sedangkan Shiren pergi ke arah danau di belakang penginapan.
Shiren berjalan dengan gontai mengelilingi danau itu,tepat di bawah sebuah pohon yang rindang ia melihat seseorang yang sedang melamun menatap ke arah danau.
Xiao Rue yang sedang melamun, tak menyadari Shiren yang sudah berdiri di belakang nya.
"sendiri aja pak?" tanya Shiren yang tanpa izin duduk di sampingnya.
"enak aja bapak!!" kesal Xiao Rue,ia mencabut rumput di sekitar nya dan melemparkannya ke arah Shiren.
"jangan marah marah dong pak,nanti cepat tua" ejek Shiren lagi.
"kalau kamu manggil aku bapak sekali lagi, aku bakal kasih kamu hukuman!!" ancam Xiao Rue.
"bapak nya galak bener…" Shiren segera kabur dari sana.
"Shiren!!,sini kamu!!!" Xiao Rue berusaha menangkap Shiren yang terus berlari.
"tangkap aja kalau bisa,tapi ngak boleh curang harus lari" tantang Shiren.
"siapa takut ,kamu pikir aku ngak bisa lari cepet tanpa elemen" jawab Xiao Rue.
"buktiin dong," Shiren semakin mengejek nya.
mereka berdua kejar - kejaran di sekeliling danau ,sesekali terdengar tawa dari keduanya.
"kalau tau gini, ngapain kita capek capek nyari in dia tadi" ujar Ling Fei.
"untung kakak, ya kan?!!…"
mereka berdua duduk di bawah pohon rindang tadi, tanpa menghiraukan Shiren dan Xiao Rue yang masih asyik kejar- kejaran.
Duan Luan yang baru sampai di danau itu tak jadi melangkahkan kakinya kesana.
Ia meninggalkan mereka berempat, sambil menenteng makanan yang tadi dibeli nya di pasar.
"gini amat nasib jomblo" gumam nya dalam hati.
___
bersambung…🌺🌺🌺🌺
__ADS_1