Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 41


__ADS_3

Zhi Shu masih berusaha keras membujuk kakak nya itu sambil sesekali menggoyang-goyangkan tangannya,sedangkan para warga yang lain sudah sibuk melanjutkan aktifitas nya masing-masing.


"kak…ih!…kakak…maaf in Zhi Shu ya!!!…"Zhi Shu berusaha menyamai langkah Shiren yang sibuk melihat sekeliling pasar.


keempat prajurit tadi masih setia membuntuti Shiren


"kalian ngapain sih ngikutin aku, bikin kesel aja!!!…"bentak Shiren kesal.


"Zhi Shu kan cuma…"ucapannya terpotong kata-kata Shiren


"bukan kau, jadi diam aja!!"Zhi Shu langsung bungkam seribu bahasa.


"maaf nona,pangeran menyuruh kami untuk berjaga di sekitarmu…"ujar salah satu dari mereka.


"aku ngak butuh penjagaan kalian,lebih baik kalian mengkhawatirkan pangeran kalian itu."jawab Shiren dingin


"tapi nona…i-ini perintah pangeran langsung…"jawab salah satunya gugup


"pergi atau kalian akan menyesal "ancam Shiren


"maaf nona kami tidak bisa…"ujar satunya lagi sambil menunduk.


"oh…ok"Shiren menganguk,di dalam otaknya saat ini muncul berbagai macam ide menarik untuk mengusir mereka.


Di balik kehampaan, angin berkumpul membentuk empat gumpalan sedang yang siap menghantar kan keempat orang itu terbang sejauh beberapa meter jika mengenainya.


Shiren tersenyum,perlahan tangannya bergerak pelan menandakan 'serang' pada gumpalan itu.


Keempat prajurit itu serentak terlempar sejauh 5 meter dan menghantam dinding bangunan bertepatan dengan serangan yang mengenai tubuh mereka.belum sampai disitu,dari dalam tanah keluar banyak sulur-sulur tanaman merambat dengan kecepatan tinggi yang langsung mengikat mereka didinding itu .


sulur-sulur itu terus bergerak di tubuh mereka membentuk sebuah kurungan yang hanya menyisakan bagian kepala dan membuat mereka berempat tidak bisa bergerak sama sekali.


"selesai…..."Shiren tersenyum senang sambil menepuk-tepuk kedua tangannya.


"nona!!!…nona!!!lepaskan kami nona!!! jika tidak… nanti pangeran akan menghukum kami ,nona tolong lepas kan kami!!……" teriak mereka bersahut-sahutan.

__ADS_1


"ishh!!…berisik sekali"Shiren mengibaskan tangannya,sebuah sulur kembali bergerak menutup mulut para prajurit itu.


para warga hanya melihat mereka sekilas dan kembali melanjutkan aktifitas nya.


"hmm…ehmm…hmm…"mereka terus bergumam tidak jelas.


"diam atau ku potong pita suara kalian!!…"Shiren menatap mereka tajam.


keempat prajurit itu terdiam dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya,


"bagus…"Shiren dengan santai nya berjalan pergi untuk mengelilingi pasar itu diikuti Duan Luan di sebelah kiri dan Zhi Shu di sebelah kanannya.


______


Sementara itu, di tempat lain terjadi pertarungan sengit antara Xiao Rue dan Jiang Wei,Jiang Wei sudah mengeluarkan berbagai macam jurus andalannya untuk mengalahkan satu sama lain.Jiang Wei yang sudah berada di tahap kaisar tingkat tiga terus menyerang Xiao Rue tanpa lelah.


Xiao Rue hanya mengeluarkan sedikit tenaga nya sambil menunggu Jiang Wei kelelahan baru menyerang nya.


"hanya segitu kah kemampuan mu?…cih… dasar lemah…"Xiao Rue memandang Jiang Wei dengan tatapan mengejek.


Sebuah pedang berwarna hitam, dengan pegangan berbentuk kepala naga yang juga berwarna hitam dnegan api berwarna putih yang menderak-derak di sekitar ujung pedang nya.


Deg…


'pedang kematian' gumam Xiao Rue dalam hati,ia sudah mendengar tentang pedang ini sebelumnya tetapi baru kali ini ia bertemu dengannya secara langsung.


"kenapa diam? apa kau takut?…"ujar Jiang Wei mengejek.


"untuk apa aku takut…"Xiao Rue membalas ejekan Jiang Wei dengan senyuman sinis,ia mengeluarkan sebuah pedang tingkat semesta dari cincin penyimpanannya.


(semua senjata punya tingkatan yang sama seperti tingkatan kultivator itu sendiri).


"cih!!…hanya senjata tingkat semesta,apa kau tahu senjata ku adalah senjata tingkat dewa…"ujar Jiang Wei bangga


"aku tak peduli…"ujar Xiao Rue ,dalam hati nya ia sedikit was-was karna senjata itu berada satu tingkat diatasnya namun ia berusaha tetap terlihat tenang.

__ADS_1


Xiao Rue perlahan menyelimuti pedagangnya dengan tenaga dalam sebanyak tiga lapis,ini bisa sedikit membantunya mengimbangi kekuatan senjata Jiang Wei.


"tring…"suara pedang yang saling beradu,


Xiao Rue menghalangi serangan pedang Jiang Wei dengan pedang nya,


Xiao Rue dengan tenang terus menahan serangan Jiang Wei sambil menunggu waktu yang tepat untuk menyerangnya.


"ayo serang aku!!!..."teriak Jiang Wei memanas-manasi Xiao Rue dengan memutar-mutar pedang kematian di telapak tangannya.


Xiao Rue tersenyum miring,ia melesat dengan kecepatan penuh ke arah Jiang Wei,Jiang Wei dengan cepat menggerakkan pedang nya untuk menghadang serangan Xiao Rue,


"tring…"suara pedang yang kembali beradu.


"sudah,sekarang giliran mu…"Xiao Rue tersenyum mengejek.


"kurang ajar…"Jiang Wei melesat kearah Xiao Rue dengan kobaran api putih yang semakin besar diujung pedang nya,Xiao Rue sedikit bergeser ke samping hingga serangan Jiang Wei hanya mengenai ruang kosong.


Xiao Rue langsung menggerakkan pegangan pedang nya kebelakang tepat di punggung Jiang Wei,alhasil Jiang Wei langsung tersungkur kedepan karna tidak siap dengan serangan yang tiba-tiba itu.


Jiang Wei memuntahkan seteguk darah,ia kembali berdiri sambil mengusap kasar ujung bibirnya.


"sekarang giliran ku…"ujar Xiao Rue.


Xiao Rue melesat dengan cepat sambil mengerakkan pedang nya seakan -akan menebas kepala Jiang Wei,Jiang Wei tak tinggal diam ia juga melesat kearah Xiao Rue dengan pedang kematian mengarah ke wajah Xiao Rue.


Jarak mereka semakin dekat Jiang Wei langsung menggerakkan pedangnya menebas tubuh Xiao Rue,tetapi dengan gerakan cepat Xiao Rue sedikit menggeser tubuhnya dan menebas tubuh Jiang Wei dari samping.


Jiang Wei mendarat di tanah dengan luka sayatan besar di punggung nya,luka itu terus mengeluarkan darah segar dan membasahi bajunya.


"argghhhh!!!…sial!!…"Jiang Wei kembali menyerang Xiao Rue dengan gelap mata,Xiao Rue dengan tenang terus mengimbangi serangannya sambil sesekali membalas.


Jiang Wei tersungkur dengan banyak luka,baju nya sudah sobek sana sini dan basah dengan darahnya sendiri,sedangkan Xiao Rue hanya mendapatkan beberapa luka yang tak terlalu dalam.


______

__ADS_1


bersambung…🍁🍁🍁🍁


__ADS_2