Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 10


__ADS_3

Saat sampai disana ,Zhi Shu masih sibuk berusaha mengendalikan angin abadi di dalam mantra formasi.


Sedangkan Xiao Lie duduk di luar dengan kedua tangan menopang lagunya,ia tampak sangat mengantuk bahkan sesekali hampir terjatuh ke depan.


"Xiao Lie!!… ,istirahat lah jika kau mengantuk!!"ujar guru Ma


Xiao Lie langsung membuka matanya lebar-lebar,


"tidak tuan,aku tidak mengantuk"ia langsung berdiri dan mengucek-ngucek matanya agar tak lagi mengantuk.


Shiren sudah sedari tadi memperhatikan Zhi Shu yang sangat serius terheran,tak biasanya ia seserius itu saat berlatih.


"apa dia masih ngambek ya?!!"gumam Shiren dalam hati.


"aku kasih cemilan aja deh, biar dia ngak marah lagi"


"guru apakah guru masih punya buah-buah an?"tanya Shiren


"masih…ini"guru Ma mengeluarkan beberapa jenis buah dari cincin ruang nya.


"nona …untuk apa itu semua?"tanya Xiao Lie.


"nanti kau juga akan tau" Shiren tersenyum jahil


"guru…aku permisi dulu,ada yang harus kulakukan"izin Shiren


"baiklah…"


Shiren bergegas pergi dari sana,ia pergi ke tempat penyimpanan bahan makanan yang ada di goa itu.Shiren mengambil semangkuk sedang gula,dan semangkuk lagi berisi air.


Setelah itu Shiren langsung masuk ke dimensi jiwa untuk membuat sesuatu untuk Zhi Shu.


Shiren meletakkan bahan bahan yang tadi ia bawa di meja yang ada di dapur istana dimensi jiwa.Disana sudah tertata rapi beberapa alat memasak dan beberapa mangkuk dan piring serta gelas.


Pertama-tama, Shiren akan membuat gulali terlebih dahulu,ia memasak gula dan air dengan api sedang sampai mengental.


Buah - buah yang sebelumnya sudah di cuci,di masuk kan ke dalam adonan gulali sebelum gulali itu mengeras.


lalu buah-buah yang sudah di celupkan ke dalam gulali di letak kan di atas piring dan di beri jarak agar mudah dingin dan tidak saling menyatu.


Setengah jam berlalu,Shiren sudah selesai dengan pekerjaan nya,permen buah yang sudah mengeras diletakkan di piring yang berbeda dengan yang belum mengeras.


"aku sebaiknya mandi dulu sambil menunggu sisanya mengeras"Shiren pun beranjak dari dapur .

__ADS_1


Shiren kembali ke dapur dengan wajah segar,ia memakai gaun selutut berwarna biru dengan sulaman kelinci di bagian depan gaun.Ia membawa semua permen buah dari dimensi jiwa dengan wajah puas.


"itu apa nona?…"tanya Xiao Lie ,ia melihat buah-buah di dalam piring Shiren yang dilapisi sesuatu yang mengkilat dengan tatapan aneh.


"ini permen buah…"jawab Shiren.


"oh…apa kah enak?!!"


"kau akan tau setelah mencoba nya"


"apakah Zhi Shu sudah selesai latihan?"


"sudah… ia sedang mandi saat ini" jawab Xiao Lie


"hmm…baiklah,aku mau memberi kejutan untuk nya."


"pasti nona merasa bersalah karna sudah menganggu tidurnya kan…"tebak Xiao Lie sambil tertawa mengejek Shiren.


"hehe…"Shiren menggaruk tengkuk nya yang sebenarnya tak gatal.


Tak lama kemudian,Zhi Shu ikut bergabung bersama yang lainnya untuk sekedar mengobrol santai.


"Zhi shu…"panggil Shiren


"liat apa yang aku buatkan untukmu!!"Shiren memberikan permen buah yang ada di dalam piring ke hadapan Zhi Shu.


"wah…apa itu kak?" tanya Zhi Shu penasaran,ia tak jadi ngambek pada Shiren.


"ini namanya permen buah,cobalah…"


Zhi Shu langsung mengambil permen itu dan mulai memakannya.


Xiao lie yang melihat ekspresi Zhi Shu penasaran dengan rasa permen itu,ia langsung mengambil satu dan mulai memakannya.


"guru…silahkan di coba"tawar Shiren.


"baiklah…"guru Ma mengambil satu permen dan mulai memakannya.


Mereka menyantap cemilan itu sambil mengobrol untuk menghabiskan waktu.


______


Sebulan berlalu……

__ADS_1


Kini Shiren sudah mahir ber pedang, bahkan keahliannya berbanding seimbang dengan Xiao Lie.


Shiren juga sudah bisa mengendalikan elemen-elemen nya secara penuh bahkan ia juga sudah bisa menggabungkan dua elemen menjadi satu.


Shiren juga mencoba mempelajari struktur lava suci dan membuatnya dengan bahan sederhana walau baru sekitar 70% jadi.


Zhi Shu juga tak mau kalah,ia sudah bisa mengendalikan angin abadi sepenuhnya.


Zhi Shu juga sudah mahir ber pedang walau belum semahir Shiren.


Selain itu, elemen angin Zhi Shu sekarang sama kuatnya dengan elemen apinya,yang artinya kedua elemen itu sudah menjadi elemen inti Zhi Shu.


Tepat pada hari ke- 30, Shiren berencana meminta izin pada guru Ma untuk memulai perjalanannya.


"hmm…guru…apakah sekarang aku sudah boleh pergi?"tanya Shiren ragu-ragu takut guru Ma tersinggung.


"ya guru,kami ingin memulai perjalanan kami"sahut Zhi Shu.


"hmm…baiklah" ujar guru Ma


"yeeyyy!!:…"Shiren dan Zhi Shu saling ber tos ria dan melompat-lompat.


"tapi……"guru Ma menggantungkan kata-katanya.


Shiren dan Zhi Shu yang awal nya merasa senang langsung terdiam,mereka menunggu kata-kata guru Ma selanjutnya dengan perasaan harap-harap cemas.


"kalian berdua harus menerima hadiah dari ku ,jika tidak kalian tidak boleh pergi…"sambung guru Ma


"huuffttt…"Shiren dan Zhi Shu bernapas lega.


"hadiah apa guru?"tanya Zhi Shu.


Guru Ma mengeluarkan dua buah baju armor dari cincin ruang nya.


"ini armor langit untuk melindungi tubuh kalian"ujar guru Ma


"tapi guru, armor itu tampak sangat berat"ujar Shiren saat melihat armor itu


"iya…,dan sepertinya juga kebesaran"sahut Zhi Shu menimpali.


"ini lah istimewa nya armor ini, armor ini adalah armor yang paling ringan dan paling kuat di antara armor lainnya,selain itu,dia juga akan menyesuaikan ukurannya dengan tubuh sang pemilik"jelas guru Ma.


______

__ADS_1


__ADS_2