
Guru Ma memasangkan armor itu di tubuh Shiren dan Zhi Shu,seketika armor itu mengecil lalu tak lama menghilang tak berbekas.
"armor nya langsung hilang…"ujar Zhi Shu
"iya,malahan kayak ngak terjadi apa-apa"
"dan satu lagi……"guru Ma mengeluarkan sebuah mahkota dari cincin ruangnya. Mahkota itu berhiaskan permata berwarna merah besar serta permata putih kecil.
Shiren menatap mahkota itu dengan mata berbinar.
"ini mahkota dewi perang…,mahkota ini di buat satu set dengan kalung milikmu"jelas guru Ma.
"bawa lah,mahkota ini bisa membantu mu kelak jika sudah lengkap satu set"ujar guru Ma
"berarti ini belum lengkap guru?"tanya Shiren
"belum…masih ada satu benda lagi yang memang dibuat khusus untuk dewi perang" jawab guru Ma
"apa itu guru?…"
"sebuah pedang"
"pedang?… bagaimana cara ku menemukannya?"
"hanya kau yang tau bagaimana cara nya"guru Ma tersenyum mengelus rambut Shiren.
"baiklah guru…aku akan membawa mahkota ini"putus Shiren
"dan Zhi Shu…"guru Ma mengeluarkan sebuah pedang dari cincin ruangnya. Pedang itu berwarna hijau dengan hiasan permata berwarna biru,pedang itu juga dapat di ubah bentuknya menjadi cambuk.
"ini cambuk angin semesta…"ujar guru Ma memberikan cambuk berbentuk pedang itu ke tangan Zhi Shu.
"ca-cambuk angin seee…mesta!!!……"ujar Zhi Shu tak percaya.
__ADS_1
"cambuk legendaris yang di buat oleh dewa angin!!!" teriak Zhi shu
"benar!… cambuk ini di buat dari angin semesta,angin di ruang kehampaan yang sifat nya sangat liar dan ganas 10x lipat dari angin abadi.Cambuk ini di buat dewa angin agar mudah di kendalikan dalam bentuk pedang dan cambuk walaupun serangannya masih sama buasnya."jelas guru Ma
"guru…apa itu ruang kehampaan?"tanya Shiren
"hmm…bagaimana ya menjelaskannya…"
"begini saja…anggap daratan tengah itu bumi ,daratan ilahi itu planet lainnya begitu juga dunia bawah. Dan untuk melintasi benua itu dengan cara tradisional yaitu dengan melewati ruang kehampaan yang memisahkan setiap daratan.
Jika ada yang ingin ke daratan lainnya dengan melewati ruang kehampaan,mereka harus menghadapi angin semesta yang kekuatan nya lebih besar 10x lipat dari angin abadi yang ada di dimensi ruang dan waktu."
"dewa angin sangat tertarik dengan angin ini,oleh sebab itu ia mengambil sedikit angin semesta yang ada di ruang kehampaan dan membuat cambuk angin semesta."ujar guru Ma menjelaskan
"bukannya cambuk ini punya senior Lian Wei guru?"tanya Zhi Shu
"benar…tapi karna suatu peperangan,cambuk ini terlepas dari kendali Lian Wei dan di amankan oleh Xiao Lie,sedangkan Lian Wei sampai saat ini tak tau dimana keberadaannya." guru Ma menunduk sedih saat mengingat pejuang daratan tengah itu.
Shiren menatap Zhi Shu penuh pertanyaan
"bagaimana kau bisa tau?"tanya Shiren
"itu merupakan pelajaran umum keturunan singa ilahi yang harus diketahui ,dan satu lagi senior Lian Wei merupakan pejuang yang banyak berjasa untuk daratan ini" jawab Zhi Shu
Shiren hanya membulatkan mulutnya tanda mengerti
"guru mengapa guru memberikannya pada ku?"tanya Zhi Shu keheranan.
"karna kau berhak menerima nya…"jawab guru Ma
"maksudnya guru?"
"apa kau tau Lian Wei termasuk keturunan Singa Ilahi yang mana?"
Zhi Shu menggeleng pelan,
"keturunan Singa Ilahi dibagi menjadi beberapa jenis,ada Singa surai emas,Singa surai perak,Singa surai api,Singa surai es,dan Singa surai pelangi."
__ADS_1
"Lian Wei adalah keturunan Singa surai perak yang artinya dia keturunan termurni kedua,sedangkan dirimu merupakan Singa surai emas ke turun termurni pertama"jelas guru Ma
Zhi Shu dan Shiren hanya mengangguk tanda mengerti.
"berarti aku harus menjalin kontrak dulu dengan cambuk ini…"gumam Zhi Shu dalam hati.
Zhi Shu langsung menggores tangannya dan meneteskan darahnya pada cambuk angin semesta.
"apa yang kau lakukan?!!"tanya guru Ma sedikit berteriak
"menjalin kontrak dengannya"jawab Zhi Shu santai.
cambuk angin semesta seperti vampir yang kehausan darah, ia terus menghisap darah Zhi Shu tanpa henti.
"aish…kau ini!!, bukannya bertanya padaku dulu …,untuk menjalin kontrak dengan cambuk ini kau harus mempersiapkan semua nya dengan matang, karna dia akan menghisap darah mu sampai semua bagian dari cambuk ini teraliri oleh darah mu"jelas guru Ma sedikit panik.
"Xiao Lie… tolong cepat carikan daun merah untuk menambah darahnya" perintah guru Ma
"baik tuan…"Xiao Lie langsung menghilang dari hadapan semua orang.
"Shiren…duduk an Zhi Shu di sana agar ia tak jatuh "guru Ma bergegas pergi ke tempat penyimpanan makanan.
Shiren mengiring Zhi Shu yang mulai lemah ke tempat duduk yang tak jauh darinya.
Cambuk itu tampak masih menghisap darah Zhi Shu bahkan baru gagangnya saja yang teraliri darah dari Zhi Shu.
Sepuluh menit berlalu…Zhi Shu sudah semakin pucat karna darah nya sudah banyak di hisab cambuk itu,untungnya Xiao Lie sudah kembali dengan membawa daun merah yang sangat banyak,daun merah mirip seperti daun bayam merah tapi daun nya lebih kecil dan warna nya lebih merah.
Xiao Lie langsung menuju tempat guru Ma,tak lama kemudian guru Ma dan Xiao Lie datang sambil membawa dua mangkok besar sayur daun merah.
Guru Ma meminta Shiren untuk menyuapi Zhi Shu sayur itu selama proses kontrak berlangsung ,sedang kan guru Ma akan mencoba membantu dengan tenaga dalamnya agar proses itu dapat lebih cepat selesai di bantu oleh Xiao Lie.
_______
sedikit info:
gambar bersumber dari mbah google😁😁
__ADS_1