
Shiren akhirnya menemukan rak buku yang sedari tadi ia cari, bahkan ia sampai lupa tetang keberadaan Zhi Shu yang sudah tak lagi ada di belakangnya.
Shiren mulai membaca beberapa judul di rak buku itu,pilihannya tertuju pada buku tebal berwarna hijau polos yang diatasnya tertulis"sejarah wilayah utara",ia langsung mengambil buku itu.
"lah…Zhi Shu mana?perasaan tadi dia dibelakang ku…"Shiren melihat sekeliling baru sadar jika Zhi Shu tak lagi berada di jangkauan nya.
"apa dia ketinggalan ya?…ya ampun jangan-jangan dia tersesat lagi!!"teriak Shiren panik.
Shiren berjalan tergesa menelusuri jalan yang tadi ia lalui siapa tahu Zhi hu masih ada di sekitar situ.
Shiren akhirnya bisa bernapas lega saat melihat Zhi Shu sedang duduk bersama seorang pria di tengah-tengah perpustakaan, yang memang disediakan meja dan kursi bagi yang ingin langsung membaca di tempat itu.
Zhi zhu terlihat sesekali tertawa bahkan cemberut sambil terus berbicara dengan pria itu.
"Zhi shu…"ujar Shiren pelan.
Zhi Shu langsung menoleh ke sumber suara dengan mata berbinar.
"kakak!!!!…………"ia langsung berlari ke pelukan Shiren
"kakak jahat banget tinggal in Zhi zhu sendirian,untung ada kakak itu kalau ngak, udah Zhi Shu bakar perpustakaan ini biar ketemu sama kakak"ujarnya sambil melepas pelukannya dan menunjuk pria itu dengan dagu nya.
Shiren menatap pria itu
"makasih udah mau jangan adik saya…"ujarnya tulus
"tidak masalah…"pria itu tersenyum
"oh ya, kenalin nama aku Jian Lu " pria itu mengulurkan tangannya pada Shiren.
"Shishi…"Shiren menjawab uluran tangan pria itu,
"baiklah kami permisi dulu,sampai jumpa lagi…"
"baiklah,sampai jumpa…"
__ADS_1
Shiren kali ini menggandeng tangan Zhi zhu keluar dari perpustakaan itu,
"dadaa……kakak nyebelin!!…"teriak Zhi zhu setelah agak jauh,Jian Lu hanya tertawa kecil karna ucapan Zhi Shu.
"hustt…ngak boleh gitu"ujar Shiren memperingatkan Zhi Shu.
"ye…kan kakak nya emang nyebelin,aku ngak bohong kok" ujar Zhi Shu membela diri sambilbtertawa.
"terserah…"Shiren memutar bola matanya malas.
Mereka sampai di penginapan saat matahari telah tenggelam, karna tadi Zhi Shu tiba-tiba ingin makan makanan yang ada di pasar ,alhasil mereka berkeliling pasar selama dua jam lebih dan mencoba banyak jenis makanan.
"huh…capek nya"Shiren langsung merebahkan tubuhnya di kasur setelah mengunci pintu.
Zhi Shu hanya memandang Shiren sekilas, dan kembali melanjutkan memakan jajanan nya.
"apa kau tidak merasa kenyang?sudah berapa tusuk yang kau makan sejak tadi?" tanya Shiren kesal.
"makanan ini sangat enak, jadi aku tidak bisa berhenti untuk makan."Zhi Shu berbicara sambil memamerkan deretan gigi putihnya pada Shiren.
Zhi Shu mengangkat bahunya tak peduli,tak lama terdengar napas Shiren yang sudah mulai teratur.
"baguslah dia sudah tidur… kalau tidak bisa pecah gendang telingaku karna ocehannya itu" gumam Zhi Shu pelan takut Shiren mendengar nya,ia kembali melanjutkan acara makannya.
______
Shiren terbangun saat sinar mentari sudah muncul menggantikan tugasnya rembulan,kicau burung-burung kecil yang saling bercengkrama membuat suasana pagi menjadi lebih menenangkan.
Para pedagang sudah mulai menyusun dagangannya,mereka mulai membuka kios-kios untuk bersiap melayani pembeli.
para wanita banyak yang sudah bersiap di depan rumah masing-masing, untuk menyiram bunga anggrek yang tumbuh di pekarangannya.
Seperti biasa, setelah mandi dan ganti baju Shiren memesan makanan untuk mereka berdua,setelah sarapan rencananya Shiren akan mulai membaca buku yang ia pinjam di perpustakaan.
Shiren mulai membuka lembar pertama buku berwarna hijau itu,sedangkan Zhi Shu beberapa menit lalu pamit untuk berkeliling di penginapan mereka.
__ADS_1
Di wilayah utara terdapat tiga kerajaan besar dengan banyak kerajaan kecil,kota dan desa-desa kecil didalamnya.
Desa anggrek adalah salah satu desa yang ada di kerajaan Dong ,salah satu kerajaan yang berada di wilayah kerajaan Bangyue kerajaan terbesar ketiga di wilayah utara.
Di kerajaan Bangyue terdapat 10 kerajaan kecil lainnya yang berada di dalam kekuasaannya.
Shiren juga mencari informasi tentang berbagai tempat lainnya termasuk hutan mati tempat Ling Fei berasal.
Hutan mati berada di wilayah kerajaan Qian,salah satu kerajaan yang berada di wilayah timur kerajaan Bangyue.
Dua jam berlalu…Shiren sudah selesai membaca lembar demi lembar buku sejarah wilayah utara itu.
Dia telah mengetahui banyak tempat-tempat penting dan sepertinya menarik untuk di kunjungi ,walau resikonya harus bertemu dengan para kultivator iblis yang menyebar di seluruh wilayah benua teratai.
Banyak kerajaan yang sudah beraliansi si dengan kaisar iblis dan membentuk kerja sama untuk memperluas daerah kekuasaannya.
___
Shiren sudah bersiap-siap untuk keluar dari penginapan sekaligus mengembalikan buku yang telah ia pinjam.
Ia menggunakan gaun berwarna hijau panjang dengan hiasan burung merak,Shiren mengikat rambutnya menjadi satu tinggi-tinggi menggunakan pita,tak lupa Shiren menggunakan cadar yang berwarna senada dengan gaunnya.
Zhi Shu juga sudah siap dengan hanfu berwarna senada dengan Shiren.mereka keluar dari kamar menuju resepsionis untuk mengembalikan kunci kamar nya.
"ini kunci nya,terima kasih atas pelayanannya…"ujar Shiren sambil tersenyum walau yang tampak hanya matanya yang menyipit.
"sama-sama nona,semoga hari mu menyenangkan" ujar nya membalas senyuman Shiren.
Shiren dan Zhi Shu melangkahkan kaki nya ke perpustakaan desa untuk mengembalikan buku.
"kak,sekarang kita akan kemana?"
"kita akan pergi ke hutan mati tempat asalnya Ling Fei,tapi sebelum itu kita akan singgah di ibu kota kerajaan Dong"
"baiklah…ayo berangkat!!" Zhi Shu berteriak semangat.
__ADS_1
__________