Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 26


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih dua hari, mereka berdua sampai di gerbang memasuki kota Yan ibu kota kerajaan Dong.


"kak kita makan dulu yok disitu…aku laper"Zhi Shu merengek sambil menunjuk sebuah kedai makan.


"ya udah ayok…"


Mereka berdua masuk ke dalam,di lantai satu sudah banyak para pengunjung yang datang baik untuk makan atau hanya mengobrol bersama temannya.


Shiren melihat sekeliling untuk mencari tempat kosong,namun semua meja di lantai satu telah penuh.


"permisi nona, apakah masih ada meja yang kosong?"


"untuk meja kelas umum sudah terisi semua nona, tapi untuk meja kelas menengah dan kelas khusus masih ada"


"baiklah ,saya pesan satu meja kelas menengah"


"tapi nona biaya kelas menengah lumayan agak mahal…"ujar resepsionis itu hati-hati takut menyinggung Shiren.


(wilayah utara merupakan wilayah yang paling miskin diantara wilayah benua teratai yang lainnya karna tempatnya yang sangat jauh dari wilayah tengah benua,jadi di sini banyak warga yang kekurangan uang untuk sekedar memesan makanan di kedai makan mewah seperti ini)


"tidak masalah…berapa biaya nya?"


"lima keping koin perak nona…"


"ini…"Shiren menyerah kan lima koin perak pada nya.


"mari saya antar…" ujar resepsionis itu.


Shiren dan Zhi Shu mengikuti langkah nya dengan diam ,mereka sampai di sebuah ruangan besar yang hanya berisi sekitar sepuluh meja.


"silahkan nona…makanan nya sebentar lagi sampai"


Shiren mengangguk,ia melangkahkan kakinya sambil menggandeng Zhi zhu menuju meja paling ujung yang posisinya menghadap ke jendela, jadi ia bisa melihat pemandangan sekitar lewat jendela itu.


Di ruangan itu hanya terdapat beberapa meja yang terisi sementara yang lainnya kosong.

__ADS_1


Shiren dan Zhi Shu asyik mengobrol sambil sesekali tertawa,tanpa mereka sadari di seberang meja Shiren ada seorang pria yang sibuk memperhatikan mereka berdua sambil sesekali tersenyum.


Tawa Shiren terhenti saat seorang pelayan tiba di mejanya dengan membawa beberapa jenis menu makanan.


Shiren duduk membelakangi meja lainnya,tapi tidak dengan meja lelaki itu karna posisi meja nya yang berada di samping Shiren duduk.


Shiren perlahan membuka cadarnya,untungnya di ruangan itu hanya berisi beberapa orang yang sibuk dengan urusannya sendiri jadi Shiren bisa dengan leluasa membuka cadarnya.


Shiren memakan makanan nya dengan khidmat,dia tak menyadari sedari tadi ada pria yang terus memandangnya tanpa berkedip setelah Shiren membuka cadar yang menempel di wajahnya.


Saat sedang mengunyah, Shiren tiba-tiba menoleh ke samping yang membuat pria itu menjadi salah tingkah dan membuang pandangannya ke arah lain.


Shiren mengangkat bahunya tak peduli,ia kembali menyendok makanan di piringnya sambil sesekali menggoda Zhi Shu dengan mengganggunya.


Di meja pertama, tampak seorang gadis memandang ke arah Shiren dengan pandangan tidak suka,karna pria yang sedari tadi ia kagumi terus memandang Shiren.


"ck!!…secantik apa wanita itu sampai membuat pria ku tak berkedip saat melihatnya,palingan juga tidak ada apa-apanya dengan wajahku ini" gumamnya menyombongkan diri walau ia tak melihat dengan jelas wajah Shiren tanpa cadar.


Setelah makan Shiren kembali memakai cadarnya dan bersiap untuk pergi,ia kembali menggandeng tangan Zhi Shu.


saat akan keluar dari ruangan, tiba-tiba kakinya di cegat oleh seseorang yang membuat nya hampir tersungkur ke depan.


Shiren memejamkan matanya membayangkan dahi mulusnya menyentuh lantai yang keras itu.


tapi sudah beberapa menit dia memejamkan matanya namun dia belum juga menyentuh lantai.


Karna curiga Shiren perlahan membuka kedua matanya,matanya membulat sempurna, ternyata ada yang menolongnya.


Pria yang tadi duduk di meja seberang Shiren itu sedang merangkul Shiren agar tak terjatuh.


Iris biru milik Shiren bertemu dengan iris hazel milik pria itu,Shiren terpaku pada iris mata yang sangat indah itu.


"kenapa harus di tolong in sama dia sih,bikin aku tambah kesel aja…"gadis itu menghentak-hendak kan kakinya sambil berjalan keluar dari ruangan, bahkan dia dengan sengaja menyenggol Zhi Shu hingga membuatnya terjatuh.


"dasar buta!!, ngak liat apa orang setampan aku berdiri di sini?"

__ADS_1


"ck… menganggu orang nonton drama aja…"Zhi Shu menepuk-tepukan tangan nya yang kotor itu.


ia kembali memandang Shiren yang masih mamatung di pelukan pria tadi.


Setelah beberapa saat saling berpandangan,Shiren langsung tersadar dan berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Ia perlahan melepaskan tangan pria itu yang masih menempel di pinggangnya.


"te-terima kasih " ujar Shiren gugup ,


"apa kau baik-baik saja?"tanya pria itu.


"aku tidak apa-apa,sekali lagi terima kasih,aku harus pergi sekarang"Shiren beranjak pergi dari sana dengan Zhi Shu yang terus mengumpat di belakangnya.


___


"Zhi Shu kau kenapa?aku perhatikan sejak keluar dari kedai makan tadi kau terus cemberut." tanya Shiren setelah sampai di penginapan


"aku cuma kesal karna tadi ada orang yang nyengol aku sampai jatuh,kan acara nonton drama nya jadi keganggu gara gara dia"


"tuk!!…"


"bukannya nolong in kakaknya dia malah asyik nonton in,memang ngak ada akhlak kau jadi adek" kesal Shiren


"tadinya aku mau nolongin, tapi udah keduluan sama kakak tadi, jadinya ngak jadi deh… aku cuma nonton doang" ujar Zhi Shu santai


"dasar…"kesal Shiren,ia masih terbayang iris mata berwarna hazel milik pria itu.


Shiren menggeleng kan kepalanya beberapa kali untuk menghilangkan bayangannya itu.


"kakak ngapain geleng-geleng?" tanya Zhi Shu heran


"ngak papa…"Shiren langsung membaringkan tubuhnya membelakangi Zhi Shu.


Zhi Shu ikut membaringkan tubuhnya bersiap masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


______


makasih buat pembaca yang udah mau mampir ke karya aku yang masih recehan ini dan makasih juga buat kakak-kakak yang udah semangat in aku lewat komen,like dan juga vote nya.maaf aku ngak bisa balas satu-satu komen nya tapi aku bakal usaha in baca walau cuma aku like 😁😁 terima kasih


__ADS_2